14 Desember 2018, Operasional Truk Resmi Dibatasi

TANGERANG, (KB).- Peraturan Bupati Tangerang No. 46/2018 tentang Pembatasan Waktu Operasional Mobil Barang Pada Ruas Jalan di wilayah Kabupaten Tangerang resmi berlaku pada tanggal 14 Desember 2018.

Setelah berlaku, tidak boleh ada lagi kendaraan berat yang melintas pada jam sibuk sesuai dengan ketentuan tersebut. Jika melanggar, tindakan tegas akan dijatuhkan.

“Mudah-mudahan tanggal 14 Desember ini kita bisa tegakan Perbup no. 46 tentang jam operasional truk besar,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Selasa (11/12/2018).

Zaki juga menginstruksikan kepada petugas dishub dan Satpol PP agar tidak takut menindak tegas jika ada sopir truk yang melanggar. Sebab, aturan ini dibuat untuk menjaga usia jalan-jalan yang ada di Kabupaten Tangerang agar tidak cepat rusak.

“Nggak perlu takut, masak kita mau tegakkan aturan aja kok ribet amat. Pokoknya mau tidak mau, suka tidak suka tanggal 14 ini harus jalan semua,” ujar Zaki.

Selain itu, Zaki mengingatkan seluruh SKPD di penghujung tahun anggaran 2018 untuk bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya hingga selesai. Terutama pada proyek pembangunan fisik.

“Saya ingatkan kepada OPD terutama yang memiliki pekerjaan fisik seperti Bina Marga dan Cipta Karya untuk menggenjot pekerjaannya agar bisa selesai tepat waktunya, karena ini sudah masuk musim penghujan, jangan sampai menjadi hambatan dalam pekerjaan terutama fisik,” ucapnya.

Razia angkutan barang

Sementara itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang bersama Polisi Resort Kota (Polresta ) Tangerang menggelar operasi razia gabungan penertiban kendaraan angkutan barang di depan kawasan Biz Point Jalan Raya Pemda Tiga Raksa, Selasa ( 11/12/2018 ).

Operasi razia gabungan ini upaya untuk melakukan penertiban terhadap semua jenis kendaraan barang maupun angkutan penumpang umum yang melanggar aturan. ”Supaya kedepannya bisa terwujud ketertiban, kenyamanan, kelancaran dan keselamatan lalu lintas,” tutur Kepala Bidang Angkutan Lalu Lintas Dishub Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono.

Razia gabungan ini, lanjutnya, didominasi oleh kendaraan angkutan barang. Memang kendaraan angkutan barang sangat banyak.

”Mungkin bukan hanya jalan ini saja, tapi semua wilayah Kabupaten Tangerang angkutan barang masih cukup dominan melakukan pelanggaran,” katanya.

Pantauan di lapangan, kendaraan yang ditertibkan didominasi oleh kendaraan angkutan barang yang melebihi muatan sehingga bisa menyebabkan pengurangan umur jalan atau mengalami kerusakan pada jalan. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here