Jumat, 24 November 2017
TS merupakan satu dari lima tersangka kasus dugaan korupsi dana tunjangan daerah (Tunda) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindukbud) Pandeglang Tahun Anggaran 2012-2015. "Penahanan ini berdasarkan pertimbangan alasan tersangka, tidak mengulangi perbuatan dan demi mempermudah proses persidangan ke depan, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Serang," kata Reza

Tersangka Dugaan Korupsi dana Tunjangan Daerah Pandeglang Ditahan Kejari

PANDGELANG,(KB).- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang menahan mantan Bendahara Dindikbud tahun 2011, TS, Selasa (16/5/2017). TS merupakan satu dari lima tersangka kasus dugaan korupsi dana tunjangan daerah (Tunda) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindukbud) Pandeglang Tahun Anggaran 2012-2015.

Kasi Pidsus Kejari Pandeglang, Feza Reza mengatakan telah melimpahkan tanggungjawab berkas dan barang bukti serta tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pandeglang. “Penahanan ini berdasarkan pertimbangan alasan tersangka, tidak mengulangi perbuatan dan demi mempermudah proses persidangan ke depan, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Serang,” kata Reza, kepada wartawan.

Meski demikian, pihaknya belum menahan para tersangka lainnya dalam kasus tunda. Sebelumnya, Kejari telah menetapkan lima tersangka. Namun pada akhir tahun 2016, seorang tersangka atas nama Rusbandi meninggal dunia. “Secepatnya, kami akan lakukan hal yang sama terhadap tersangka lain, untuk dilimpahkan ke JPU untuk pemeriksaan berkas perkara,” ucapnya.

Kajari Pandeglang, Wahjudi Djoko Triyono, mengatakan, pihaknya kini masih memperdalam penyidikan terhadap 3 tersangka lainnya. Sebab, masih menunggu hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perihal kerugian negara di tahun 2015. “Untuk tersangka lain, kami masih dalami, karena masih menunggu hasil audit BPKP tahap II. Kalau sudah selesai, kami proses lagi, berkas kami limpahkan lagi. Kalau untuk tersangka TS dinyatakan selesai tinggal dilimpahkan ke Tipikor Serang,” ucapnya.

Pihaknya mengatakan belum dapat memastikan kapan tersangka lain akan ditahan. Namun yang jelas, kata Kajari, bahwa kasus Tunda akan diusut sampai tuntas karena ada aktor intelektual lain yang belum terkuak. “Kami lihat saja nanti, tidak bisa harus sama. Karena hukum itu fakta, bukan asumsi. Kami tegaskan, kami tidak main-main. Hanya saja harus ada proses yang harus ditempuh. Proses ini dilakukan secara bertahap, mulai bendahara ke tingkat lebih tinggi,” tuturnya.

Hanya korban

Sekitar pukul 14. 00, TS keluar dari ruang pemeriksaatundn Kejari dengan mengenakan batik berwarna coklat, raut wajahnya nampak tak kuasa menahan sedih.‎ “Saya tegaskan ke masyarakat Pandeglang, saya tidak menerima sedikitpun dana tunda. Saya mohon maaf dan semoga saya tetap bisa diberi kesehatan,” ujarnya berkaca-kaca, seraya menyampaikan permohonan maaf ke keluarga dan isterinya.
TS mengatakan hanya sebagai korban dan meminta kepada pejabat yang mengeruk uang negara untuk bertanggung jawab. Bahkan, dia berjanji akan membongkar semua informasi yang diketahui ketika memberi keterangan di persidangan.

“Saya ini korban, pimpinan tidak ada (yang ditetapkan). Tetapi, sekarang jalannya seperti ini. Siapa pun yang merasakan, harus bertanggung jawab. Allah Maha Tahu dan Maha Besar. Nanti saya akan ungkap semua di persidangan, pasti dibongkar,” janjinya sambil memasuki mobil tahanan Kejaksaan.
Selain TS , kasus tunda yang sudah bergulir sejak tahun lalu ini, juga menjerat 3 mantan pejabat di Dindikbud, yakni mantan Kepala Dindikbud periode 2012-2013, berinisial AA, mantan Sekretaris Dindikbud (NS), dan Bendahara Pengeluaran Pembantu Dindikbud tahun 2012-2013, (RY). Pada pekan lalu, Kejari telah merilis kerugian negara yang terjadi pada rentang waktu 2012-2014 sebesar Rp 11,9 miliar.(H-50)***


Sekilas Info

Warga Keluhkan Pungli Prona

PANDEGLANG, (KB).- Warga Desa Bojong Manik, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan aksi pungutan liar (pungli) pembuatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *