1.000 Pemotong Hewan Kurban Ditargetkan Bersertifikat

TANGERANG, (KB).- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menargetkan 1.000 dewan kemakmuran masjid (DKM) di wilayah tersebut mendapatkan sertifikat pemotongan hewan kurban. “Total yang sudah sertifikasi 500, kami targetkan sampai 1.000 DKM,” kata Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Azis Gunawan, Kamis (8/8/2019).

Ia mengatakan, proses sertifikasi pemotongan hewan kurban terhadap para DKM tersebut, dilakukan bertahap. Caranya,adalah memberikan pelatihan pemotongan hewan kurban yang merupakan bagian dari pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis setiap tahunnya.

“Per tahun kami berikan pelatihan kepada 80 DKM, mereka diberikan sertifikat,” ujarnya seraya menambahkan, jika program tersebut, sudah berjalan sejak 2005 lalu dan tercatat 500 DKM mendapat serstifikat pemotongan hewan kurban.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteliner DPKP Kabupaten Tangerang Febya Satyaningsih menuturkan, hasil pelatihan pemotongan hewan kurban tersebut, dapat diaplikasikan langsung ke lingkungan sekitar.

“Jadi, dalam proses pemotongan hewan kurban, masyarakat bisa mandiri, tidak lagi mengandalkan tukang jagal dari luar, dan yang terpenting bisa melakukan pemotongan hewan kurban yang baik, benar, dan halal,” ucapnya.

Pastikan aman

Sementara untuk memastikan keamanan hewan kurban, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar didampingi Kepala DPKP Azis Gunawan melakukan pemeriksaan kesehatan ratusan hewan kurban di sejumlah tempat penjualan hewan kurban.

Usai meninjau, dia menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas pemeriksa dari DPKP Kabupaten Tangerang hewan kurban di sejumlah lapak penjualan sudah dinyatakan layak potong dan aman dikonsumsi masyarakat saat Hari Raya Iduladha 1440 Hijiriah.

“Alhamdulillah, hewan kurban di sini sehat dan bugar. Matanya bersih dan fisiknya tidak ada yang terluka. Saya juga terima kasih kepada tim DKP yang bekerja keras untuk memastikan hewan-hewan kurban kami sehat dan layak,” tuturnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut, bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan atau ante mortem sebelum dilakukan pemoto-ngan dan sesudah pemotongan.

“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban bertujuan untuk mengetahui masalah kesehatan sebelum dilakukan pemotongan dan sesudah pemotongan. Semuanya sehat, kami sudah lakukan pengecekan secara menyeluruh,” katanya.

Sementara itu, seorang pedagang hewan kurban Gufron menuturkan, hewan kurban yang dijual berasal dari luar daerah. Untuk sapi berasal dari Bali, Bima, dan daerah Jawa lainnya, sedangkan untuk kambing kebanyakan dari Cianjur dan sekitarnya.

Sebelum dibawa ke Kabupaten Tangerang, terlebih dahulu dilakukan pengecekan oleh petugas di daerah asalnya dan dinyatakan layak jual dan layak konsumsi. “Di sini Ada sekitar 250 hewan kurban sapi dan kambing yang telah diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan, maka dari itu masyarakat jangan takut untuk membeli hewan kurban di tempat kami,” ujarnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here