Senin, 11 Desember 2017

Wisata Religi Masjid Kuno dengan Mata Air

Di ujung Kampung Pasir Angin, Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang terdapat bangunan masjid kuno terbuat dari kayu. Masjid berukuran panjang sekitar 12 meter dan lebar 8 meter ini masih menyimpan magnet gaib, hingga warga sekitar pun sampai sekarang kehilangan silsilah atau sejarah awal mula masjid tersebut berdiri.

Namun demikian, warga mengetahui masjid tersebut sudah lama berdiri tanpa diketahui siapa pembuatnya. Konon kabarnya, warga sana pun menyatakan sejak zaman Belanda masjid itu sudah berdiri, karena tampak beberapa tiang masjid itu terdapat bekas tembakan peluru.  Masjid tersebut menyerupai surau (masjid) seperti zaman kerajaan Islam.

Bangunannya menghadap ke Gunung Karang dan memiliki tiga pintu. Dua pintu samping (kiri-kanan) dan satu pintu masuk bagian depan. Di atap masjid terdapat kubah yang terbuat dari kayu, dan tiang-tiang masjid masih terlihat kokoh, termasuk umpak atau pondasi bawah masjid juga terbuat dari kayu.
Selain itu, tampak bagian depan masjid tempat imam masih terlihat utuh, termasuk benda kuno seperti bedug dan tongtong di luar masjid masih tampak bagus.

Menurut cerita warga, keanehan masjid itu muncul saat warga hendak merehab bagian tiangnya. Setelah tiang masjid diganti dengan kayu baru, entah ada kekuatan gaib apa, tiba-tiba pagi harinya tiang kayu tersebut kembali ke semula (ke bangunan aslinya). Dari awal itulah, warga akhirnya melestarikan masjid itu dan memberi nama sebagai masjid kuno.

sumber mata air yang mengalir

Karena masjid itu dijadikan tempat ibadah warga, bagian depan masjid pun ditambah bangunan permanen oleh warga tanpa mengubah bangunan aslinya. Lurah Pagerbatu, Yana Mulyana kepada Kabar Banten, mengatakan, masjid ini diperkirakan berusia ratusan tahun. Karena sekarang di halaman masjid sudah dipasang pelang cagar budaya oleh pemerintah. Menurutnya, warga sana menyatakan masjid ini termasuk masjid ke empat di Banten, karena selain letaknya di kaki gunung, juga bangunannya masih utuh dari kayu.

Sementara di samping kanan masjid terdapat sumber mata air yang mengalir tiada habisnya. Tak jarang, warga luar Pandeglang setiap pekan selalu ada yang datang ke lokasi ini hanya ingin mengetahui keberadaan masjid kuno. Sesekali pengunjung menyempatkan waktu Salat Zuhur dan Ashar di masjid tersebut. “Ya, banyak pengunjung ke masjid ini dan tidak sedikit pengunjung pulang sambil membawa air dari sumur dekat masjid yang jernih dan dingin,” tuturnya. (Endang Mulyana/KB)***


Sekilas Info

Temuan Baru Makam di Selatan Surosowan Banten Lama

Satu temuan baru di lingkungan Banten Lama beberapa waktu lalu diketemukan berkat informasi masyarakat. Lokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *