404 Page Not Found

The page you requested was not found.

Target Dinas PUPR Banten, Jalur Saketi-Malingping Normal

Lokasi saya : Kabar-banten.com / Lebak / Target Dinas PUPR Banten, Jalur Saketi-Malingping Normal

Target Dinas PUPR Banten, Jalur Saketi-Malingping Normal

14 Feb 2017 14:53 WIB
  • LEBAK, (KB).-

    Penanganan darurat ruas jalan Saketi-Malingping betulan di Kampung Sawah, Desa Tamansari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak yang ambles hampir tiga meteran diduga akibat pergeseran tanah yang berlangsung saat wilayah Kabupaten Lebak dilanda bencana banjir dan longsor ditarget selesai selama sepekan. Dengan demikian arus lalu lintas pada jalan ruas tersebut bisa berjalan normal guna mendukung lancarnya roda perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Banten Selatan (Bansel). Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Hadi Suryadi didampingi dan kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPT BPJJ) wilayah Lebak, Arlan Marzan dan Pelaksana Teknis (Peltek) UPT BPJJ wilayah Lebak, Firman, Senin (13/2/2017).

    ”Sejak kemarin untuk penanganan jalan khususnya di ruas yang mengalami ambles di Kampung Sawah Desa Tamansari itu sudah dilakukan. Penanganan yang dilakukan baru bersifat penanganan darurat,” ujar Kadis PUPR Provinsi Banten, Hadi Suryadi kepada Kabar Banten di lokasi jalan ambles di Kampung Tamansari, Desa Tamansari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Dijelaskan Hadi, untuk penanganan secara permanen pihaknya masih menunggu anggaran karena amblesnya jalan tersebut akibat bencana dan masuk dalam force majeure. Tetapi pihak kontraktor dalam hal ini PT Nindya Karya (NK) tidak tinggal diam. ”Memang kontraktor masih punya tanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan. Namun, karena ini penyebabnya bencana tidak dibebankan sepenuhnya. Dari kemarin PT NK sudah banyak kontribusinya seperti mengirim material agregat untuk alat berat itu dari kita (Dinas PUPR),” ujarnya.

    Ketika ditanya soal penanganan permanen, Hadi mengatakan, pihaknya masih menunggu anggaran rencananya akan dianggarkan pada APBD Provinsi Banten murni dengan melakukan pengurangan anggaran untuk rencana penanganan sembilan jembatan yang ada di ruas jalan tersebut. ”Penanganan darurat bisa secepatnya. Untuk permanennya kita masih menunggu anggaran. Memang ada di anggaran murni untuk penanganan sembilan jembatan yang ada di jalur ini. Tadi kita sudah diskusi sama teman-teman kelihatannya mungkin anggaran satu jembatan diambil untuk penanganan jalan yang ambles ini. Untuk perbaikan titik yang ambles ini kemarin diestimasi sekitar Rp 8 miliar,” tuturnya. Hadi menegaskan, pihaknya akan melakukan penanganan darurat terhadap semua jalan yang mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi pekan kemarin. Langkah ini dilakukan sebagai upaya Pemprov Banten agar roda perekonomian masyarakat bisa berjalan lancar. Di tempat yang sama, Kabid Pembangunana Dinas PUPR Banten, Helmi menambahkan, ada dua alternatif untuk penanganan permanen yakni menggunakan tiang pancang dan dibangun jembatan. ”Nanti tim ahli akan diterjunkan untuk melakukan kajian. Kalau memungkinkan pakai tiang pancang kalau jembatan,” katanya . (H-34)***

2. Ads 125 x 125