Rabu, 16 Januari 2019

107 ASN Pemkab Serang di Rotasi, Dua Jabatan Eselon II Kosong

SERANG, (KB).- Sebanyak dua jabatan eselon dua di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, yakni Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kosong. Hal tersebut terjadi, karena adanya rotasi terhadap 107 aparatur sipil negara (ASN) yang dilakukan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, Kamis (13/12/2018).

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, rotasi tersebut, untuk mengisi kekosongan posisi camat dan sekmat, sedangkan dengan rotasi tersebut, ada dua posisi eselon dua yang kembali kosong, yakni kepala BKPSDM dan kepala Disdukcapil. Sebab, Kepala Disdukcapil, Asep Saefudin Mustofa dipindahkan ke Asisten Daerah (Asda) I dan Kepala BKPSDM, Rifah Maftuti dikembalikan ke posisi asalnya Asisten Daerah (Asda) III. “Iya Disdukcapil sama BKPSDM dua kekosongan,” katanya kepada wartawan seusai pelantikan.

Ia menjelaskan, untuk posisi Asda III tidak bisa dilakukan open bidding, karena ada catatan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Oleh karena itu, Rifah Maftuti dikembalikan ke posisi awalnya. Selain itu, dia menilai, posisi Asda III sangat penting untuk mendukung kinerja sekda. “Asda III tidak mungkin dikosongkan terlalu lama,” ujarnya.

Meskipun saat ini ada open bidding, namun anggaran yang tersedia hanya cukup untuk tiga posisi. Meski demikian, dia memastikan untuk posisi eselon II tersebut, akan segera diisi. “Kalau kepala BKPSDM masuk tahun ini menyusul yang tiga sedang berjalan. Terus untuk Disdukcapil nanti ikut ke periode tahun depan apa ada roling atau open bidding,” ucapnya.

Untuk sementara, tutur dia, posisi kepala Disdukcapil akan di-plt-kan terlebih dahulu. Untuk orangnya, BKPSDM dan sekda akan berembuk dan duduk bersama menentukan siapa yang punya kapasitas untuk jadi plt. Selain itu, kata dia, pelantikan dan rotasi tersebut, lebih mengutamakan pengisian kekosongan khususnya 17 UPT Disdukcapil yang baru dibentuk. Sebab, UPT tersebut harus segera dilakukan pengisian.

“Karena, dalam anggaran tahun ini ada bintek untuk mereka dan tahun depan mereka sudah ada di 17 kecamatan posisinya, jadi bisa melayani lebih dekat kepada masyarakat lagi. Masyarakat tidak harus ke Disdukcapil baik perekaman dan pencetakan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Pengembangan Karier (Bangrir) pada BKPSDM Kabupaten Serang, Surtaman menuturkan, untuk rotasi kali ini ada 107 ASN, terdiri dari 2 pejabat pimpinan tertinggi pratama, 20 pejabat administrator, dan 85 pejabat pengawas. Sebelum melakukan rotasi, pihaknya juga sudah berkonsultasi bersama Kemendagri dan KASN.

Ia mengatakan, untuk posisi Asda III, pihaknya sudah pernah mengajukan ke KASN. Namun, waktu itu posisis Rifah Maftuti masih sebagai plt BKPSDM. Dengan demikian, di KASN, Rifah masih menajabat sebagai kepala BKPSDM sekaligus Asda III.

“Oleh karena itu, karena pada 2019 ibu mengejar target kegiatan, kalau open bidding asda itu lama, kan sekda butuh bantuan tenaga, maka yang paling ringan pertimbangannya bu Tuti dikembalikan ke Asda III. Jadi, Asda sudah full, BPKSDM nanti menyusul open bidding. Mudah-mudahan minggu depan atau akhir bulan bisa diumumkan,” ucapnya.

Untuk posisi kepala Disdukcapil, dia sudah meminta persetujuan dari Kemendagri untuk pemberhentiannya. Bahkan, surat keputusan pemberhentian sudah bertanggal 30 November. Oleh karena itu, harus segera dipindahkan.

“Untuk pengisiannya ada kekhususan harus ke Kemendagri. Bupati mengajukan tiga calon prosesnya bisa open bidding dulu atau mutasi. Kalau mutasi, maka ajukan tiga calon siapa yang terbaik nanti disetujui Kemendagri baru dilantik oleh bupati,” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk rotasi kali ini hanya untuk mengisi kekosongan dan UPT Disdukcapil. Sebab, jika dilakukan secara besar-besaran mutasi dan rotasi, maka akan mengganggu OPD yang sedang menyerap anggaran di akhir tahun. “Camat semua terisi, kasi kecamatan juga 90 persen terisi,” katanya.

Untuk kepala UPT, dia meyakini, hal tersebut telah diisi sesuai kompetensinya. Sebab, sebagian besar mereka berasal dari kecamatan yang sudah berpengalaman melayani kependudukan, sedangkan untuk sisanya kasubag berasal dari UPT yang sebelumnya sudah ditiadakan. “Ada juga dari UPT Disdikbud. Karena, kalau semua dari kecamatan nanti kecamatannya kosong,” ucapnya. (DN)*


Sekilas Info

KAWAL INTEGRITAS PEMILU, LIPI KELUARKAN 10 IMBAUAN

SERANG, (KB).- Pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 akan diselenggarakan pada 17 April 2019. Saat ini tahapan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *