Selasa, 12 Desember 2017
Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha pada Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik memukul gong saat membuka acara Gebyar UMKM Tahun 2017 yang diadakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Banten di Pusat Layanan Usaha Terpadu Kota Serang, Rabu (6/12/2017).*

Seribu UKM Ditarget Naik Kelas

Selama rentan waktu 2017 hingga 2022, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten berencana meningkatkan kelas 1.000 UKM di Banten, dari awalnya UKM tingkat kecil menjadi menengah, dan UKM tingkat mikro menjadi kecil. Peningkatan kelas tersebut bertujuan agar UKM di Banten berkontibusi positif terhadap perkembangan ekonomi daerah.

Kepala Dinkop dan UKM Banten, Maysaroh Mawardi mengatakan, sejauh ini pertumbuhan jumlah UMKM di Banten terbilang positif. “Kita untuk 2018 kita akan terus mengembangkan UKM, salah satunya dengan produk masuk ke online, banyak kerja sama, dan pemanfaatan gedung PLUT untuk pengembangan bisnis,” katanya seusai kegiatan Gebyar Koperasi Usaha Kecil Mikro (KUKM) Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Kota Serang, Rabu (6/12/2017).

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, jumlah UKM di Banten saat ini telah mencapai 984.188 unit. Rinciannya 823.496 usaha tingkat mikro, 153.313 usaha tingkat kecil, dan 7.309 tingkat menengah. “Semua menyerap tenaga kerja yang sangat banyak,” ujarnya.¬† Tidak hanya UKM, geliat pertumbuhan juga terlihat dari sektor koperasi. Kedepannya koperasi yang sudah juga harus terus ditingkatkan agar lebih maju. Targetnya 2018 nanti pihaknya akan meningkatkan 10 koperasi. “Sekarang pertumbuhan jumlah UMKM dan koperasi di Banten sudah termasuk positif,” tuturnya.

Sementara, Asda II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, Ino S Rawita mengatakan, meski pertumbuhan jumlah UKM dan koperasi sudah cukup positif, namun dari sisi perkembangan masih terbilang belum memuaskan. Hal tersebut umumnya disebabkan oleh kepemilikan modal dan kemampuan sumber daya manusia (SDM). “Sementara ini masih biasa-biasa saja, tetapi sama aja dengan provinsi lain,” katanya.

Kedepannya, UKM dan koperasi akan terus dibina agar semakin maju. Terlebih saat permodalan sudah mulai banyak disediakan oleh perbankan. Artinya, UKM dan koperasi tidak akan lagi kesulitan mencari suntikan dana. “Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten sangat konsen sekali terhadap pengembangan UMKM,” ujarnya.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha pada Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik mengatakan, pihaknya mendorong pengembangan UMKM dan koperasi di Banten. Sejauh ini ia melihat potensi UMKM dan Koperasi di Banten cukup besar. “Saya mengapresiasi langkah Dinas Koperasi dan UKM Banten yang sudah melaksanakan kegiatan Gebyar KUKM ini. Kegiatan ini positif untuk mendorong semangat UMKM dan koperasi di Banten,” katanya. (Sutisna)***


Sekilas Info

honorer kelurahan

Aktivis Nilai Perlindungan HAM Belum Ditegakkan

SERANG, (KB).-¬†Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional diwarnai aksi unjuk rasa aktivis mahasiwa yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *