Selasa, 17 Oktober 2017

Survei LSI: Elektabilitas Ridwan Kamil Teratas, Dede Yusuf Membuntuti

BANDUNG, (KB).- Kandidat calon gubernur Jawa Barat 2018 Ridwan Kamil menjadi sosok teratas dalam hal elektabilitas pada survey yang digelar oleh Lingkar Survei Indonesia (LSI Network Denny JA). Wali Kota Bandung tersebut kerap mengungguli kandidat-kandidat lainnya dalam beberapa kali simulasi.‎ Meski demikian, raihan survey lelaki yang diusung oleh Nasdem dan PKB itu belum mendominasi sepenuhnya karena di bawah 40 persen.

‎Nama Ridwan Kamil diikuti oleh kandidat lain yakni Dede Yusuf yang mulai meroket dan Dedi Mulyadi yang trendnya terus naik. Sementara, Deddy Mizwar (Demiz) yang elektabilitasnya di atas Dedi Mulyadi masuk dalam kategori stagnan.  Toto izul Fatali, Direktur Eksakutlf Citra Komunikasl LSI menuturkan hal itu dalam jumpa pers di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Sabtu 7 Oktober 2017.

Survei yang dilakukan pada 22-29 September 2017 itu menggunakan metode standard: multi stage random sampling. Survei menunjukkan indikasi terjadinya persaingan ketat antara beberapa calon. Mereka adalah Ridwan Kamil,  Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, dan Dede Yusuf.  “Kendati, nama-nama figur tersebut hingga kini masih terkendala ”tiket” partai yang belum aman,” ujar dia.

Dia menuturkan, dalam survey yang dilakukan terhadap 440 responden dengan margin of error sebesar 4.8% itu, posisi Ridwan Kamil selalu unggul pada berbagai simulasi. Mulai dari 21 calon, 8, 5 dan 4. Namun, beIum mampu tembus diatas 50% apalagi 60%, angka yang sering digunakan untuk menyebut perkasa atau matahari tunggal.

Dalam simulasi 21 calon misaInya, Ridwan Kamil harus puas dengan 26,7 %, disusul Dede Yusuf (20,1%), Deddy Mizwar (19,2%), Aa Gym (10,096), Dedi Mulyadi (9,7%) dan Uu Ruzhanul Ulum (Bupati Tasikmalaya) 5,1%. Yang lainnya, termasuk Rieke Diah Pitaloka (anggota DPR RI PDIP) hanya 4,1%. Begitu juga dalam simulasi 8 calon, RK (29,6%), DY ( 24.0%), Demiz (19,0%), DM (11,1%), UU (7,1%) dan Rieke (5,2%). Yang lainnya dibawah 1%. Untuk simulasi 5 calon, RK (32%), DY (24,8%), Demiz (195%), DM (12,9%) dan UU (7,8%). Sementara untuk simulasi 4 calon, RK (34.2%), DY (28,3%), Demiz (21,6%), DM (13,7%).

“Dalam distribusi dukungan di aneka segmen demografis pun, mulai dari suku, agama, pemilih partai, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, usia, dan jenis kelamin, seluruh calon yang akan bertarung belum ada yang kokoh merata di semua segmen,” ujar dia. Menurut dia, dari pengalaman LSI melakukan survei, dukungan yang merata di semua segmen itu biasanya sering menjadi indikator kuatnya calon tersebut.

Dikatakan dia, indikator Iain yang biasa dilihat untuk melihat seberapa potensial seorang calon untuk menang dalam Pilkada adalah pada tingginya strong supporter atau pemilih militan. Yang terjadi dalam survei Pilkada Jabar hingga saat ini, pemilih militan seluruh calon masih berada dibawah 20%. Sementara, di luar pemilih militan, masih ada sekitar 52% pemilih yang masih ragu, rahasia, atau sudah punya pilihan tapi masih sangat mungkin berubah. “Jumlah sebesar 52% itu biasa kita sebut dengan “lahan ‎tak bertuan” yang masih bisa diperebutkan oleh siapa saja. Tentu, siapa yang bisa mengambil suara terbanyak dari 52% itu, dialah yang akan menang,” ujar dia.

Sebelumnya, Deddy Mizwar yang sempat mengomentari hasil survey tersebut masih berpendapat tanpa beban. Dia tidak bermasalah dengan hasil survey tersebut, di mana dia saat ini stagnan atau bahkan di bawah beberapa kandidat lainnya. “Enggak apa-apa, semua orang boleh survey kita terima saja. Hanya saja saya kan belum apa-apa. Yang lain sudah sosialisasi, sudah kampanye,”kata Deddy pada wartawan Jumat 6 Oktober 2017. Diakui dia, pihaknya baru akan bergerak ketika sudah resmi mengantongi tiket atau ditetapkan sebagai calon gubernur Jabar 2018.

Calon wakil gubernur

Survei ini pun memotret para calon wakil gubernur. Ada tiga figur yang potensial bisa mendongkrak elektabilitas calon gubernur dengan beberapa pertimbangan dan alasan. Salah satunya, alasan perlunya sosok yang merepresentasikan sosok yang memiliki basis pemilih Islam yang kuat. Ini mengingat karakter sebagian warga Jabar yang religius.  Dari ketiga calon wakil yang potensial, ada Aa Gym dan Uu Ruzhanul Ulum. Sementara Desy Ratnasari juga memiliki potensi Iebih karena faktor popularitas keartisannya plus sebagai anggota DPR dari PAN.

Dalam simulasi 19 calon, Aa Gym masuk sebagai calon wakil paling unggul dengan 14,996. Disusul Desy 12,096 dan Uu (10,196). Tapi, dalam simulasi 12 calon ketika Aa Gym dihilangkan. Desy masuk calon wakil tertinggi dengan 21,696. Sementara, Uu melesat ke 20,696 ketika Aa Gym dari Desy dihilangkan. Ini artinya, jika Aa Gym dan Desy tak jadi masuk sebagai calon wakil, maka Uu lah yang sangat potensial mendongkrak siapa pun cagub nya.

Hanya, problem Uu lebih pada persoalan tingkat pengenalan yang masih rendah (22.496). Bandingkan dengan Aa Gym (95,296) dan Desy (92,096). Tapi tingkat pengenalan seperti Uu yang rendah dianggap ‎jauh lebih baik, asal tingkat kesukaannya tinggi, ketimbang figur yang tingkat pengenalannya tinggi tapi tingkat kesukaannya rendah. Dari data survei ini, Uu memiliki tingkat kesukaan 77,596 dan yang mengenalnya sebanyak 22,496. (Novianti Nurulliah/PR)***


Sekilas Info

Kirab Budaya Sedekah Bumi, Semarakan Hari Jadi Indramayu

INDRAMAYU, (KB).- Berbagai hasil bumi dibawa ratusan warga Kabupaten Indramayu dalam kirab budaya sedekah bumi yang digelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *