Lokasi saya : Kabar-banten.com / Pandeglang / Bantuan KUBE Dinilai Salah Sasaran

Bantuan KUBE Dinilai Salah Sasaran

23 Dec 2016 09:56 WIB
  • PANDEGLANG, (KB).-

    Bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube) dinilai tidak tepat sasaran, karena tidak mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, pengawasan dari pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Pandeglang juga dianggap sangat lemah.
    Hal tersebut disampaikan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pandeglang saat menggelar demonstrasi di depan Kantor (Dinsosnaker) Kabupaten Pandeglang, Kamis (22/12/2016).

    Ketua GMNI Pandeglang, Dean Bayu Pradana mengatakan, pada Oktober 2016, pihak Dinsosnakertrans Pandeglang telah memberikan bantuan kube di setiap kecamatan, dengan masing-masing kelompok mendapatkan Rp 20 juta. Dengan harapan, setiap kelompok mampu berkarya dan berkembang melalui usahanya.
    "Namun kenyataanya, tidak berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Dari bantuan yang sudah disalurkan dengan nominal cukup besar itu, sayangnya tidak mampu mengentaskan kemiskinan di Pandeglang," katanya.

    Menurut dia, bantuan dana yang cukup besar tersebut seharusnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun kenyataannya, justru mengundang pertanyaan, karena kurangnya pengawasan. "Kami nilai bantuan kube itu sudah dikelola oleh perseorangan bukan oleh kelompok. Bahkan, yang mendapatkan bantuan tidak ada kegiatan sama sekali, sehingga bantuan itu sama halnya dengan kube siluman," ujarnya.

    Menurut dia, banyaknya masyarakat yang mempunyai semangat untuk mengembangkan kretivitas usahanya dan tidak memiliki modal atau alat produksi tidak mampu mengakses bantuan tersebut. "Jangan sampai bantuan tersebut diberikan kepada kelompok yang asal-asalan atau kelompok yang dibentuk, karena hanya ingin mendapatkan bantuan saja," ucapnya. Dia mengungkapkan, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan, namun tidak mendapatkan. Pihaknya menduga bantuan tersebut hanya dijadikan ajang bancakan oleh para oknum Dinsosnaker yang bermain mata dengan kelompok kube. "Sehingga, setiap bantuan yang turun hanya kepada kelompok tertentu saja," tuturnya.

    Mahasiswa lainnya, Fandi Nusantara menuntut pihak Dinsosnaker Pandeglang untuk memperlihatkan mana kube yang layak mendapatkan bantuan, agar lebih tranparan. Jangan sampai, kata dia, bantuan tersebut diberikan, karena kedekatan emosional atau demi kepentingan kelompok atau pribadi. "Kami juga meminta kepada pihak penegak hukum untuk melakukan kontroling dan pengawasan, agar program Dinsos seperti kube maupun RTLH tepat sasaran," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Pandeglang, Entis Sutisna belum bisa dimintai keterangan terkait tudingan yang dilayangkan mahasiwa tersebut. Sebab, tidak ada di kantor ketika dikonfirmasi. Begitu juga saat dihubungi melalui telepon selulernya, dalam keadaan tidak aktif. (Iman/Job)***

  • 24 Jan 2017 13:46 WIB

    Terkait Foto Salam Dua Jari Bersama Rano, Irna & Dimyati Bisa Dongkrak Suara

    PANDEGLANG, (KB).- Meski baru sekadar foto bersama, namun salam dua jari yang ditunjukkan Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan anggota DPR RI, Achmad Dimyati Natakusumah diyakini mampu mendongkrak

  • 24 Jan 2017 13:44 WIB

    Memulai Betonisasi Jalan

    MEMASUKI tahun 2017, Pemkab Pandeglang memulai betonisasi jalan mulai dari wilayah kota, tengah, hingga selatan. Untuk betonisasi jalan itu, sekitar 80 persen APBD Pandeglang tahun 2017 yang mencapai

  • 23 Jan 2017 16:14 WIB

    Menempati Rumah Bertopang Bambu

    Warga Kampung Bojongcanar RT 02/RW 01, Desa Dahu, Kecamatan Cikedal, Jumsiah, tinggal di rumah yang nyaris ambruk. Dengan bangunan yang hanya bertopang bambu dan bocor disana sini, Jumsiah dan

  • 23 Jan 2017 16:01 WIB

    Bersama Dimyati dan Rano Karno, Foto Irna Salam Dua Jari Beredar

    PANDEGLANG, (KB).- Foto Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan anggota DPR RI, Dimyati Natakusumah bersama calon Gubernur Banten, Rano Karno, beredar dan menjadi viral di media sosial (medsos). Dalam

  • 21 Jan 2017 15:52 WIB

    Pandeglang Butuh Perhatian Presiden

     PANDEGLANG, (KB).- Anggota DPR RI, Dimyati Natakusumah menyatakan, tahun 2017 Kabupaten Pandeglang sedang gencar melakukan percepatan pembangunan. Bahkan, saat ini empat mega proyek nasional sedang

  • 20 Jan 2017 15:26 WIB

    Penambahan Kuota Haji Belum Diterima

    PANDEGLANG, (KB).- Keputusan menteri agama tentang penambahan kuota haji 2017 mencapai 10.000 orang, hingga saat ini belum diterima oleh pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten

  • 20 Jan 2017 15:25 WIB

    Pembunuhan Umsanah Bermotif Sakit Hati

    PANDEGLANG, (KB).- Kasus pembunuhan terhadap korban Umsanah (50), warga Kampung Cicae, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang terjadi Senin (16/1/2017) lalu diduga bermotif sakit

  • 18 Jan 2017 14:33 WIB

    16 SKPD Belum Selesaikan Laporkan Keuangan

    PANDEGLANG, (KB).- Sebanyak 16 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) belum menyelesaikan laporan keuangan tahun anggaran (TA) 2016. Padahal, keterlambatan pelaporan tersebut bisa menghambat penilaian

2. Ads 125 x 125