10 Kecamatan di Kabupaten Serang Mulai Transaksi BPNT

SERANG, (KB).- Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Serang telah melakukan transaksi program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) pada Agustus 2019. Transaksi dilakukan di setiap Elektronik Warung Gotong Royong (e-Warong) yang ada di kecamatan tersebut.

Koordinator Tenaga Kesejahteraan Kemensos Rio menjelaskan, pada Agustus 2019 ini, Kabupaten Serang sudah mulai melakukan penyerapan atau transaksi program BPNT. Hanya saja sampai saat ini baru dilakukan di 10 kecamatan. “Agustus ini sudah ada 10 kecamatan yang melakukan transaksi BPNT,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis (8/8/2019).

Ia menuturkan, keluarga penerima manfaat (KPM) di 10 kecamatan tersebut, hampir sudah semua mendapatkan kartu keluarga sejahtera (KKS). Meskipun masih ada yang belum menerimanya, karena berbagai faktor. Namun, penyerapan harus tetap dilakukan, karena pusat telah mentransfer uang belanja KPM ke rekeningnya masing-masing. “Jadi, Juni dan Juli itu kan tertunda, maka pembagian bulan ini itu untuk penundaan bulan kemarin,” ucapnya.

Ia menuturkan, adanya KPM yang belum menerima KKS dikarenakan KPM tersebut meninggal dunia, pindah. Namun, ada juga sebagian yang pada saat pembagian bekerja, karena rata-rata KPM merupakan nelayan maupun petani, sehingga pihaknya akan melakukan laporan ke pusat terkait KPM yang belum menerima KKS. “Ada yang tidak datang saat pembagian KKS, karena sedang di sawah dan sebagai nelayan. Nanti akan kami laporkan ke pusat,” ujarnya.

Namun, dia menuturkan, pihaknya tidak terlalu hafal detail kecamatan mana saja yang sudah melakukan transaksi. “Kalau untuk kecamatan yang saya tahu itu Lebak Wangi, Petir, Tirtayasa, dan lainnya. Saya tidak hafal, karena datanya tidak dibawa. Tapi, yang pasti masih ada sisa banyak kecamatan yang belum selesai pembagian KKS-nya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, masih banyaknya kecamatan yang belum menerima KKS juga dikarenakan Kabupaten Serang memiliki sturktur geografis yang tidak seperti kota. Jarak tempuhnya cukup jauh dari permukiman warga, sehingga banyak warga yang tidak datang saat membagikan KKS di kantor kecamatan.

“Kayak kemarin membagikan kartu di kecamatan, warga mengeluh kejauhan. Tapi, ada juga kendalanya, karena saldo KPM masih nol dan belum bisa digunakan. Itu nanti urusan pusat,” katanya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here