10 Persen Guru di Kota Serang Gagap Kurikulum 2013

SERANG, (KB).- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Serang mencatat sebanyak 10 persen dari sekitar 3.000 guru masih gagap terhadap kurikulum 2013. Sementara, pada tahun ajaran 2019/2020, seluruh sekolah sudah harus menerapkan kurikulum 2013.

Wakil Ketua I PGRI Kota Serang, Bahraeni mengatakan, para guru harus meningkatkan profesionalisme dan kompetensinya. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan menggelar pelatihan kurikulum 2013.

“Salah satunya pelatihan kurikulum 2013. Kami lakukan pelatihan agar mereka juga memahami,” ujar Bahraeni dalam acara jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional di Alun-alun Kota Serang, Jumat (23/11/2018).

Menurutnya, pelatihan kurikulum dilakukan secara bertahap. Saat ini, hanya guru kelas tiga dan kelas enam yang belum mengikuti pelatihan. Namun, mereka akan segera diikutkan pelatihan agar dapat mengajar kurikulum 2013.
Dia mengatakan, sudah banyak juga sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 meskipun belum secara keseluruhan.

“Ada perbedaan antara kurikulum 2006 dengan 2013. Di kurikulum 2006, pembelajarannya parsial. Sedangkan kurikulum 2013 dikombinasikan dengan tematik,” tuturnya.

Ia mengatakan, pelatihan kurikulum yang diselenggarakan PGRI juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang. Selain itu, tak semua pelatihan dibiayai pemerintah pusat, para guru membiayai secara mandiri. Biaya itu diambil dari tunjangan sertifikasi.

“Karena tunjangan sertifikasi itu diwajibkan juga penggunaannya untuk meningkatkan kompetensi mereka selain meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Selain menggunakan tunjangan sertifikasi, kata dia, pelatihan itu dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pelatihan yang dilaksanakan PGRI itu mendatangkan pelatih dari pemerintah pusat. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here