Lokasi saya : Kabar-banten.com / Lebak / KPK Diharapkan Buka Perwakilan

KPK Diharapkan Buka Perwakilan

29 Dec 2016 10:30 WIB
  • LEBAK, (KB).-

    Sejumlah tokoh masyarakat mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kantor perwakilan di daerah untuk mengantisipasi maraknya kasus korupsi di tanah air.  "Kami minta Lembaga KPK dapat membuka perwakilan di tingkat daerah (provinsi, kabupaten/kota madya)," kata seorang tokoh pemuda Kabupaten Lebak, Welly Suntara saat dihubungi di Lebak, Rabu (28/12/2016). Menurut Welly, selama ini masyarakat memberikan apresiasi terhadap KPK karena banyak pelaku-pelaku korupsi bisa ditangkap hingga dipenjarakan.Namun, pelaku korupsi tidak henti-hentinya di tanah air, meskipun pemberitaan media begitu gencar hingga penangkapan operasi tangkap tangan (OTT).

    ”Kasus korupsi di Indonesia cukup memprihatinkan karena pelakunya terdapat kepala daerah, politisi, pejabat negara, penegak hukum, pegawai swasta, tenaga pendidik hingga rektor perguruan tinggi. Kejahatan korupsi sudah membudaya sehingga berbahaya jika hukum tidak ditegakkan,” ujarnya. Perwakilan KPK di daerah itu, ujarnya, selain menangkap pelaku kejahatan korupsi juga dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan hukum kepada pejabat birokrasi, perusahaan swasta, masyarakat hingga perguruan tinggi dan sekolah. "Kami yakin KPK tingkat daerah itu mampu mengeleminasi kasus korupsi di tanah air," kata Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak tersebut. Menurut dia, selama ini lembaga hukum yang ada di daerah, seperti kepolisian dan kejaksaan belum optimal untuk melakukan pemberantasan korupsi.Bahkan, penegakan hukuman terhadap pelaku korupsi masih ada tebang pilih.

    "Kami mendesak pemerintah bisa membuka perwakilan KPK tingkat daerah karena dinilai mampu mengantisipasi kejahatan kerah putih itu," ucapnya. Harapan serupa juga dinyatakan tokoh masyarakat Lebak Nurdin Tajri mengatakan, pihaknya mendukung KPK membuka kantor perwakilan di daerah untuk mengeleminasi kasus korupsi di tanah air. Menurutnya, kejahatan korupsi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan tidak memiliki sifat Ketuhanan Yang Maha Esa. Korupsi masuk kategori dosa besar karena mencari kekayaan dengan tidak halal hingga bisa menimbulkan kesengsaraan rakyat banyak. Tindakan perilaku korupsi karena mereka memiliki sikap hidup rakus, tamak, dan serakah. "Kami minta KPK bisa membuka pelayanan tingkat daerah karena bertentangan dengan Pancasila, hukum negara juga hukum agama Islam," tutur mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak itu.

    Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, pihaknya mendukung pidato Presiden Joko Widodo menginginkan KPK lebih maksimal memberantas mafia hukum di daerah.
    Namun, tahap awal KPK akan membuka kantor perwakilan di enam provinsi antara lain Riau, Banten, Sumatera Utara, Papua, Papua Barat, dan Aceh. Apalagi, kepala daerah di tiga provinsi yakni, Riau, Banten dan Sumatera Utara, terjerat kasus korupsi. "Kami sangat setuju KPK membuka perwakilan di daerah sesuai dengan arahan Presiden Jokowi itu," katanya. (H-22)***

  • 24 Jan 2017 13:49 WIB

    Dua Waralaba Diduga Bodong, Camat Ancam Lakukan Penutupan

    LEBAK, (KB).-Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak segera mengundang pengelola waralaba yang ada di wilayah tersebut. Data yang diperoleh di kantor tersebut, dari sebelas waralaba dua di antaranya belum

  • 24 Jan 2017 13:48 WIB

    Putra Daerah Harus Mampu Kelola SDA

    LEBAK, (KB).- Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya berharap putra daerah bisa berperan dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang ada di Kabupaten Lebak. Jangan sampai, SDA melimpah ini justru

  • 23 Jan 2017 16:11 WIB

    Terkait Tuntutan Nelayan, PT CG Klaim Realisasikan Janji

    LEBAK, (KB).- Produsen semen merah putih, PT Cemindo Gemilang (CG) mengklaim telah melaksanakan komitmennya terhadap para nelayan. Hal itu menanggapi adanya tudingan bahwa perusahaan tersebut

  • 23 Jan 2017 15:55 WIB

    Kecewa Jalan tak Diperbaiki, Warga & Mahasiswa Tanam Pohon Pisang

    LEBAK, (KB).- Sejumlah warga beserta aktivis Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) melakukan aksi tanam pohon pisang di ruas jalan Ir. Soetami KM 5 Rangkasbitung, tepatnya di Kampung Ciawi, Desa Nameng,

  • 21 Jan 2017 16:24 WIB

    Polemik Ketenagakerjaan di PT SLF, Disnaker Harap tak Ada PHK

    LEBAK, (KB).- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lebak menekankan agar pihak manajemen PT Saiji Lestafi Furniture (SLF) tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan di perusahaannya.

  • 20 Jan 2017 15:27 WIB

    Pergeseran Tanah, Paksa Warga Terus Berpindah

    Bencana pergesaran tanah dan menyebabkan rusaknya puluhan rumah di Kampung Curug Injuk, Desa Gunungsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak membuat warga khususnya korban yang rumahnya rusak berat

  • 20 Jan 2017 15:11 WIB

    Diresmikan Akhir Januari, Jembatan Bolang Rampung

    LEBAK, (KB).- Pihak Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten klaim telah merampungkan pembangunan Jembatan Bolang yang terletak di Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Kabuaten

  • 17 Jan 2017 09:11 WIB

    Selama Tiga Tahun, Murid Belajar di Ruang Kelas Bocor

    LEBAK, (KB).- Murid SDN 3 Ciakar, Kecamatan Gunung Kencana selalu dihinggapi rasa waswas ketika sedang melaksanakan kegiatan belajar di sekolah. Sebab, selama tiga tahun ini murid harus belajar

2. Ads 125 x 125