Selasa, 12 Desember 2017
Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban sidak ke SDN Seruni 2 saat mendapat laporan bahwa UAS siswa SD batal digelar.

UAS SD di Pandeglang Batal Digelar  ‎

PANDEGLANG,(KB)-‎ Hari kedua Ujian Akhir Semester (UAS) pertama untuk siswa  jenjang SD di Pandeglang batal digelar. Akibatnya, para siswa SD se Kabupaten Pandeglang tidak bisa mengikutui ujian, karena lembar soal ujian belum didistribusikan pihak percetakan.‎ Pantauan di SDN, Saruni 2, pagi itu para siswa sudah lebih awal datang ke sekolah untuk mempersipkan diri menempuh UAS.

Sementara hingga pukul 08.00, pihak sekolah belum mendapatkan kiriman lembar soal. Meski begitu, para siswa dan guru tetap menunggu kedatangan lembar soal sampai pukul 10.00. Tetapi lembar soal tersebut belum juga datang. Akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk membatalkan ujian setelah mendapat informasi dari pihak Dinas Pendidikan bahwa lembar soal belum diterima dari pihak percetakan.  “Kalau hari pertama ujian Senin (4/12/2017) pendistribusian lembar soal tepat waktu tiba di sekolah.

Semua murid mengikuti UAS. Cuma hari ini saja, siswa terpaksa tidak bisa mengikuti ujian karena ada gangguan pendistribusian dari percetakan. Ini kejadian pertama di Pandeglang sampai lembar soal ujian terhambat di percetakan,” kata Kepala SDN Saruni 2 Susilawati, Selasa (5/12/2017). ‎Menurut dia,  meski murid tidak bisa mengikuti UAS, namun pihak sekolah memanfaatkan waktu bagi siswa tetap melakukan aktivitas  kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebab, saat ada informasi UAS batal digelar, semua sekolah diarahkan untuk tetap menggelar aktivitas belajar mengajar.‎ ‎”Aktivitas belajar seperti biasa, dan tadi diisi oleh pelajaran muatan lokal. Untuk soal mungkin hari Kamis sudah bisa diterima lagi. Nanti ada waktu tambahan untuk UAS,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang Olis Sholihin membenarkan hari kedua UAS batal digelar. Hal itu akibat terjadi keterlambatan lembar soal ujian dari percetakan yang dikerjakan oleh percetakan Firdaus dari Jakarta. Pihaknya  memastikan, tidak adanya soal UAS hanya terjadi di beberapa sekolah. ‎ ‎“Memang hasil laporan yang saya terima dari korwas (koordinator pengawas), soal UAS yang tidak terdistribusikan pihak percetakan  hanya di wilayah Pandeglang saja,” tuturnya.

Sidak

‎Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban merasa terkejut saat mendapat informasi UAS siswa SD batal digelar. Keterlambatan pendistribusian lembar soal ini menjadi masalah dan menghambat proses ujian. ‎Pagi itu juga, Tanto langsung melakukan sidak ke SDN Saruni 2, di Jalan Raya Labuan, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.‎

Menurut Tanto, sebetulnya masalah soal ujian sangat sederhana , apalagi sudah ada kordinator pengawas (Korwas) dan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (K2PS) yang mengurusi hal tersebut.‎ “Kok ini bisa begini, ya.  Saya terkejut mendengarnya. Apalagi saya tadi tanya ke murid dan guru SDN Seruni 2. Kemungkinan   dalam dua hari ini UAS batak digelar,” katanya.

‎Tanto menekankan, keterlambatan pendistribusian lembar soal yang mengakibatkan siswa terbengkalai tidak bisa ikut ujian, kesalahan dari pihak percetakan. Namun saja pihak ‎Dindikbud dan Korwas kurang terbuka sehingga sulit untuk berkomunikasi.‎ ‎”Dalam dunia pendidikan ini menjadi tanggung jawab bersama, baik Dindik dan korwas itu harus bekerja agar tidak begini kejadiannya. Saya akan panggil korwasnya! Ini harus jadi tanggung jawab korwas jangan sampai ke depan terjadi seperti ini,” ucap Tanto.(IF)***‎


Sekilas Info

Pengembang Keluhkan PKL Sub Terminal

Direktur PT Taman Sari Raya selaku pengembang Pasar Menes, Usman, mengeluhkan pedagang kaki lima (PKL) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *