Lokasi saya : Kabar-banten.com / Halaman Utama / Tak Ada Pengukuhan Imam Besar

Tak Ada Pengukuhan Imam Besar

11 Jan 2017 15:20 WIB
  • LEBAK, (KB).-

    Pengukuhan Imam Besar Umat Islam Indonesia terhadap Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab yang sempat diberitakan banyak media ternyata batal digelar. Berdasarkan keterangan dari salah seorang anggota Polres Lebak yang ikut melaksanakan tugas pengamanan kegiatan di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Futuhiyah di Kampung Banjar Pahingeun, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, membenarkan kehadiran Habib Rizieg pada acara itu. "Habib Rizieq hadir sebagai tamu undangan kehormatan pada acara yang digelar di Ponpes pimpinan KH. Kurtubi itu. Kegiatan acara berjalan sesuai dengan isi pemberitahuan yang telah disampaikan pada kepolisian dan sama sekali tak ada acara pengukuhan Habib sebagai Imam Besar di acara itu," ujar anggota Polres Lebak yang tak bersedia disebutkan namanya. Menurut dia, kehadiran aparat keamanan Polres Lebak di lokasi acara merupakan tuntutan tugas dan tanggung jawab sesuai peraturan yang berlaku, sebagai bentuk pengamanan pada segala bentuk kegiatan atau keramaian, termasuk kegiatan keagamaan yang telah diberitahukan sebelumnya.  "Kegiatan keagamaan tidak memerlukan izin formal dari lembaga negara, cukup dengan surat pemberitahuan kepada kepolisian, sesuai aturan perundangan yang berlaku. Kami hanya mendapat surat pemberitahuan tentang adanya rencana kegiatan istigasah, milad, wisuda santri, dan Khoul Syekh Abdul Qadir Jaelani," ujarnya.

    Sementara itu salah seorang praktisi hukum, H. Koswara Purwasasmita, SH, MH, menyatakan, selain kepada FPI, Kodim 0603 Lebak juga kerap memberikan pelatihan bela negara pada berbagai ormas yang terdaftar secara resmi di kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas). "Menurut hemat saya, tak ada yang salah dengan pemberian latihan bela negara pada pelajar dan ormas terdaftar, termasuk FPI. Apalagi setahu saya, selain pelatihan, mereka juga melakukan pemasangan 1.000 bendera merah putih di Lebak," ujar Koswara. Salah seorang staf di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lebak, Iwan membenarkan, kalau kelompok FPI yang di ketuai KH. Kurtubi Z yang beralamat di Lebak Gedong sudah mendaftarkan diri sejak beberapa tahun lalu. "Kami sudah menerima data pelaporan keberadaan seluruh anggota FPI Imam Besar Banten yang beralamat di Lebak Gedong. Kalau secara hierarkinya, dan sesuai undang-undang, surat keputusan yang dikeluarkan pemerintah dipastikan ada di tingkat pusat," tutur Iwan singkat.

    Sinergi

    Sementara itu, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menyatakan, keberadaan ormas Front Pembela Islam (FPI) di Lebak sangat membantu pemerintah. Bahkan organisasi pimpinan Habib Muhammad Rizieq Syihab menjadi garda terdepan dalam beberapa kegiatan positif di antaranya saat terjadinya bencana alam dan program penghijauan, termasuk membantu upaya Pemda Lebak dalam melakukan penertiban tempat-tempat maksiat di kota Multatuli tersebut. Pernyataan itu diungkapkan Iti seusai menggelar rapat dinas dengan seluruh SKPD dan camat di Rangkasbitung, Selasa (10/1/2017). Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, selama ini hubungan antara Pemda Lebak dengan ormas Islam itu cukup harmonis. Bahkan, setiap FPI menyelenggarakan kegiatan selalu berkoordinasi, termasuk saat bulan Ramadan. "Selama ini tidak ada tindakan anarkitis yang dilakukan oleh FPI di Lebak. Bahkan, saat bulan Ramadan mereka selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menertibkan warung-warung nasi yang buka di siang hari," tutur bupati didampingi Sekda Lebak, H. Dede Jaelani dan Kabag Humas Eka Prasetiawan. Ditanya soal pencopotan Dandim 0603 Lebak Letkol Ubaidilah, karena pemberian pelatihan bela negara terhadap FPI, Iti enggan memberikan komentar. "Kalau masalah itu saya tidak mau komentar, karena itu penilaian dari institusi yang bersangkutan kepada Pak Dandim," ucapnya. Meski demikian, Iti menilai apa yang dilakukan selama ini antara FPI dengan berbagai institusi di Lebak, terutama dalam mendukung program pemerintah, seperti program penghijauan dengan menanam 10 ribu pohon di Lebak, dan siaga bencana sangat positif buat masyarakat dan pemerintah daerah. "Sekali lagi saya katakan, sepanjang organisasi itu tidak terlarang, saya sangat wellcome. Apalagi keberadaan mereka sangat membantu pemerintah, seperti ormas FPI," katanya.

    Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kota Serang Amas Tadjudin juga menyikapi sebutan Imam Besar Umat Islam terhadap Habib Rizieq Shihab. "Penganugerahan sebutan imam besar umat Islam, jika yang dimaksud pelibatan terhadap seluruh umat Islam yang beragam paham dan pendapat baik dalam fiqih maupun konsepsi tasawuf dan aqidah, maka hal tersebut tidak akan terjadi alias tidak dikenal istilah sebutan imam besar tersebut," tuturnya. Menurut Amas, jika yang dimaksud sebutan imam besar umat Islam dalam lingkup terbatas di kalangan sendiri (hanya di lingkungan FPI misalnya), maka hal tersebut boleh-boleh saja, sehingga penyebutan lengkapnya imam besar umat Islam versi FPI. "Dalam catatan sejarah penyebutan Imam hanya bagi tokoh-tokoh Islam yang berprestasi di bidangnya. Dan itu tidak ada deklarasi apalagi penganugerahan melibatkan kumpulan massa yang diundang untuk kegiatan tersebut, melainkan penyebutan imam kepada tokoh berprestasi tersebut.

    Imam adalah sapaan kehormatan dari murid-muridnya dan yang sepaham dengan karyanya sama seperti panggilan kiai kepada tokoh agama oleh murid-muridnya," ujarnya. Sehingga, ucap dia, muncul sebutan Imam Syafei, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali, Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Ghozali, Imam Nawawi dan lain lain.  "Penyebutan imam kepada tokoh berprestasi dimaksud bukan dalam pengertian imamah kedaulatan pemerintahan struktural, karena konsep imamah hanya ada diyakini dalam aqidah Syiah seperti Imam Khomaeni di Iran," ucapnya. Menurut Amas, jika yang dimaksud Imam besar umat Islam dianugerahkan kepada seseorang secara melembaga, merujuk kepada pola aqidah syiah bisa saja terjadi, tetapi apakah rencana penganugerahan itu menunjukkan eksistensi Syiah?  "Imam dalam salat tidak diperlukan deklarasi dan penganugerahan, cukup bersepakat menunjuk seseorang sesaat sebelum salat berjamaah dimulai, atau imam rutin di masjid tertentu, sehingga disebut imam besar Masjid Istiqlal misalnya, dan itu hanya berlaku bagi jemaah salat di Masjid Istiqlal," tuturnya. (H-30/H-34/Tisna/Job)***

  • 24 Jan 2017 13:42 WIB

    Hadapi Debat Publik Putaran II, Cagub-Cawagub Harus Lebih Siap

    TIM Pakar Debat Pilgub Banten menilai, terdapat dua hal yang memengaruhi jalannya debat publik, yakni moderator dan kandidat. Oleh karena itu, keduanya harus menguasai terhadap persoalan yang diajukan

  • 24 Jan 2017 13:37 WIB

    Mutasi Jadi Perhatian KPK

    SERANG, (KB).- Proses mutasi pejabat dalam rangka pengisian organisasi perangkat daerah (OPD) di Banten akan menjadi perhatian pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengarahan dan diskusi

  • 24 Jan 2017 13:28 WIB

    Jadwal Debat Calon Diundur

    SERANG, (KB).- Pelaksanaan debat publik putaran kedua yang rencananya diselenggarakan pada Rabu (25/1) dipastikan mundur pada waktu yang belum ditentukan. Debat terpaksa mundur, karena ketidaksiapan

  • 24 Jan 2017 13:25 WIB

    Layanan Masyarakat Berbasis Android, Aplikasi Banten Bersatu Diluncurkan

    Aplikasi Banten Bersatu resmi diluncurkan, Senin (23/1/2017) di Alun-alun Barat, Kota Serang. Aplikasi berbasis android ini digagas oleh Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo ditujukan

  • 24 Jan 2017 13:24 WIB

    Rano: Infrastruktur Prioritas Pembangunan

    SERANG, (KB).- Warga Perumahan Puri Anggrek Serang berkeluh kesah mengenai kondisi jalan perumahan yang rusak. Warga mengaku lelah dengan kondisi jalan yang rusak parah. Kami berharap agar pemimpin

  • 24 Jan 2017 13:22 WIB

    Pemerkosa Buruh Pabrik Ditangkap

    SERANG, (KB).- Tak butuh waktu lama, petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang membekuk pelaku pemerkosaan disertai dengan penganiayaan berat terhadap buruh pabrik sepatu berinisial

  • 24 Jan 2017 12:48 WIB

    Warga Unyur Waswas, Segera Pasang Palang Pintu Rel KA!

    Warga Kelurahan Unyur, Kota Serang meminta agar pemerintah terkait segera memasang palang pintu di perlintasan kereta api (KA) di Jalan Tubagus Raya Kelurahan Unyur, Kota Serang. Alasannya,

  • 24 Jan 2017 12:47 WIB

    WH Turun ke Sawah, Andika Gagas Taman Kreatif

    SERANG, (KB).- Calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) melakukan kampanye di tempat berbeda untuk menyerap aspirasi. Kemarin, WH mengunjungi Desa Mekar

2. Ads 125 x 125