Sabtu, 16 Desember 2017

Tambah SMP Atasi Membeludaknya PPDB

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana menambah sekolah baru untuk SMP (sekolah menengah pertama). Penambahan sekolah baru diusulkan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang. Kini, wacana tersebut sedang dirumuskan pihak Dinas Pertanahan Kabupaten Tangerang. Kepala Seksi Pertahanan pada Dinas Pertanahan Kabupaten Tangerang, Dadang Darmawan mengatakan, penambahan sekolah baru dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena kurangnya ketersedian SMP negeri di sejumlah daerah di Kabupaten Tangerang.

Menurut dia, pascadiberlakukannya sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini telah menimbulkan sejumlah kekisruhan. Karena, aturan sistem zonasi tersebut ,seluruh sekolah kewalahan menerima calon siswa, sehingga banyak calon siswa yang tidak diterima. “Karena sistem zonasi itu. Jadi, banyak (calon siswa) yang tidak diterima, karena memang kapasitas sekolahnya terbatas, jadi kasihan (calon siswa yang tidak diterima),” katanya, Selasa (8/8/2017).

Menurut dia, usulan penambahan SMP baru dimungkinkan dapat terealisasi tahun depan. Meski demikian, penambahan sekolah baru yang dimungkinkan terealisasi tidaklah banyak. “Sekarang masih kami bahas usulan itu, disesuaikan dengan anggaran yang ada dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ia menuturkan, selain mengakomodasi usulan penambahan sekolah baru, pihaknya juga masih mencoba merealisasikan usulan yang pernah dibuat pihak Disdik pada tahun-tahun sebelumnya yang tak terealisasi pada tahun anggaran berjalan. “Jadi, jika usulan di tahun ini belum ter-cover (terealisasi) di tahun depan akan kembali diakomodasi pada tahun berikutnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid SMP Disdik Kabupaten Tangerang, Pahrudin mengatakan, sejumlah Kecamatan di Kabupaten Tangerang masih kekurangan jumlah SMP, seperti di Kecamatan Panongan, Curug, Kosambi, Pakuhaji, Kodoh, dan Tanjung Burung. Daerah tersebut padat penduduknya, tetapi jumlah SMP-nya masih kurang. Sedikitnya keberadaan SMP di suatu wilayah dapat dlihat dari rasio jumlah lulusan SD ke SMP. “Contoh di Kecamatan Pasarkemis. Lulusan SD tahun ini 4.032 orang. Jumlah SMP yang ada hanya 5. Kalau rata-rata 11 kelas baru 356 dikalikan 5 baru 1.800. Baru 40 persen anak-anak yang dapat ditampung di SMP negeri. Jadi, masih butuh penambahan SMP,” tuturnya.

Ia menuturkan, usulan penambahan sekolah baru tetap memerhatikan keberadaan sekolah swasta. Menurut dia, pihaknya juga tidak menginginkan keberadaan sekolah swasta terancam, karena adanya penambahan sekolah negeri baru. Selain ususlan penambahan sekolah baru, pihaknya juga menggenjot mutu pendidikan di SMP swasta, agar berimbang, jangan sampai sekolah swasta tidak masuk hitungan. (Dewi Agustini/”KB”)***


Sekilas Info

Kepergok Antar PSK ke Hotel, Mantan Satpam Diciduk

TANGERANG, (KB).- Suh (43) tampaknya gelap mata, setelah kehilangan pekerjaan sebagai satpam (sekuriti). Ia menempuh jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *