Lokasi saya : Kabar-banten.com / Halaman Utama / Pesta Miras, ABG Digilir

Pesta Miras, ABG Digilir

17 Nov 2016 12:33 WIB
  • Bunga (bukan nama sebenarnya) harus merelakan kegadisannya direnggut enam pemuda. Gadis berusia 17 tahun asal Anyer, Kabupaten Serang ini digilir setelah kehilangan kesadaran akibat pesta minuman keras jenis kecut bersama temannya. Kasus pemerkosaan yang dialami Bunga, terjadi pada Selasa 19 Januari 2016. Ketika itu, Bunga sedang menenggak minuman keras jenis kecut bersama Sawal (buron), Omat, dan Roni di dekat pohon besar di Desa Grogol Indah, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Saat sedang pesta miras, terdakwa Mulyawan dan terdakwa Haris (penuntutan terpisah) yang baru datang ikut bergabung. Setelah beberapa tenggak miras, Omat dan Roni pamit pulang meninggalkan korban dan temannya. Tak lama dari Roni dan Omat pulang, korban mulai kehilangan kesadaran. Korban yang teler mengundang nafsu terdakwa Haris. Ia kemudian mencabuli korban.

    Perbuatan cabul terdakwa Haris mengundang birahi Sawal. Oleh Sawal, korban diperkosa setelah pakaiannya dilucuti. Agar tidak berontak saat diperkosa, terdakwa Mulyawan memegangi tangan korban. Setelah puas, Sawal kemudian berganti memegangi tangan korban. Terdakwa Mulyawan kemudian memperkosa korban. Diperkosa kedua temannya, kemalangan korban tidak berhenti di situ. Terdakwa Haris yang menunggu giliran juga memperkosa korban. Seusai pemerkosaan itu, terdakwa Mulyawan dan Sawal lalu mengajak korban ke sebuah warung dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya di lokasi, korban bertemu dengan terdakwa Rasmin (penuntutan terpisah), Jaya (buron), dan Torik (buron). Jaya yang ketika itu sedang membawa mobil mengajak Torik, Rasmin, Mulyawan ke Pantai Anyer. Setibanya di pantai, Jaya meminta kepada Torik, Rasmin, Mulyawan untuk meninggalkannya bersama Bunga di dalam mobil. Rupanya, permintaan Jaya itu terdapat maksud terselebung. Ia ternyata ingin memperkosa korban.

    Pemerkosaan terhadap korban kembali berlanjut, kali ini kembali dilakukan oleh terdakwa Mulyawan. Melihat korban sudah disetubuhi Jaya, ia kemudian masuk ke mobil dan membawanya ke sebuah gubuk. Di gubuk itu, korban kembali diperkosa. Torik yang menyaksikan pemerkosaan itu juga tidak ingin melewatkan kesempatan. Ia kemudian memperkosa korban yang kala itu masih dalam kondisi lemas. Tak lama setelah korban diperkosa Torik, Jaya kemudian mengajak temannya jalan-jalan ke daerah Mancak, Kabupaten Serang. Di perjalanan, korban kembali diperkosa oleh Rasmin yang duduk di kursi belakang mobil. Kasus pemerkosaan itu oleh korban kemudian dilaporkan kepada keluarganya. Pihak keluarga yang tidak terima kemudian membuat laporan di UPPA Polres Cilegon. Dari laporan itu, polisi berhasil meringkus Mulyawan, Haris, dan Rasmin, sedangkan Jaya cs masih buron.

    Akibat perbuatannya, terdakwa Mulyawan dijatuhi pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan. Majelis hakim yang diketuai Dasriwati menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal 81 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP joPasal 64 ayat (1) KUHP. ”Menyatakan terdakwa Mulyawan terbukti bersalah melakukan persetubuhan secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan serta denda Rp 5 miliar. Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana selama 3 bulan,” ujar Dasriwati saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (16/11/2016). Menanggapi putusan itu, terdakwa Mulyawan yang didampingi kuasa hukumnya Sri Murtini menyatakan sikap menerima. Sikap yang sama diambil oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon Raden Timur Rudianto. Ia menerima putusan hakim karena sudah sesuai dengan tuntutan. ”Menerima yang mulia,” tuturnya. (Fahmi/”KB”)***

  • 24 Jan 2017 13:42 WIB

    Hadapi Debat Publik Putaran II, Cagub-Cawagub Harus Lebih Siap

    TIM Pakar Debat Pilgub Banten menilai, terdapat dua hal yang memengaruhi jalannya debat publik, yakni moderator dan kandidat. Oleh karena itu, keduanya harus menguasai terhadap persoalan yang diajukan

  • 24 Jan 2017 13:37 WIB

    Mutasi Jadi Perhatian KPK

    SERANG, (KB).- Proses mutasi pejabat dalam rangka pengisian organisasi perangkat daerah (OPD) di Banten akan menjadi perhatian pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengarahan dan diskusi

  • 24 Jan 2017 13:28 WIB

    Jadwal Debat Calon Diundur

    SERANG, (KB).- Pelaksanaan debat publik putaran kedua yang rencananya diselenggarakan pada Rabu (25/1) dipastikan mundur pada waktu yang belum ditentukan. Debat terpaksa mundur, karena ketidaksiapan

  • 24 Jan 2017 13:25 WIB

    Layanan Masyarakat Berbasis Android, Aplikasi Banten Bersatu Diluncurkan

    Aplikasi Banten Bersatu resmi diluncurkan, Senin (23/1/2017) di Alun-alun Barat, Kota Serang. Aplikasi berbasis android ini digagas oleh Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo ditujukan

  • 24 Jan 2017 13:24 WIB

    Rano: Infrastruktur Prioritas Pembangunan

    SERANG, (KB).- Warga Perumahan Puri Anggrek Serang berkeluh kesah mengenai kondisi jalan perumahan yang rusak. Warga mengaku lelah dengan kondisi jalan yang rusak parah. Kami berharap agar pemimpin

  • 24 Jan 2017 13:22 WIB

    Pemerkosa Buruh Pabrik Ditangkap

    SERANG, (KB).- Tak butuh waktu lama, petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang membekuk pelaku pemerkosaan disertai dengan penganiayaan berat terhadap buruh pabrik sepatu berinisial

  • 24 Jan 2017 12:48 WIB

    Warga Unyur Waswas, Segera Pasang Palang Pintu Rel KA!

    Warga Kelurahan Unyur, Kota Serang meminta agar pemerintah terkait segera memasang palang pintu di perlintasan kereta api (KA) di Jalan Tubagus Raya Kelurahan Unyur, Kota Serang. Alasannya,

  • 24 Jan 2017 12:47 WIB

    WH Turun ke Sawah, Andika Gagas Taman Kreatif

    SERANG, (KB).- Calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) melakukan kampanye di tempat berbeda untuk menyerap aspirasi. Kemarin, WH mengunjungi Desa Mekar

2. Ads 125 x 125