Lokasi saya : Kabar-banten.com / Tangerang / Pemkot Tangsel Revisi RTRW

Pemkot Tangsel Revisi RTRW

27 Dec 2016 14:03 WIB
  • TANGERANG, (KB).-

    Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) berencana mengubah rencana tata ruang wilayah (RTRW) melalui revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2011 tentang Tata Ruang. Perubahan tersebut akan terealisasi pada 2017 dan mulai berlaku efektif per 2018 mendatang. “Ini mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Rencana Detail Tata Ruang. Revisi ini juga termasuk kebijakan nasional yang belum tercantum, kemudian adanya evaluasi Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel, Teddy Meiyadi, Senin (26/12/2016).

    Beberapa yang akan berubah pada RTRW Kota Tangsel yang baru, antara lain penghapusan nama desa menjadi kelurahan, perubahan nama jalan hingga pengalihan Jalan Raya Puspiptek-Serpong. Adanya perubahan tersebut bertujuan untuk menciptakan Tangsel sebagai pusat layanan pendidikan, perdagangan atau juga jasa. Revisi tersebut bertujuan untuk mewujudkan Tangsel sebagai pusat pelayanan pendidikan, perumahan, perdagangan, dan juga jasa. Untuk perumahan banyak kebutuhan akan diwujudkan dengan penyediaan rumah yang memadai. Di mana sebagai daerah urban tentunya menjadi tujuan masyarakat dari sejumlah wilayah. Maka itu, kebutuhan perumahan harus dipenuhi. “Selain itu, kami juga mendukung Kota Tangsel sebagai bagian dari kawasan strategis terutama jasa dan perdagangan. Ini yang coba kami wujudkan,” ujarnya. Beberapa pasal yang direvisi, adalah tidak ada lagi desa di Kecamatan Setu. Di mana semua desa yang ada akan diganti menjadi kelurahan. Kemudian, perubahan nama sejumlah jalan diiringi dengan sejumlah pelebaran jalan yang akan dilakukan. Kemudian, adanya pengalihan Jalan Raya Puspiptek-Bogor, yakni jalurnya tidak lagi dari satu wilayah, melainkan beberapa wilayah dengan jalan utama. (H-36)***

  • 24 Jan 2017 13:52 WIB

    Dua Jembatan Rp 57 Miliar

    TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tangerang mulai membangun dua jembatan, Senin (23/1/2017). Kedua jembatan yang dibangun yaitu

  • 24 Jan 2017 13:51 WIB

    Wali Kota Tanggapi Pembatalan Proyek PLTSa

    TANGERANG, (KB).- Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah angkat bicara terkait pelaksanaan mega proyek percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PLTSa) Kota Tangerang yang

  • 23 Jan 2017 16:13 WIB

    ”Debt Collector” Meresahkan

    TANGERANG, (KB).- Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang siap menindak debt collector (juru taguh) atau leasing nakal yang belakangan ini meresahkan masyarakat, karena serimg melakukan

  • 23 Jan 2017 16:10 WIB

    Tangsel Sukses Kelola MAN

    TANGERANG, (KB).- Pihak Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penghargaan kepada 20 kabupaten dan kota yang dianggap berhasil mengelola lembaga pendidikan madrasah aliyah negeri (MAN). Salah satunya

  • 20 Jan 2017 15:33 WIB

    Pembunuh Perempuan Hamil Dibekuk

    TANGERANG, (KB).- Terduga pelaku pembunuhan terhadap Casriah (35), wanita hamil dan ditemukan telah tewas di kamar Hotel Flamboyan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang berhasil diringkus aparat

  • 20 Jan 2017 15:30 WIB

    BNNK Tangsel, Waspadai Ganja Gorila

    TANGERANG, (KB).- Pihak Badan Narkotika Nasional Kota Tangerang Selatan mengatakan, mulai mencium adanya upaya peredaran narkoba yang dipasarkan melalui jejaring media sosial (medsos). Sasarannya

  • 18 Jan 2017 14:32 WIB

    Pembangunan Tol Kunciran-Bandara Harus Dipercepat

    TANGERANG, (KB).- Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin meminta kepada pihak-pihak terkait untuk segera melakukan percepatan penyelesaian pembangunan Tol Kunciran-Batuceper-Bandara (Bandar Udara)

  • 18 Jan 2017 14:31 WIB

    1.953 Buruh di-PHK

    TANGERANG, (KB).- Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang mencatat, sepanjang 2016 ada sebanyak 1.953 pekerja atau buruh di Kabupaten Tangerang terkena pemutusan

2. Ads 125 x 125