Lokasi saya : Kabar-banten.com / Serang / Puluhan Pejabat Akan Turun Pangkat, Pengisian Eselon IV Masih Alot

Puluhan Pejabat Akan Turun Pangkat, Pengisian Eselon IV Masih Alot

11 Jan 2017 15:53 WIB
  • SERANG, (KB).-

    Kajian penempatan pejabat Eselon IV di lingkup Pemkot Serang masih alot. Alasannya, karena ada degradasi atau penurunan jabatan sesuai kebutuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sehingga membutuhkan banyak pertimbangan, salah satunya terkait pendidikan. Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Serang Tb. Urip Henus mengatakan, pemkot sedang mengupayakan agar pelantikan pejabat Eselon IV segera dilakukan. ”Insya Allah diupayakan minggu ini, apakah besok, lusa atau Jumat. Kami mengupayakan, kalau gak terjadi itu lah keterbatasan manusia yang enggak bisa dipisahkan dari khaliknya jadi bergantung kehendak Allah,” katanya, Selasa (10/1/2017).
    Menurut Urip, pertimbangan cukup alot riwayat pendidikan, karena juga berkaitan dengan penurunan kepangkatan. ”Saya minta faktor pendidikan diperhatikan, misalnya saya Tb. Urip S2 dan sudah lama bekerja, nah cocok enggak kalau diturunkan dari Eselon IV A ke IV B, jadi coba cari tempat lain dulu kalau sudah tidak ada ya terpaksa. Kami coba menghargai itu,” ujarnya.

    Selain itu, masa kerja dan kemampuan bekerja juga dipertimbangkan. ”ASN itu tuntutan pekerjaannya sesuai di mana dia ditempatkan, beda dengan spesifikasi di Dinkes yang sudah ada kurikulumnya dari sejak sekolahnya. Misalnya yang ambil jurusan perawat pasti jadi perawat, bidan jadi bidan, dokter jadi dokter. Kalau di pemerintahan kita melihat kemampuan dia bekerja,” ucap Urip. Ia mengatakan, Baperjakat berusaha mempertimbangkan hal-hal tersebut dalam penurunan jabatan Eselon IV. ”Kalaupun ada yang turun jabatan. Saya minta maaf, ini bukan keinginan wali kota, sekda atau yang lainnya, tapi terpaksa karena aturan mengharuskan seperti itu. Kami juga menggunakan perasaan karena pasti ada kekecewaan. Kalau degradasinya gak banyak tidak akan lama pelantikan, apalagi kalau tidak ada degradasi pasti cepat, ini kan banyak degradasinya,” tuturnya. Terkait jumlah pejabat yang terkena degradasi, Urip belum mendapatkan informasi berapa jumlah terakhirnya. ”Informasi sebelumnya itu 47 orang, tapi katanya bisa berkurang lagi, karena ada orang yang mau dipindahkan jadi tenaga fungsional di Inspektorat. Jadi kemungkinan berkurang yang degradasi,” tuturnya. Urip berharap tidak ada permasalahan meskipun pelantikan agak terlambat. Tapi seandainya pelantikan mundur lagi (tidak di pekan ini), menurutnya, hal itu akan berdampak pada pemberian gaji dan TPP ASN yang semakin terlambat. ”Sekarang sudah tanggal 10 Januari belum gajian. Tapi kalau minggu ini pelantikan atau paling telat Jumat, minggu depan sudah bisa gajian. Makanya mudah-mudahan terjadi pelantikan,” katanya.

    Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, pembahasan masih alot karena pemkot masih dalam rangka pemetaan. ”Kami harus hati-hati dalam pemetaan itu, jangan sampai ada yang dirugikan karena kami juga melihat khawatir ada yang gak kebagian kursi, jadi kami harus hati-hati,” tuturnya. Ia angkat bicara terkait tudingan dewan yang menilai rotasi pegawai tertutup dari dewan. Menurutnya, pelantikan memang bersifat tertutup sesuai perintah pimpinan. ”Kalau pelantikan terkesan tertutup ya memang semua juga tertutup, karena kalau perintah pimpinan dirahasiakan, ya rahasiakan. Kami ada sumpah jabatan itu, kalau menurut sifatnya atau menurut perintah harus dirahasiakan, ya rahasia, ada sumpah pegawainya kami itu,” ujarnya. Menurutnya, tidak lazim jika sebelum pelantikan nama-nama pejabat dengan posisi barunya diungkapkan. ”Sekarang, ada tidak yang misalnya besok mau mutasi sekarang diumumkan. Kan tidak ada, semua juga hanya besok pelaksanaan pelantikan, kan kemananya tidak ada yang diumumkan, sampai nanti saat pelantikan. Itu suatu hal yang lazim,” tuturnya. Menurut Yoyo, secara normatif untuk persiapan pelantikan sebetulnya tidak ada keharusan dilaporkan ke DPRD. ”Tidak ada aturan yang dilanggar kan dengan tidak memberitahukan dewan, tapi mungkin dalam rangka kemitraan sesuai dengan kebidangan,” tuturnya. (H-40)***

  • 24 Jan 2017 13:43 WIB

    NJOP di Kota Serang Diusulkan Naik

    SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengusulkan kenaikan nilai jual objek pajak (BJOP) di Kota Serang. Kenaikan tersebut akan menyesuaikan dengan pertumbuhan masing-masing wilayah yang

  • 24 Jan 2017 13:41 WIB

    3.503 Surat Suara Rusak

    SERANG, (KB).- Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang telah selesai melakukan pelipatan surat suara yang dilakukan sejak Kamis (19/1/2017). Selama pelipatan, pihak KPU Kota Serang menemukan

  • 24 Jan 2017 13:39 WIB

    Tetap Lanjut Meski Tuai Pro Kontra, TPST Bojong Menteng Mendesak

    SERANG, (KB).- Pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bojong Menteng di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja akan terus dilanjutkan. Hal tersebut, karena kebutuhan mendesak

  • 23 Jan 2017 16:21 WIB

    31 Penjabat Kades Disiapkan

    SERANG, (KB).- Masa jabatan 31 kepala desa (kades) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan berakhir pada 2017 ini. Kepala Bagian Pemerintahan Desa Pemkab Serang, Rudi Suhartanto mengatakan,

  • 23 Jan 2017 16:20 WIB

    Data Penerima Rastra Disangsikan

    SERANG, (KB).- Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang sangsi terhadap laporan hasil verifikasi dan validasi (Verval) penerima beras sejahtera (Rastra) di sejumlah kelurahan. Hal tersebut, yaitu

  • 20 Jan 2017 15:24 WIB

    Anggota DPRD Samlawi Meninggal Dunia

    SERANG, (KB).- Anggota DPRD Kota Serang Samlawi Said meninggal dunia, Rabu (19/1/2017) sekitar pukul 15.45, karena serangan jantung. Politisi dari PDIP Perjuangan ini sempat mendapat perawatan di UGD

  • 20 Jan 2017 15:03 WIB

    Pemkab Serang Akan Bekukan PT GSJ

    Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Cikande (FMPC) berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Kamis (19/1/2017). Dalam aksinya mereka mendesak Pemkab Serang segera

  • 19 Jan 2017 09:28 WIB

    Hasil Rapat Dengar Pendapat, Komisi IV: Tutup Sementara PT GSJ

    SERANG, (KB).- Komisi IV DPRD Kabupaten Serang merekomendasikan agar PT Gizindo Sejahtera Jaya (GSJ) ditutup sementara sampai proses composting diperbaiki. Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar

2. Ads 125 x 125