Kamis, 24 Agustus 2017

Tarif Angkutan Naik 80 Persen

SERANG, (KB).- Menjelang Idulfitri 1438 Hijriyah, tarif angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Labuan Kalideres mengalami kenaikan hingga mencapai 80 persen, dari harga Rp 30.000 menjadi Rp 55.000 per orang. Kenaikan itu berlaku selama kurun waktu H-7 sampai H+7 Idulfitri 1438 Hijriyah.

Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Banten, Emus Mustagfirin mengatakan, kebijakan naiknya tarif tersebut sudah disepakati oleh pihak AKAP Labuan-Kalideres, Dinas Perhubungan (Dishub) Pandeglang, Organda Pandeglang dan Banten, DPRD dan unsur akademisi. “Hasil rapat disepakati naik 80 persen, kalau ongkos hari biasa Rp 30.000 menjadi Rp 55.000 per orang,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (18/6/2017).

Secara umum, kebijakan kenaikan tarif menjadi kewenangan Dirjen Perhubungan Darat (Hubdar). Namun kebijakan tersebut dapat juga ditentukan oleh kabupaten kota. “Cuma itu (kebijakan kenaikan tarif) bisa dikembalikan lagi bergantung kebijakan daerah, bisa ditentukan oleh kabupaten/kota,” katanya.

Alasan menaikkan tarif hingga 80 persen tersebut, tutur dia, dikarenakan terbatasnaya armada dan ketidakseimbangan penumpang selama musim mudik. Ia menekankan, kenaikan tarif hanya berlaku pada kurun waktu H-7 sampai H+7. “Kalau H+8 sudah normal lagi,” ujarnya.

Bagi PO Bus jurusan Labuan-Kalideres tarif ini berlaku maksimal. PO atau sopir bus yang menaikkan sepihak akan dikenakan sanksi tegas. Apabila sopir yang melakukannya dapat berupa pemecatan, sementara apabila PO Bus maka bisa dicabut izin trayeknya. “Kalau mengenakan tarif sepihak melebihi ketentuan akan disanksi,” ucapnya.

Ia menuturkan, kebijakan kenaikan tarif dapat diawasi oleh seluruh penumpang. Bus yang kedapatan menaikkan tarif melebihi ketentuan dapat dilaporkan melalui kotak pengaduan yang tersedia di seluruh bus. “Saya inginnya setiap bus menyediakan kotak pengaduan,” ucapnya.

Kepala Dishub Provinsi Banten, Revri Aroes mengatakan, kenaikan tarif angkutan juga berlaku untuk transportasi Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) serta angkutan umum dalam kota, kenaikannya mencapai 30 persen. PO bus yang juga kedapatan menaikkan tarif akan diberikan sanksi. “30 persen, lebih dari itu akan kita tangkap, kita kandangin, nggak ada cerita,” tuturnya. Sejauh ini, pihaknya telah bekerja sama dengan Polda dan Polres untuk memberikan penindakan terhadap bus yang melanggar ketentuan.

Sanksi

Sementara itu, sejumlah pihak merespons positif langkah Dinas Perhubungan dalam mengantisipasi terjadi pungutan tarif liar yang melebihi batas aturan yang ditetapkan pemerintah. Dengan ditetapkannya tarif hasil musyawarah stakeholder di daerah akan memberikan rasa tenang dan nyaman bagi masyarakat. “Kami minta bus jurusan Labuan-Jakarta, seperti PO Asli, Murni, untuk memasang daftar tarif lebaran yang sudah ditetapkan,” kata Ketua Forum Kajian Sosial dan Budaya (Foksad), Hapid Asad Muqri.

Menurutnya, angkutan jasa transportasi tersebut harus menaati ketentuan tarif lebaran, dengan rincian tarif Labuan-Pandeglang Rp 15.000, Labuan-Serang Rp 20.000 dan Labuan-Kalideres Rp 55.000. “Kalau ada sopir, kernet yang mencoba-coba memungut tarif di luar ketentuan itu, kami minta cabut trayek dan kandangkan mobilnya, atau sesuai kesepakatan pengusaha bus harus memecat sopir dan kernet tersebut,” ujar Hapid.

Untuk mengantisipasi adanya kernet dan sopir nakal, lanjut Hapid, petugas Dishub, aparat kepolisian dan Organda harus ikut memantau aktivitas angkutan jasa transportasi Labuan-Pandeglang, Labuan-Serang, dan Labuan Jakarta.

Sementara itu, Kepala Dishub Pandeglang, Tata Nanzar Riadi menyatakan tidak akan main-main dengan aturan yang telah disepakati bersama stakeholder soal tarif lebaran. “Kalau ada bus yang mencoba memungut tarif liar di luar tarif yang disepakati, kami akan jatuhkan sanksi. Bisa usulkan cabut trayek, pemecatan sopir dan kernet. Sanksi itu juga bisa dikenakan bagi bus yang tidak memasang daftar tarif lebaran,” ucapnya.

Pihaknya juga mengimbau bus jurusan Labuan-Jakarta jangan ugal-ugalan karena akan mengancam keselamatan jiwa penumpang. “Kalau sampai bus kedapatan ugal-ugalan mencari penumpang dan memungut tarif di luar tarif resmi, kami tidak segan-segan mengandangkan bus tersebut,” tuturnya.

Ketua Organda Banten , Emus Mustagfirin mengatakan, tarif Lebaran 2017 telah disepakati pemerintah dan para stakeholder. Sesuai hasil kesepakatan, untuk tarif Labuan-Jakarta Rp 55.000, Labuan-Pandeglang Rp 15.000 dan Labuan-Serang Rp 20.000. “Persoalan tarif lebaran, semuanya sudah jelas. Saya mengajak seluruh pengusaha jasa angkutan transportasi agat ikut menyosialisasikan ketentuan tarif ke sopir dan kernet. Saya pun mengimbau hindari aksi ugal-ugalan, karena akan membahayakan nyawa penumpang,” katanya. (H-20/H-51)***


Sekilas Info

Tak Beri Bantuan Hukum, Pemprov Segera Tunjuk Plt Direktur RSU Banten

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dipastikan akan segera menunjuk pelakasana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *