Sabtu, 18 November 2017

Skytrain Bandara Soetta Uji Coba dari Terminal 2 ke Terminal 1

TANGERANG, (KB).- PT Angkasa Pura II, selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang telah melakukan uji coba atau simulasi pengoperasian kereta layang atau skytrain untuk trase Terminal 2 ke Terminal 1 Bandara internasional tanah itu dan sebaliknya. Simulasi tersebut dilakukan oleh tim penguji termasuk pengemudi dan tidak melibatkan penumpang atau personil lainnya.

Adapun simulasi mencakup pengecekan trek, shelter, dan operasional kereta. Setelah dilakukan simulasi selama kurang lebih satu minggu, akan dilanjutkan dengan verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebagai syarat pengoperasian kereta layang untuk rute Terminal 2 – Terminal 1.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, proses uji coba pengoperasian kereta layang untuk melayani perpindahan penumpang di Terminal 1 dimulai. “Pengoperasian dimulai dari simulasi, kemudian nanti verifikasi dari regulator, kami harapkan kereta layang di Terminal 1 sudah dapat dioperasikan pada pertengahan bulan ini,” ujar Awaluddin, Minggu (12/11/2017).

Dengan terhubungnya seluruh terminal dengan jalur kereta layang sepanjang 3 km ini disebut akan meningkatkan standar pelayanan kepada penumpang pesawat di Bandara Soetta dan membawa bandara ini sejajar dengan bandara berkelas dunia lainnya. “Lebih dari itu, hadirnya kereta layang yang memiliki teknologi modern juga merupakan simbol dari kemajuan dunia transportasi di Indonesia,” jelas Awaluddin.

Seperti diketahui, sejak 17 September  2017 lalu kereta layang telah melayani perpindahan penumpang pesawat untuk transit dan sebagainya dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya. Apabila kereta layang sudah melayani seluruh terminal maka pengembangan selanjutnya terkait kereta layang ini adalah pembangunan shelter di integrated building yang terkoneksi dengan stasiun kereta bandara, sehingga jalur atau trase saat sudah beroperasi penuh adalah Terminal 3 – Terminal 2 – integrated building – Terminal 1.

Saat ini shuttle bus antarterminal dapat melayani penumpang hingga 2.200 orang per harinya dimana nantinya diperkirakan ketika kereta layang beroperasi penuh akan melayani perpindahan antarterminal sekitar 70-80% traffic penumpang antarterminal setiap harinya dengan tambahan frekwensi pergerakan kereta layang. Kehadiran kereta layang di integrated building ini nantinya akan mempermudah penumpang kereta bandara untuk menuju terminal ataupun sebaliknya dari terminal menuju stasiun.

Adapun kereta bandara dengan rute Stasiun Manggarai – Sudirman Baru – Duri – Batu Ceper – Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditargetkan dapat mulai melayani masyarakat dalam waktu dekat. “Beroperasinya kereta layang dan kereta bandara diharapkan membawa peringkat Bandara Soetta meningkat dari saat ini di posisi 40 dunia, selain tentunya kami juga menargetkan bandara terbesar di Indonesia ini dapat meraih sertifikasi Bintang 5 dari Skytrax,” papar Awaluddin. (DA)***


Sekilas Info

Pabrik Tiner Terbakar

TANGERANG, (KB).- Kebakaran hebat terjadi di Pabrik Mustika Carana Laksana, Jalan Manis 5 No. 17 Kampung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *