Selasa, 17 Oktober 2017
LOKASI temuan kubur tempayan Anyer Lor, Kampung Kapuh, Desa Lor, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Saat ini lokasinya sudah padat dengan permukiman penduduk.*

Tempat Kubur Tempayan di Anyer Lor

Anyer Lor secara adminitrastif berada di Kampung Kapuh, Desa Lor, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Sekilas Anyer Lor nampak seperti tempat biasa pada umumnya, yang terlihat juga hanya rumah-rumah penduduk. Ternyata, lokasi tersebut pernah menjadi tempat kubur tempayan manusia prasejarah.

Penemuan tempat kubur tempayan berawal dari peneilitian HR Van Heekeren dan Basuki pada 1955 silam. Pada penelitian tersebut ditemukan rangka manusia yang ditempatkan dengan posisi jongkok di dalam keramik lokal tipe tempayan. Oleh karena itu, sistem penguburan tersebut dikenal dengan penguburan tempayan.

Tidak hanya sistem tempayan, penelitian arkeologi pada 1979 juga menemukan adanya sistem penguburan di luar tempayan. Rangka-rangka yang ditemukan dari sistem penguburan tersebut berupa rangka orang dewasa dan anak-anak. Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, kedua sistem penguburan tersebut biasanya disertai dengan bekal kubur berupa periuk kecil (dulang), pedupaan, kendi, sedangkan bekal kubur pada penguburan di luar tempayan berupa cawan, periuk kecil, manik-manik kalsedon atau kaca.

Sebagian besar bekal kubur pada kedua sistem penguburan di Anyer Lor adalah keramik lokal. Jenis yang ditemukan bermacam-macam, ada yang berbentuk wadah, seperti mangkuk (cawan), periuk, kendi, dan pedupaan. Wadah-wadah tersebut dibuat dengan tangan maupun roda putar. Selain keramik lokal, di dalam kubur Anyer Lor ditemukan juga bekal kubur yang terbuat dari bahan logam berupa gelang perunggu. Gelang perunggu tersebut dihias dengan pola hias pilin.

Van der Hoop berpendapat, bahwa gelang perunggu dengan pola hias pilin masuk ke Indonesia sejak masa prasejarah bersama dengan tinggalan berupa bejana perunggu, nekara, dan lain-lain. Namun demikian, lokasi penelitian tempat kubur tempayan kini sudah dipenuhi rumah-rumah warga. Bahkan, lokasi penemuan kuburan tempayan juga sudah disulap menjadi rumah warga.

Sementara itu, terdapat perbedaan pendapat di antara para ahli tentang kronologi situs Anyer Lor atas dasar bekal kubur yang ditemukan. Beberapa pakar menggolongkannya ke dalam masa paleometalik, masa perundagian, dan sebagian menyatakan situs Anyer Lor ada sekitar 200-500. Semua temuan arkeologi dari situs Anyer Lor saat ini disimpan di Museum Nasional. (SN)***


Sekilas Info

Bedolan Pamarayan Diserbu Warga

SERANG, (KB).- Setelah 10 tahun tak pernah digelar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar kembali Festival Bedolan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *