Jumat, 24 November 2017

Tambang Emas Bekas Belanda di Lebak

Keberadaan tambang emas di Indonesia sejatinya telah ada sejak zaman Pemerintah Kolonial Belanda, di antaranya ada yang masih beroperasi ada juga yang sudah tutup, salah satunya yaitu tambang emas Cikotok, Kabupaten Lebak. Meski begitu, jejaknya masih bisa ditemui lewat sisa penambangan dan jenis bangunan lainnya.

Tambang emas ini mulai dioperasikan oleh Pemerintah Belanda pada 1936. Jauh sebelum itu, terlebih dahulu dilakukan penelitian yang teramat panjang, waktunya tak kurang dari 77 tahun. Penelitian yang dilakukan tersebut guna memastikan kadar endapan emas.

Beberapa peneliti seperti Junghuhn, Verbeek, Homer Hasaki, Zungler, dan Fenaema vas Es, terlibat dalam proyek tersebut. Setelah dirasa cukup, pembangunan tambang emas mulai dilakukan oleh sebuah perusahaan Belanda bernama NV Mijnbouw Maatschappij Zuid Bantam. Bersamaan dengan itu, dibangun pula fasilitas pendukung tambang seperti perumahan karyawan tambang, perkantoran, gudang, rumah sakit, laboratorium, fasilitas pabrik tambang, jalan, PLTA, dan fasilitas air bersih.

Sejak saat itu ribuan ton emas mulai diangkat dari perut bumi, diolah dan diperjualbelikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi para kolonial Belanda. Tidak hanya oleh Belanda, pengerukan emas di daerah tersebut berlanjut hingga Indonesia dijajah oleh Jepang.

Saat dikuasai Jepang, pengelolaan tambang emas Cikotok berada di bawah perusahaan Mitsui Kosha Kabushiki Kaisha. Namun, Jepang tidak mencari bongkahan emas, melainkan mencari biji timah yang merupakan bahan baku mesiu untuk keperluan perang.

Setelah Indonesia merdeka, tambang emas Cikotok kemudian dikuasai oleh Pemerintah Republik Indonesia di bawah pengawasan Djawatan Pertambangan Pusat Republik Indonesia. Namun tak berlangsung lama, pada tahun 1948, tambang emas Cikotok kembali diambil alih oleh Belanda yang kemudian diserahkan kepada perusahaan yang mula-mula mengelolanya, yaitu NV Mijnbouw Maatschappij Zuid Bantam.

Dua tahun berselang, tambang emas Cikotok lalu dipegang oleh Bank Pembangunan Indonesia. Kemudian sejak tahun 1974, PT Aneka Tambang (Antam) menjadi pengelola itu. ”Banyak tonan emas yang telah diambil dari pertambangan emas Cikotok,” kata Direktur Banten Heritage, Dadan Sujana. (Sutisna/”KB”)***


Sekilas Info

Kawah Putih Gunung Karang

Para pecinta traveling wisata alam banyak mengenal keindahan wisata alam Gunung Karang di Pandeglang, Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *