Selasa, 17 Oktober 2017

Wisata Pulau Tunda Terbentur Transportasi

Akses wisata ke Pulau Tunda, di Kecamatan Tirtayasa sejauh ini masih terkendala dengan permasalahan transportasi. Sebab, transportasi menuju tempat wisata tersebut harus ditempuh dengan jalur laut, dengan kapal yang masih terbatas.

Kepala Seksi Objek Wisata dan Hiburan Umum pada Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Mastufah mengatakan, kendala yang dihadapi objek wisata di Pulau Tunda, adalah permasalahan transportasi yang masih sulit.  Untuk menuju ke Kawasan Pulau Tunda, hanya bisa dicapai dengan menggunakan transportasi laut. “Itu kendalanya, seminggu paling dua kali kapalnya,” katanya kepada Kabar Banten, Rabu (4/10/2017).

Menurut dia, Kawasan Pulau Tunda sudah dikenal masyarakat luas. Bahkan, yang datang ke destinasi tersebut, tidak sedikit dari luar Banten, seperti Jakarta. Namun, karena adanya keterbatasan transportasi tersebut, sehingga pihaknya belum bisa mempromosikan secara gencar.  “Kami mungkin bisa promosi gencar kalau sudah memadai transportasinya. Kalau sekarang kasihan yang dari Jakarta kan kalau masih terbatas kapalnya mereka mesti naik kapal nelayan,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, selama ini, Kawasan Pulau Tunda bukan tidak diperhatikan. Namun, anggaran untuk pengembangannya masih terbatas. Untuk anggaran pengembangannya Pulau Tunda mendapatkan alokasi dari Kabupaten Serang dan juga Dinas Kelautan Provinsi Banten. “Kami masih terbatas, sementara di kami ada 68 objek wisata,” ujarnya.

Selain masalah transportasi, di Pulau Tunda masih memiliki homestay yang terbatas. Ke depan, pihaknya sudah merencanakan untuk menambah homestay, agar para wisatawan yang datang bisa lebih terakomodasi. “Ke depan, kami ingin mengajukan homestay. Sudah buat surat bantuan ke provinsi, itu untuk beberapa objek wisata bukan cuma Pulau Tunda,” tuturnya.

Selain Pulau Tunda, objek wisata Tasikardi juga akan masuk untuk terus dikembangkan. Namun, karena dana yang terbatas, pengembangan objek wisata tersebut dilakukan secara bertahap. “Tiap tahun, kami ada pengembangan. Tapi, karena terbatas, anggarannya jadi berangsur,” katanya. (DN)***


Sekilas Info

Bedolan Pamarayan Diserbu Warga

SERANG, (KB).- Setelah 10 tahun tak pernah digelar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar kembali Festival Bedolan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *