138 Koperasi di Kota Cilegon Tidak Aktif

CILEGON, (KB).- Sebanyak 138 koperasi di Kota Cilegon tidak aktif. Penyebabnya berbagai hal, mulai dari manajemen yang buruk hingga kurang baiknya administrasi.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Sulhi mengatakan, sebenarnya terdapat 572 koperasi di Kota Cilegon. Namun, hanya 434 yang aktif, sedangkan sisanya sudah tak ada kegiatan.

“Alasan koperasi tersebut tidak aktif, karena sistem administrasi koperasi masih tergolong kurang bagus, sehingga membuat koperasi sulit didongkrak untuk menjadi bisnis berskala besar,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis (16/1/2020).

Ia menuturkan, salah satu yang menjadi penghalang koperasi sulit menjadi bisnis skala besar secara internal, adalah pada kualitas sumber daya manusia, pelaksanaan prinsip koperasi dan sistem administrasi serta bisnis yang masih rendah.

Namun demikian, pihaknya selalu memberikan motivasi kepada koperasi-koperasi yang terdata dan tercatat. Administrasi koperasi yang belum tertata dengan baik, menurut dia, sudah saatnya diakhiri melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi.

Jika administrasi koperasi dilakukan secara profesional, menurut dia, bukan tidak mungkin akan lebih banyak jumlah koperasi di Kota Cilegon.

“Sayangnya, kendala koperasi di Kota Cilegon bukan hanya dari internal, tapi juga dari faktor eksternalnya,” ujarnya.

Secara eksternal, ucap dia, kemampuan koperasi di Kota Cilegon masih tergolong rendah dalam memanfaatkan peluang.

Meski begitu, sudah ada beberapa koperasi yang sudah mulai memenuhi target untuk menjadi Koperasi Skala Besar (KSB). Ia berharap, ke depan akan ada lebih banyak koperasi serupa berkembang.

“Kami tetap optimistis peran koperasi sebagai pemberdaya ekonomi masyarakat semakin besar dan terasa,” tuturnya.

Pemerintah, kata dia, siap memberikan akses informasi dan fasilitasi dalam rangka peningkatan kapasitas. Pihaknya juga siap bersinergi untuk meningkatkan pengawasan simpan-pinjam dan siap memberikan jalan keluar dari persoalan yang dihadapi koperasi.

Sementara itu, Kabid Koperasi Sarmin menuturkan, pada 2018 telah ditetapkan dan diundangkannya Perwal Cilegon Nomor 40 Tahun 2018 tentang Gerakan Koperasi Sehat.

Tujuan dari perwal tersebut, menunjang program gerakan koperasi sehat, memperkuat koperasi di bidang kelembagaanya, dan meningkatkan kualitas usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here