Kamis, 15 November 2018

1.000 Pilot Menganggur

TANGERANG, (KB).- Sebanyak 1.000 pilot di Indonesia menganggur. Mereka tak memiliki pekerjaan dan sulit untuk bersaing dengan pilot – pilot lainnya. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso. Ia menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Pilot di Indonesia selama dua tahun ini ada sekitar 1.000-an yang belum bekerja di airlines,” ujar Agus di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang, Senin (6/11/2017).  Ia berharap sekolah-sekolah pilot yang ada di tanah air dapat bekerja sama dengan para maskapai. Hal tersebut bertujuan untuk menampung dan mendidik mereka di dunia kerja.

“Supaya bisa tersalurkan dan dicari solusinya,” ucapnya. Sebab, menurut Agus, sekolah-sekolah pilot di Indonesia keberadaannya semakin menjamur. Sehingga mereka yang lulus dari sekolah itu belum tentu bekerja sesuai dengan profesinya. “Sekolah pilot juga harus dilakukan audit,” kata Agus.

Dia mengungkapkan, sejumlah persoalan yang menyebabkan banyaknya pilot yang menganggur di negeri ini. Faktor utamanya yakni jumlah maskapai dan pesawat berbanding jauh dari total pilot yang ada di Indonesia. “Maka dari itu, kami lakukan program kerja sama dengan maskapai – maskapai negara asing. Seperti Cina dan Meksiko,” tuturnya.

Putar otak

Terkait hal itu, Agus mengakui kalau pemerintah saat ini sedang berputar otak mengatasi seribu pilot yang menganggur di tanah air ini. Menurutnya, pihaknya mengambil ancang – ancang guna menerapkan jurus mencari jalan keluar dalam permasalahan tersebut.”Kami telah menjalin kerja sama dengan negara-negara lain yang memiliki hubungan baik dengan kita untuk menampung para pilot yang belum bekerja itu,” ujar Agus.

Ia menyatakan, pihaknya sedang melakukan hubungan bilateral dengan negara-negara tersebut. Di antaranya Cina dan Meksiko. “Mengapa kita bekerja sama dengan Cina? Karena banyak airlines dari Cina yang tujuan ke Indonesia. Ada empat maskapai,” ucapnya.  Dikatakannya, Cina juga memiliki wilayah yang luas. Terlebih lagi jumlah penduduknya yang banyak.

“Hubungan ini diharapkan agar para pilot dapat diendors dengan maskapai – maskapai dari negara Cina. Ini solusi sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran pilot di Indonesia,” katanya. Agus juga menyebut dalam waktu dekat lagi akan bertolak ke Meksiko. Kunjungan bilateral itu rencananya digelar pada 10 November 2017 mendatang.  “Kita juga punya produksi pesawat sendiri. Diharapkan proses produksi segera rampung, nantinya mau buat ekspansi untuk dikonsumsi di Cina dan Meksiko,” tuturnya. (DA)***


Sekilas Info

Aplikasi Pamor Perpendek Layanan Birokrasi

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Kecamatan Pamulang meluncurkan Sistem Aplikasi Pamulang disingkat Sipamor. Menurut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *