Kamis, 17 Agustus 2017

Untirta Siapkan 26 Dosen untuk FK

SERANG, (KB).- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) akan segera menyiapkan 26 dosen untuk pendirian Fakultas Kedokteran (FK) yang sedang dikerjakan. Hal tersebut sejalan dengan persyaratan yang ditujukan pihak Kemenristekdikti saat melakukan audiensi bersama Gubernur Banten dan Rektor Untirta.

Rektor Untirta, Soleh Hidayat mengatakan, hasil audiensi yang dilakukan bersama Menteri dan Gubernur Banten, yaitu harus segera melengkapi sarana dan prasarana, pendanaan dan dosen sesuai dengan ketentuan dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). “Ketentuan dosen harus sebanyak 26 dosen, supaya setelah dibukanya moratorium kami sudah siap,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (4/8/2017).

Ia menuturkan, pengadaan dosen sebanyak 26, untuk spesialis dan S2 Kedokteran cukup berat. Saat ini, Untirta baru memiliki 6 doesn tetap, sementara yang lainnya jika dari rumah sakit, maka status kepegawaiannya harus pindah ke Untirta. “Tentunya ini akan membutuhkan waktu tidak sedikit,” tuturnya. Menurut dia, hal tersebut perlu melakukan negosiasi, pembicaraan bersama dengan pihak rumah sakit maupun yang bersangkutan.  “Pengadaan jumlah dosen tersebut cukup lumayan banyak, berbeda dengan S1 yang lain. Kalau Kedokteran itu harus sebanyak 26 dosen spesialis dan S2,” ujarnya.

Untuk pendanaan, lanjut dia, sesuai arahan gubernur akan menyiapkan anggarannya serta penyediaan sarana prasarana yang saat ini sedang dilakukan kelengkapannya. “Pak gubernur dan DPRD Banten atas nama masyarakat dan Pemprov Banten mendukung, supaya Fakultas Kedokteran Untirta segera berdiri dan bisa segera dapat izin untuk menyelenggarakan Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di Banten,” ucapnya.

Ia menjelaskan, perhitungan sementara untuk anggaran pendirian Fakultas Kedokteran untuk 5 tahun, yaitu sekitar Rp 40-50 miliar. Dari jumlah tersebut, nantinya akan diberikan hibah secara bertahap. “Misalnya tahun pertama Rp 25 miliar, kan harus diselang ga boleh berturut-turut. Jadi, per dua tahun kira-kira juga bisa Rp 25 miliar,” katanya.

Ia mengatakan, rencana tersebut telah dibicarakan dengan Komisi V DPRD Banten. Ia yakin, pihak lain akan ikut mendukung hal tersebut. Sementara, prediksi untuk penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran paling cepat di 2019. “Saya belum bisa memberikan perkiraan, paling cepat ya 2019, karena yang paling susah itu untuk masalah dosen,” ucapnya.

Ia berharap, para dokter yang sudah menjadi S2 atau spesialis, yang sudah bertugas di rumah sakit, agar kepala daerah dapat mengizinkan di mutasi ke Untirta. Selain itu, jika ada yang belum terikat dinas dengan pemerintah bisa bersedia dapat menjadi dosen di Untirta khusus di Fakultas Kedokteran. “Atau mungkin ada saudara sebagai dokter bisa bergabung dengan Untirta. Tentu dukungan dari masyarakat Banten, kami meminta doanya, agar cita-cita untuk Untirta memiliki Ilmu Kesehatan dapat terwujud,” ujarnya. (H-49)***


Sekilas Info

Di Ajang LCC 4 Pilar, SMAN 1 Pontang Wakili Banten

SERANG, (KB).- SMA Negeri 1 Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang mewakili Provinsi Banten dalam ajang perlombaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *