Rabu, 20 September 2017

Terkait Penarikan Retribusi di Jalan Negara, Dewan Ingatkan Dinas Perhubungan

CILEGON, (KB).- Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon menyoroti pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir, khususnya penarikan retribusi parkir di sepanjang jalur jalan negara. Sebab, penarikan retribusi parkir di atas jalan dengan status jalan negara kini menjadi kewenangan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten.

“Kami ingatkan jangan sampai ada petugas Dishub Cilegon menarik retribusi parkir dari jalan negara. Sebab, jika itu terjadi, akan menjadi temuan,” kata anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon, Rahmatulloh, Ahad (10/9/2017). Politikus Partai Demokrat tersebut mengatakan, jika ada oknum petugas Dishub Kota Cilegon menarik retribusi parkir di sepanjang jalur dengan status jalan negara, itu merupakan pungutan liar.

Seperti diketahui, jalur dengan status jalan negara di Kota Cilegon berada di tiga jalur, yakni PCI-Bundaran Landmark, Bundaran Landmark-Ciwandan, dan Bundaran Landmark-Pulomerak.  Menurut dia, pihak Dishub Kota Cilegon hanya bisa menarik retribusi dan pajak dari tempat parkir yang dilengkapi fasilitas parkir, seperti parkir mal di sepanjang jalur protokol serta area parkir milik industri dan pabrik di Kota Cilegon.

Pihak Dishub Cilegon, ucap dia, pada dasarnya sudah tidak lagi menarik retribusi dari tukang parkir di sepanjang jalur protokol dan jalan negara. Organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut kini sedang berupaya memaksimalkan PAD dari potensi yang ada. “Guna PAD bisa makin maksimal, kami dan Dishub juga ingin dilibatkan dalam penghitungan pajak dan retribusi yang dilakukan BPKAD. Ini agar kelemahan dan kekuatan PAD dari sektor pajak dan retribusi parkir bisa diketahui,” ujarnya. (H-52)***


Sekilas Info

Kasus Kebakaran Meningkat Tajam

CILEGON, (KB).- Kasus kebakaran di Kota Cilegon meningkat tajam selama 2017. Dibanding tahun sebelumnya, tahun ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *