Lokasi saya : Kabar-banten.com / Halaman Utama / ”Dedication of Life”, Sebuah Catatan tentang Pengabdian

”Dedication of Life”, Sebuah Catatan tentang Pengabdian

11 Jan 2017 15:15 WIB
  • Calon Gubernur Banten Rano Karno mendapat kehormatan membacakan ”Dedication of Life” yang ditulis Sang Proklamator Bung Karno pada Peringatan HUT ke-44 PDI Perjuangan di Jakarta Convention Center, Selasa (10/1/2017). Di hadapan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri dan Presiden Jokowi, Rano memiliki kesan yang mendalam. Berikut catatan Rano Karno yang dirilis ke wartawan, kemarin. ”Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa. Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini saya merasa hidupku bahagia dan membawa manfaat.” ( ”Dedication of Life” - Sukarno )

    Dada bergemuruh ketika saya tiba di dua bait akhir—ketika diamanahi membacakan ”Dedication of Life” yang ditulis Presiden Soekarno pada 10 September 1966. Bertepatan dengan ulang tahun PDI Perjuangan ke-44, di hadapan para pimpinan lembaga tinggi negara, genap 5 tahun saya mempersembahkan darma untuk Banten. Saya memang tidaklah seberapa dibandingkan capaian gemilang yang telah dicapai Putera Sang Fajar Soekarno yang telah memproklamasikan kemerdekaan bangsa, membanggakan Indonesia dengan gelora senayan dan kemegahan Monas di pusat ibu kota. Tapi sejak semula saya telah berikrar mewakafkan diri saya demi kesejahteraan bangsa, rakyat Banten tercinta. Fakta yang dilengkapi oleh seunggun data sedikitnya mewakili ikhtiar keras yang bersama-sama telah dilakukan. ” Si Doel” sudah bekerja, sedang bekerja, dan akan terus bekerja bagi Banten. Jika akibat persoalan di masa lalu Banten menyandang citra yang tak terlalu menggembirakan, opini keuangan Banten sudah bergeser menjadi WDP. KPK-pun sudah kita minta berkantor di KP3B (Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten). Jika disebut derajat kesejahteraan Banten menurun, marilah kita berkaca pada angka yang disajikan oleh BPS Banten.

    Alhamdulillah, di penghujung masa jabatan September 2016 kemiskinan menurun pada angka 5,36% dengan jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan sebanyak 657 ribu jiwa mengantarkan Banten sebagai provinsi dengan presentase kemiskinan terendah/terkecil ke-5 se-Indonesia. Tingkat pengangguran terbuka Banten pernah mencapai angka 19% pada tahun 2006. Tapi Alhamdulillah—meskipun masih terhitung tinggi—karena memiliki magnet investasi, usaha, dan industri, sepuluh tahun kemudian tingkat pengangguran terbuka Banten sepanjang 2016 ini mencatat rekor terendah sepanjang Banten berdiri. Pada Maret 2016 mencapai angka 7,95% dan September 8,92% atau turun 10%. Hal itu tak lepas dengan rekor yang ditorehkan oleh penanaman modal Banten, di mana pada tahun 2015 telah mencapai lebih Rp 45 triliun dan memuncak pada tahun 2016 yang pada laporan triwulan III mencapai Rp 42,5 triliun atau 85% dari target nasional dan 301,42% dari target yang telah ditetapkan dalam RPJMD. Prestasi ini telah mengantarkan Banten sebagai daerah tujuan investasi ke-3 terbesar se-Indonesia. Setelah selama ini impor Banten selalu lebih tinggi dibandingkan ekspor, pada tahun 2016 Banten mencatatkan surplus perdagangan sebesar 0,49 juta dolar AS.

    Pertumbuhan Ekonomipun menunjukkan konsistensi di atas rata-rata nasional dan Pulau Jawa. Apakah ini merata? Tingkat inflasi yang pernah mencapai 10,2% pada tahun 2014, mencapai rekor terendah bagi Banten pada tahun 2016 yaitu hanya 2,94%. Gini rasio Banten yang sempat melebihi 0,4 sepanjang 2012-2014, pada 2015-2016 kembali turun ke angka 0,38. Bahkan ekspos BPS menunjukkan bahwa Banten memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi inklusif (pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada kaum duafa) terbaik se-Indonesia. Di lihat dari kacamata IPM, pada rilis terakhir menaikkan posisi Banten sebagai daerah berkategori IPM tinggi 70,27—hingga mengantarkan Banten sebagai provinsi berperingkat IPM terbaik ke-8 se-Indonesia. Meski demikian, sejumlah kasus gizi buruk, anak manusia yang dipasung, kaum duafa yang terpinggirkan masih bisa ditemukan di sejumlah wilayah di Banten. Dengan segala upaya kita tangani dengan subsidi iuran BPJS melalui Jamkesda, bantuan tunai melalui Jamsosratu, subsidi beras untuk keluarga sejahtera (rastra), pemanfaatan dana tak terduga untuk kejadian luar biasa dan dukungan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat, serta penanganan kemiskinan ”by name by address” berbasiskan data TNP2K.

    Tidaklah pantas Banten tidak sejahtera, karena menurut ekonom kebanggaan kita Prof. Dorodjatun Kuntjoro Djakti, Banten memiliki modal sejarah. Di Banten bertempat kerajaan tertua di Indonesia (Salakanagara) dengan armada laut yang pernah mencapai eropa, kekuasaan yang pernah meliputi Banten, Jakarta, Lampung, dan Bogor. Teluk Banten adalah pelabuhan terbesar pada zamannya dengan corak kosmopolismenya yang jauh mendahului Batavia. Banten memiliki surplus tenaga produktif sampai 2050 dan secara geografis Banten adalah jangkar Pulau Jawa, Gerbang Barat Indonesia, diapit Selat Sunda sebagai ALKI 1, dan berpotensi sebagai kekuatan utama Poros Samudera Indonesia. Namun, sebagian paras Banten adalah paras yang mengisahkan disparitas—antara wilayah utara dan wilayah selatan. Antara poros jalan tol Tangerang-Merak dengan poros Panimbang-Bayah. Maka yang kami lakukan adalah ”separuh memaksa” pemerintah pusat memperbaiki jalan nasional Anyer-Bayah. Selain itu, dengan kekuatan APBD terbatas melibatkan BUMN berkelas, kami berkeras memperbaiki ruas Saketi-Malingping, betonisasi ruas Palima-Pasar Teneng, pelebaran Pakupatan-Palima, melebarkan Jalan Hasyim Asyari, Muncul-Otista serta Citeras-Tigaraksa—selain secara regular menangani jalan dan jembatan yang berada dalam kewenangan provinsi. Ratusan miliaran juga kami gelontorkan melalui dana bantuan provinsi bagi kabupaten/kota untuk memperbaiki ruas jalan kabupaten/kota sehingga, alhamdulillah, pada akhir jabatan kami ruas jalan provinsi yang rusak kini tinggal tersisa 19.8% dari total panjang 756,47 km. Cukuplah wajah sumringah warga yang menikmati hajat di jalan provinsi menjadi penghibur kerja keras yang telah diupayakan.

    Keberpihakan pada petanipun tidak kita abaikan. Kita bahu membahu dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, tentara, dan komunitas, melalui perbaikan sarana prasarana, irigasi, dan fasilitasi asuransi bagi petani. Produksi gabah kering giling Banten pada tahun 2016 mencapai rekor tertinggi yaitu 2,35 juta ton. Wajah religius Banten pun kini kian tersemai dengan keberhasilan Banten meraih Juara Umum MTQ 2016 di NTB serta kesuksesan di ajang Pospenas di Banten. Upaya untuk mengatasi ketimpangan juga kami tempuh melalui kemitraan harmonis dengan pemerintah Jokowi-JK melalui proyek strategis nasional yang ada di Banten. Kami berikhtiar sampai tahun 2022 motor vibrasi ekonomi Banten sedang melalui jalan tol Serang-Panimbang tuntas terbangun untuk menghadirkan sentra industri kecil agro pada setiap interchange yang dilalui; tol Serpong-Balaraja bisa segera diselesaikan agar bisa menghadirkan sentra industri kreatif pada setiap interchange-nya; TPST regional terbangun di Tangerang agar tidak lagi menyisakan keluhan sampah warga Tangerang; Bendungan Karian dan Sindangheula bisa dituntaskan hingga tidak lagi menyisakan kekurangan air khususnya bagi industri sehingga bisa meningkatkan daya saing industri Banten; KEK Tanjung Lesung dengan Bandar Udara terbangun supaya bisa menjadi motor ekonomi wisata Banten; terminal LPG Banten tuntas demi mengurangi horor ketergantungan impor Banten untuk bahan baku industri petrokimia; serta infrastruktur pengangkutan massal perlahan dikembangkan seperti reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan dan Saketi-Bayah terwujud sehingga akan mengurai kemacetan yang sebelumnya dirasakan.

    Demi pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan kekuatan UU No. 3 Tahun 2014 kami akan bermitra dengan Kawasan Industri untuk mengalokasikan 2% dari luas lahannya untuk Sentra Industri Kecil dengan didorong penciptaan ribuan wirausaha muda kreatif. Setelah kewenangan pesisir ada di tangan Provinsi (UU No. 23 tahun 2014), maka pengembangan sabuk maritimpun akan dioptimalkan dengan sinergi pembangunan minapolitan, pembangunan pelabuhan regional perikanan modern Pontang dan Labuan, serta usaha-usaha maritim seperti galangan kapal, pengolahan ikan, rumput laut dan wisata air pada 517,42 km panjang pantai Banten. SDM unggulpun akan kami kembangkan dengan kewenangan pendidikan menengah di tangan kami melalui pengembangan akademi komunitas, SMK yang terintegrasi dengan dunia kerja, SMU inklusif dan unggul, serta BLKI Provinsi yang modern dan antisipatif terhadap perkembangan dunia usaha. Menggandeng akademisi dan lembaga penelitian, dunia usaha dan komunitas—terlebih banyak kampus dan akademisi unggul, Banten harus terdepan mengembangkan bioteknologi pada dunia pertanian, teknologi informasi pada dunia industri dan pemerintahan, serta nanoteknologi dalam dunia kedokteran dan industri. Sehingga Banten akan dikenal sebagai daerah berperadaban modern tanpa melupakan akar-akar kearifan lokal.

    Tidak ada alasan bagi Banten untuk tidak maju dengan segenap modal potensi alam, geografis dan sumber daya manusia yang dimiliki. Yang dibutuhkan Banten hanyalah pemimpin yang baik. Dengan meminjam analog ikan yang dituturkan Bapak Taufiequrrachman Ruki, mantan ketua KPK, kepala ikan tidak boleh busuk supaya ikannya tidak busuk. Sebagai manusia biasa, saya tak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagiaanku adalah mengabdi kepada Tuhan, kepada tanah air, kepada bangsa (Soekarno). Keharuan semakin saya rasa ketika ”Dedication of Life” Presiden Soekarno tuntas saya bacakan di hadapan para peserta yang hadir. Apa yang telah dituliskan Sang Proklamator telah mengajak kita berintrospeksi, semakin menguatkan azam saya untuk terus mewakafkan diri bagi Banten. (H-48)***

  • 24 Jan 2017 13:42 WIB

    Hadapi Debat Publik Putaran II, Cagub-Cawagub Harus Lebih Siap

    TIM Pakar Debat Pilgub Banten menilai, terdapat dua hal yang memengaruhi jalannya debat publik, yakni moderator dan kandidat. Oleh karena itu, keduanya harus menguasai terhadap persoalan yang diajukan

  • 24 Jan 2017 13:37 WIB

    Mutasi Jadi Perhatian KPK

    SERANG, (KB).- Proses mutasi pejabat dalam rangka pengisian organisasi perangkat daerah (OPD) di Banten akan menjadi perhatian pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengarahan dan diskusi

  • 24 Jan 2017 13:28 WIB

    Jadwal Debat Calon Diundur

    SERANG, (KB).- Pelaksanaan debat publik putaran kedua yang rencananya diselenggarakan pada Rabu (25/1) dipastikan mundur pada waktu yang belum ditentukan. Debat terpaksa mundur, karena ketidaksiapan

  • 24 Jan 2017 13:25 WIB

    Layanan Masyarakat Berbasis Android, Aplikasi Banten Bersatu Diluncurkan

    Aplikasi Banten Bersatu resmi diluncurkan, Senin (23/1/2017) di Alun-alun Barat, Kota Serang. Aplikasi berbasis android ini digagas oleh Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo ditujukan

  • 24 Jan 2017 13:24 WIB

    Rano: Infrastruktur Prioritas Pembangunan

    SERANG, (KB).- Warga Perumahan Puri Anggrek Serang berkeluh kesah mengenai kondisi jalan perumahan yang rusak. Warga mengaku lelah dengan kondisi jalan yang rusak parah. Kami berharap agar pemimpin

  • 24 Jan 2017 13:22 WIB

    Pemerkosa Buruh Pabrik Ditangkap

    SERANG, (KB).- Tak butuh waktu lama, petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang membekuk pelaku pemerkosaan disertai dengan penganiayaan berat terhadap buruh pabrik sepatu berinisial

  • 24 Jan 2017 12:48 WIB

    Warga Unyur Waswas, Segera Pasang Palang Pintu Rel KA!

    Warga Kelurahan Unyur, Kota Serang meminta agar pemerintah terkait segera memasang palang pintu di perlintasan kereta api (KA) di Jalan Tubagus Raya Kelurahan Unyur, Kota Serang. Alasannya,

  • 24 Jan 2017 12:47 WIB

    WH Turun ke Sawah, Andika Gagas Taman Kreatif

    SERANG, (KB).- Calon Gubernur-calon Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) melakukan kampanye di tempat berbeda untuk menyerap aspirasi. Kemarin, WH mengunjungi Desa Mekar

2. Ads 125 x 125