Rabu, 21 Februari 2018

13 Korban Tanjakan Emen Masih Dirawat

TANGERANG, (KB).-  Sebanyak 13 pasien yang mengalami luka pascakecelakaan yang terjadi di Tanjakan Emen, hingga kini masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Tangerang Selatan (Tangsel), Pamulang. Direktur RSUD Tangsel, dr Suhara Manullang mengatakan, dari 13 pasien yang saat ini dirawat, terdapat 2 pasien yang masih dalam perawatan di ruang unit gawat darurat (UGD) rumah sakit tersebut.

“Yang di UGD ada 2 orang, masing-masing bernama Supriyono dan Dasiyah,” katanya, kemarin siang. Selain itu, pihaknya saat ini sedang menyiapkan rencana operasi terhadap dua pasien masing-masing bernama Darsinah (64) dan Supriyono (58) yang mengalami luka cukup serius pada bagian tangan dan kaki. “Dua yang akan dioperasi , operasi tangan dan kaki reposisi pelepasan gips,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 16 korban kecelakaan yang sempat dirawat di RSUD Tangsel, tiga korban lainnya sudah dipulangkan atas permintaan keluarganya pada Ahad (11/2/2018) kemarin. “Yang 3 orang itu kemarin dipulangkan. Sampai hari ini (kemarin) belum ada yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit lain,” ucapnya.

Kesaksian penumpang selamat

Tragedi kecelakaan bus maut di Tanjakan Emen Subang pada Sabtu (10/2/2018) kemarin, menewaskan 27 orang korban jiwa. Sebanyak 25 orang korban meninggal diketahui merupakan warga Tangsel dan dua orang lainnya merupakan warga Karawang (pengendara motor) dan warga Depok. Peristiwa tragis kecelakaan maut tersebut juga masih menyisakan cerita yang mendalam. Cerita mereka membuat merinding. Seperti diungkapkan Ketua Panitia Rapat Anggota Tahunan Koperasi Simpan Pinjam Permata, Mailinda (54).

Ia yang ketika kejadian duduk persis di belakang kursi pengemudi menyaksikan bus melaju di turunan tersebut menabrak sepeda motor. “Saat kejadian di turunan kenceng, lalu menghindari motor yang ada di depan,” tuturnya. Bus bernomor polisi F 7959 AA yang melaju kencang gagal mengantisipasi tabrakan dengan sepeda motor Honda Beat nopol T 4382 MH tersebut. “Busnya emang kenceng hilang kendali, daripada jatuh ke jurang bus banting ke kiri nabrak tebing,” katanya. Ia yang kini dalan perawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Tangsel merasakan saat bus tersebut terguling dan menghantam tebing. Ia mengalami luka memar di kepala dan bagian tulang rusuknya. “Mata memar, tulang iga saya sakit, enggak tahu kenapa,” ujarnya.

Sementara itu, Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa saat mengunjugi korban selamat di RSUD Tangsel memastikan, pentingnya perbaikan jalur di Tanjakan Emen. Sebab, kejadian kecelakaan di lokasi tersebut, bukan hanya sekali ini, tetapi sudah terjadi kejadian serupa sebelumnya. Menurut dia, pelu dibuatnya jalur penyelamat, bagi kendaraan yang melintas di tanjakan tersebut. “Jalan itu rekayasa wajib geometris. Jalan harus diukur lagi. Kalau ada lahan, harusnya ada jalur penyelamat dan disiapkan pemda setempat atau perhutani. Karena itu lahan perhutani kalau tidak salah,” ucapnya, Ahad (11/2/2018) malam.

Perhiasan korban masih tersimpan

Sementara itu, puluhan gram harta perhiasan emas milik korban meninggal dunia tabrakan maut di Jembatan Emen, Subang masih tersimpan di Kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Senin (12/2/2018). Perhiasan-perhiasan tersebut, berupa kalung, anting, dan gelang kini diamankan. Masing-masing telah dipisahkan dan tersimpan dalam plastik yang telah dikemas berdasarkan identitas korban yang meninggal. “Perhiasan ini milik 19 korban meninggal kemarin, sampai saat ini baru 9 ahli waris yang mengambil,” tutur Staf Kelurahan Pisangan, Supono, di Kantor Kelurahan Pisangan.

Ia menuturkan, perhiasan tersebut diperolehnya dari hasil invetarisir dan pengecekan barang bawaan korban yang dilakukan Tim RSU Subang yang pada saat itu melakukan indentifikasi terhadap jenazah. Bagi ahli waris yang berhak, lanjut dia, mempersilakan pihak keluarga mendatangi posko crisis center korban kecelakaan Tanjakan Emen di Kantor Kelurahan Pisangan dan mengambil perhiasan tersebut melalui dirinya. “Kalau mau ambil bisa ke Kantor Kelurahan Pisangan sama saya, di jam kantor, rata-rata saya kenal (ahli warisnya),” katanya. (DA)***


Sekilas Info

PDAM Tirta Benteng Gelar ”Gathering” dengan Wartawan

KELOMPOK Kerja Wartawan Harian Tangerang Raya (WHTR) kembali menggelar gathering di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *