Jayakarta Hotel Ajak Awak Media Bangkitkan Wisata Anyer


SERANG, (KB).- Dalam menghadapi roda perekonomian yang hampir lumpuh di Kawasan Anyer, The Jayakarta Hotels & Resorts Indonesia mengajak awak media, baik lokal maupun nasional untuk membangkitkan kembali wisata Anyer pascabencan tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018.

Dampak dari pemberitaan media massa sangatlah besar bagi kebangkitan pariwisata di Kawasan Anyer. Para awak media diminta untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Anyer dan sekitarnya sudah aman serta layak untuk dikunjungi lagi.

“Tak pernah bosan-bosannya kami mengatakan kalau Anyer sangat aman dikunjungi dan layak untuk kembali menjadi destinasi wisata di Provinsi Banten. Karena Anyer, sama sekali tidak terdampak oleh tsunami Selat Sunda kemarin,” ujar General Manager The Jayakarta Hotel Anyer Abdul Ghafur dalam acara “Media Gathering The Jayakarta Hotel dan Resort” yang berlangsung Jumat hingga Ahad (15-17/02/2019) di Jayakarta Hotel Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Ia mengatakan, saat ini Kawasan Anyer justru terdampak pada roda perekonomiannya yang benar-benar terpuruk. “Sekarang ini Kawasan Anyer berada pada tingkat perekonomian yang cukup sulit. Bukan hanya hotel yang ada di Anyer, tapi juga ini berdampak pada seluruh masyarakat,” katanya.

Untuk membangkitkan wisata Anyer secara instan, Ghafur mengatakan, Wakil Gubernur Banten Andhika Hazrumy, beberapa waktu lalu memperbolehkan kembali untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau instansi pemerintahan mengadakan meeting di hotel, terutama di kawasan Anyer.

“Jadi untuk merecovery instan, Wakil Gubernur Banten pada saat itu mengatakan memperbolehkan kembali untuk instansi pemerintahan agar bisa mengadakan meeting atau acara di hotel-hotel yang ada di Anyer. Namun untuk itu, kami juga masih harus menunggu perubahan anggaran,” ujarnya.

Untuk menarik kembali wisatawan untuk berkunjung ke Anyer. Sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Anyer sudah aman dan layak untuk dikunjungi kembali, tanpa adanya kekhawatiran. The Jayakarta Hotel terus melakukan acara-acara dan kegiatan, serta promo besar-besaran, ujarnya.

Sementara, Group Director of Marketing and Communication The Jayakarta Hotels & Resorts Indonesia Made Pudjayanti mengatakan, kalau penurunan yang dialami Banten bukan hanya karena pelarangan meeting pemerintahan di hotel. “Tapi ini karena beberapa faktor, seperti kondisi saat ini yang beberapa waktu lalu tertimpa bencana,” katanya.

Ia mengatakan, bahwa kedepannya The Jayakart Hotels & Resorts Indonesia berencana untuk membuka kembali cabangnya di daerah Surabaya dan Medan. “Tapi tetap, harus ada study kelayakan dan beberapa tahapan. Seperti prospek kedepannya seperti apa, kami harus ada perhitungan juga,” ucapnya.

Selain awak media, acara tersebut juga dihadiri oleh sembilan hotel dibawah naungan The Jayakarta Hotels & Resorts Indonesia. Diantaranya  Jayakarta Jakarta, Cisarua Bogor, Bandung, Bali, Lombok, Yogyakarta, Tuban, hingga yang terjauh yakni Jayakarta Florest. Peserta gathering diajak berjalan-jalan ke Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang yang salah satu tempat wisata yang berada di Kawasan Anyer.

“Jadi, Anyer itu tidak hanya ada wisata pantai. Tapi juga ada alternatif wisata lainnya yang lebih menarik dan berada diatas gunung, seperti Cikolelet ini,” ujar Ojat Darojat Lurah Cikolelet. (Rizki Putri/”KB”)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here