404 Page Not Found

The page you requested was not found.

Siti Hanafiah, Balita Penderita Limpoma Butuh Uluran Tangan

Lokasi saya : Kabar-banten.com / Cilegon / Siti Hanafiah, Balita Penderita Limpoma Butuh Uluran Tangan

Siti Hanafiah, Balita Penderita Limpoma Butuh Uluran Tangan

16 Feb 2017 14:00 WIB
  • SITI HALIMAH (4), terlihat lemas dalam pelukan ibunya, Ariyanti (22), ketika rombongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilegon dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) menyambangi di rumahnya, di Lingkungan Palas Bendungan, RT03/RW02, Selasa (14/2/2017). Tubuhnya tampak lunglai, tidak bergerak sedikit pun. Sesekali matanya melirik ke kiri dan ke kanan. Selebihnya, balita tersebut hanya diam dalam pelukan ibunya. Memprihatinkan memang. Di usianya yang masih bayi, ia harus berjuang hidup melawan penyakit limpoma dan leukemia stadium tinggi. Kondisi tubuh Siti juga terlihat cukup memilukan. Kaki dan tangannya sangat kurus hingga struktur tulang terlihat jelas dibalik kulitnya yang gelap. Berbeda dengan bagian perutnya, tampak mengembung. Selang berwarna putih juga tampak menempel pada hidung kiri balita mungil tersebut.

    Ariyanti mengatakan, perut Siti sedang diserang limpoma, sehingga membesar. "Awalnya perut Siti diserang cairan getah bening. Lalu, lambat laun menjadi tumor, dokter mengatakan itu penyakit limpoma. Makanya perutnya besar," katanya. Siti menderita limpoma baru terdeteksi beberapa pekan lalu. Penyakit tersebut menambah penderitaan Siti yang selama satu tahun ini menderita leukemia. "Sejak April 2016 lalu, anak saya terdiagnosa menderita leukemia. Kalau limpoma sendiri baru kemarin-kemarin ketahuannya," ujarnya. Siti adalah anak pertama pasangan Ariyanti dan Asep Supriadi (25). Ariyanti hanya ibu rumah tangga biasa, sementara suaminya seorang pemulung. Telah lama faktor kemiskinan menjerat keluarga tersebut. Apalagi setelah anak kedua mereka meninggal, pasangan tersebut harus kembali berjuang untuk mempertahankan nyawa anak pertamanya dari serangan penyakit akut. "Kami sudah mendapat penjelasan dari para dokter, jika leukemia Siti termasuk stadium paling tinggi. Jika sekarang bisa diobati, entah kapan nanti penyakit ini pasti akan menyerang kembali. Tapi, saya tidak mau menyerah, meskipun kecil harapannya, tapi saya akan terus obati Siti," ucapnya.

    Sejak leukemia menyerang Siti, tahun lalu, Ariyanti dan Asep telah berupaya mengobati anaknya ke sejumlah rumah sakit. Awalnya, Siti dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon. Namun, pihak rumah sakit kemudian merujuk Siti ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Hanya saja faktor ekonomi membuat surat rujukan tersebut bak selembar kertas biasa. Sebab, untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, Siti butuh anggaran yang besar. Untung saja pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pemkot Cilegon mengulurkan tangan untuk membantu Siti. Ia lalu dilarikan ke RSUD Banten, kemudian dirujuk ke RSCM. Di rumah sakit tersebut, Siti mendapat pelayanan kemoterapi dengan biaya yang ditanggung BPJS selama setahun terakhir. Meskipun telah mendapatkan pelayanan kesehatan, muncul lagi persoalan lain yang membuat mereka pusing tujuh keliling. "Kami terkendala biaya operasional untuk sampai ke RSCM. Buat ongkos, makan, menginap, dan sebagainya, itu kami tidak punya sama sekali," tuturnya.

    Bentuk perhatian memang mengalir, paling terasa, adalah bantuan uang alakadar dari lurah setempat. Ia juga menerima bantuan dari pihak Rumah Zakat Cilegon Rp 10 juta. "Kami pun sempat menerima bantuan dari Dinsos Cilegon Rp 1 juta," katanya. Kini, Siti benar-benar membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Ariyanti sangat bersyukur, ketika didatangai Fraksi PKS DPRD Cilegon dalam rangka memberikan bantuan. "Terima kasih atas bantuannya, semoga anak saya bisa terbantu pengobatannya dengan bantuan ini," ujarnya. Sementara itu, anggota Fraksi PKS DPRD Cilegon, Abdul Goffar mengatakan, jika pihaknya mengetahui kabar tentang kondisi Siti dari salah satu kader. "Saya dapat informasi dari salah satu kader, bahwa di sini ada balita penderita gizi buruk. Tapi, ternyata jauh lebih parah dibandingkan gizi buruk, kami cukup prihatin," ucapnya yang juga Ketua DPD PKS Kota Cilegon tersebut. Ia yang juga Ketua Komisi II DPRD Cilegon tersebut menuturkan, akan mendorong pihak Dinsos Cilegon untuk memberikan bantuan secara stimulan. "Kami juga berharap, agar para dermawan di Cilegon dan sekitarnya untuk ikut membantu perjuangan orangtua Siti ini," tuturnya. (Sigit Angki Nugraha/Job)***

  • 22 Mar 2017 13:46 WIB

    Samsat Kaji Pendapatan SIPA

    CILEGON, (KB).- Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Kota Cilegon mulai mengkaji untuk menarik pendapatan dari sektor surat izin pengambilan air (SIPA) permukaan. Jika hal tersebut dapat

  • 22 Mar 2017 13:45 WIB

    ”Landscape” Gedung Satpol PP Cilegon Rp 1,2 M

    CILEGON, (KB).- Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kota Cilegon sedang melakukan penyelesaian pembangunan Gedung Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon. Tahun ini,

  • 21 Mar 2017 14:29 WIB

    Sering Keluar Kota, Kinerja Sekwan Kota Cilegon Disorot

    CILEGON, (KB).- Kinerja Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Kota Cilegon, Didi Sukriadi disorot anggota dewan setempat. Sebab, ia dinilai terlalu sering keluar kota. Beberapa wakil

  • 21 Mar 2017 14:27 WIB

    Staf Ahli Protes

    CILEGON, (KB).- Sejumlah staf ahli fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon yang mengatasnamakan diri sebagai Forum Tenaga Ahli Fraksi kecewa terhadap kinerja Sekretariat DPRD

  • 20 Mar 2017 12:47 WIB

    Disesalkan,

    CILEGON, (KB).- Kalangan anggota Dewan Perwakilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon menyesalkan gagalnya groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Terminal Laut

  • 20 Mar 2017 12:46 WIB

    Pelayanan Publik Perlu Dibenahi

    CILEGON, (KB).- Standar pelayanan publik pada beberapa dinas pelayanan teknis di Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dinilai perlu banyak perbaikan. Hal itu terlihat berdasarkan satu dinas pelayanan

  • 18 Mar 2017 10:36 WIB

    ”Groundbreaking” Terminal Laut Batal, Menhub Minta Pelabuhan Warnasari Dikaji Ulang

    CILEGON, (KB).- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dan PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menggelar acara groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Terminal Laut Warnasari, batal.

  • 18 Mar 2017 10:35 WIB

    Terkait Sengketa Gusuran di Cikuasa, Pemkot Cilegon Tunggu Putusan PTUN

    CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon sedang menunggu hasil keputusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Ini terkait upaya banding atas kekelahan di Pengadilan Negeri (PN)

2. Ads 125 x 125