Sabtu, 18 November 2017

Uang Kertas Darurat Banten

Kedatangan Belanda ke Nusantara yang semula untuk mencari sumber rempah-rempah, berubah menjadi keinginan untuk menguasai. Sikap Belanda yang tidak hanya ingin memonopoli perdagangan rempah-rempah tetapi juga ingin menguasai Nusantara, mendorong timbulnya perselisihan antara Belanda dengan pribumi yang memunculkan pertempuran di beberapa wilayah di Nusantara.

Beratus-ratus tahun pejuang pribumi pantang menyerah berusaha mengusir Belanda dari Nusantara, termasuk Banten. Kolonialisme telah menyebabkan krisis di segala aspek kehidupan. Bahan pokok sebagai kebutuhan sehari-hari semakin sulit didapat sehingga menimbulkan krisis pangan, krisis keuangan, dan moneter.

Dilansir laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, untuk mengatasi masalah kebutuhan pokok, peran pedagang daerah yang menyelundupkan bahan kebutuhan sehari-hari sangat membantu penduduk setempat. Untuk mengatasi masalah keuangan dan moneter, Karesidenan Banten mengeluarkan uang sendiri, yang dikenal dengan ORIDAB (Oeang Repoeblik Indonesia Daerah Banten) yang dicetak di Serang.

Mata uang selain sebagai alat tukar, mencerminkan identitas ekonomi dan mempunyai nilai tersendiri bagi masyarakat pemakainya. Terlepas dari latar belakang pembuatan mata uang, kondisi tersebut telah memunculkan kreativitas meskipun pada masa-masa yang sulit. Keterbatasan tampaknya bukan menjadi kendala untuk berekspresi.

Kemampuan seniman ORIDAB dalam mengekspresikan lingkungan Banten pada masa itu dapat dilihat di semua tipe ORIDAB. Gambar padi, kapas, pohon pinang, buah nanas, dan rambutan memperlihatkan beberapa keanekaragaman flora di daerah Banten.  Jenis fauna yang muncul pada ORIDAB adalah burung, keong, dan ular. Sebagaimana diketahui, Pulau Burung yang terletak di sebelah utara Banten Lama sudah termasyur sejak dulu. Pulau tersebut dihuni jutaan ekor burung sehingga pulau tersebut dinamakan Pulau Burung. Adapun ular tanah di daerah Banten merupakan spesies ular yang jarang dijumpai di daerah lain.

Sisi lain kehidupan masyarakat Banten terlihat pada gambar Masjid Agung Banten beserta menaranya. Secara implisit gambar tersebut menunjukkan bahwa Banten sejak dulu kental dengan kehidupan agamis dan budaya santrinya. ORIDAB dikeluarkan dalam nominal 1 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah, 25 rupiah, dan 50 rupiah. Mata uang 1 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah, dan 25 rupiah dikeluarkan di Serang, 15 Desember 1947. Adapun mata uang 50 rupiah dikeluarkan di Serang, 11 Agustus 1948. (Endang Mulyana)***


Sekilas Info

Taman Nasional Ujung Kulon, Serasa di ”Amazon”

Bicara soal keindahan alam Banten, memang tidak akan pernah ada habisnya. Destinasi yang akan diceritakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *