10 Desa di Kabupaten Lebak Krisis Air Bersih

LEBAK, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatat 10 desa mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang berlangsung sejak Juni 2019.

“Kami setiap hari mendistribusikan pasokan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih itu,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Lebak Madlias, Kamis (8/8/2019).

Ia menjelaskan, ke 10 desa yang dilanda krisis air bersih, di antaranya Desa Sukaraja, Padasuka, Harjamukti, Banjarsari, Paja, Bojongmanik, Mekarsari dan Lebak Pariang. Masyarakat dari 10 desa itu tersebar di Kecamatan Warunggunung, Leuwidamar, Bojongmanik, Sajira dan Wanasalam.

“Sebagian masyarakat untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) dengan memanfaat air permukaan, seperti aliran sungai,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, ada warga yang sejak dini hari mengantre mengambil air bersih di sumber air yang ada di sekitar perbukitan. Sedangkan sebagian lainnya, khususnya masyarakat yang mampu ekonomi membeli air bersih ke depot-depot air di sekitarnya.

Krisis air bersih terjadi karena air tanah yang diambil melalui sumur dan jet pump listrik mengering akibat kemarau panjang itu. Sebab, masyarakat yang dilanda krisis air bersih belum tersentuh jaringan PDAM setempat.

“Kami merekomendasikan warga yang mengalami krisis air bersih agar terlayani jaringan PDAM itu,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat yang mendapat bantuan distribusi air bersih itu setelah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak. Selain itu juga harus diketahui kepala desa dan camat, karena menggunakan anggaran daerah, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengerahkan sebanyak tiga kendaraan tangki untuk mendistribusikan air bersih itu,” tuturnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here