1 Personel Tangani 200 Tahanan, Lapas Cilegon Minim Personel

Kepala Lapas Kelas III Cilegon Fonika Affandi

CILEGON, (KB).- Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) masih memiliki PR besar dalam melakukan pembenahan terhadap Lapas Kelas III Cilegon, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber. Khususnya terkait pemenuhan kebutuhan personel, dimana jumlah personel di lapas tersebut masih minim.

Hingga saat ini, jumlah personel di lapas tersebut masih sebanyak 40 orang. Ini tidak sebanding dengan jumlah warga binaan yang mencapai 678 tahanan. “Dengan jumlah personel dibandingkan jumlah warga binaan, bisa dikatakan bahwa satu personel bertanggung jawab atas 200 tahanan. Baik itu dalam pengawasan atau pun hal lainnya,” ujar Kepala Lapas Kelas III Cilegon Fonika Affandi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (22/12/2017).

Mantan Kepala Lapas Pandeglang yang baru bertugas di Cilegon selama dua bulan ini mengatakan, jumlah ideal personel keamanan di lapas yang ia pimpin sangat-sangat banyak. Dimana satu warga binaan diawasi dua orang personel. “Paling bagus sih satu warga binaan dijaga dua personel. Tapi minimal dalam satu grup keamanan ada 30 personel. Sementara di Lapas ini kebutuhannya adalah tiga grup keamanan,” tuturnya.

Pihaknya telah beberapa kali mengajukan permohonan menambahan personel pengamanan lapas. Untungnya di 2018 nanti, pihaknya akan mendapatkan penambahan personel sebanyak 42 orang.
“Pertengahan Januari 2018, mereka akan mulai bertugas. Dari puluhan tambahan personel itu, 1 diantaranya dokter umum,” akunya.

Meski begitu, Fonika menilai jika pihaknya masih membutuhkan penambahan personel. Untuk itu, ia akan kembali melayangkan permohonan penambahan personel.  “Untuk tenaga medis saja, sebetulnya jumlah idealnya satu dokter umum, satu dokter gigi, serta dua petugas perawat,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubsi Pembinaan pada Lapas Kelas III Cilegon Edrawanto mengatakan, tambahan personel tidak bisa langsung didistribusikan ke Lapas Cilegon. Lantaran mereka harus melalui pelatihan sebelum terjun ke lapas. “Mereka perlu melalui pendidikan dulu sebelum didistribusikan ke lapas. Makanya mereka baru bisa bertugas pertengahan Januari nanti,” ucap Edrawanto.(AH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here