Selasa, 17 Oktober 2017

Satpol PP Segera Tindak Waralaba Multatuli

LEBAK, (KB).- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak, menanggapi serius protes warga terhadap perluasan bangunan warababa Multatuli di Kampung Lebak Saninten RT 02/02, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung. Untuk memastikan ada tidaknya izin perluasan waralaba itu, Satpol PP Lebak akan melayangkan surat pemanggilan kepada pemilik atau pihak perusahaan yang membawahi waralaba tersebut.

Plt Kepala Dinas Satpol PP Lebak, Dedi Supratnawijaya menyatakan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan pada waralaba Multatuli, khususnya pelaksanaan perluasan gedungnya. ”Kami akan melakukan pengecekan terhadap waralaba Multatuli. Jika benar sedang melakukan proses pembangunan pelebarannya, serta tidak segera memproses perizinannya, maka kami akan melakukan pemanggilan kepada pemiliknya,” kata Dedi Supratnawijaya, Selasa (10/10/2017).

Dedi menegaskan, jika waralaba akan melakukan perluasan gerainya, maka surat izin mendirikan bangunan (IMB) yang sudah ada harus diperbarui. Karena luas ataupun panjang bangunan tersebut tentu akan berubah, sehingga tidak akan sesuai lagi dengan IMB yang lama. Jika pemilik atau perusahaan yang membawahi waralaba Multatuli mengindahkan pemanggilan dari pihaknya, maka yang akan dilakukan Dinas Satpol PP adalah mengimbau sekaligus mendorong agar pembangunan pelebaran bangunan waralaba tersebut segera diurus perizinannya. Ditambahkan, pihaknya akan meminta pihak pemilik atau perusahaan waralaba untuk segera melakukan konsultasi ke Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Lebak (DPMPTSP).

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Lebak, Muhamad Arif menegaskan, persoalan pembangunan pelebaran bangunan waralaba Multatuli yang diprotes warga Lebak Saninten harus segera ditindaklanjuti serta diselesikan dengan baik. Terkait masalah perizinan, Arif mendesak Pemkab untuk segera turun tangan melakukan teguran keras kepada pihak pemilik atau perusahaan waralaba tersebut.

”Kalau memang proses pelebaran bangunan waralaba tersebut tidak disertai perizinannya, kami harap Pemkab menindak tegas untuk menghentikan kegiatan pembangunannya,” ujar Muhamad Arif. Ahmad, warga Lebak Saninten menambahkan, jika tidak ada tindakan tegas dari Pemkab, maka jangan salahkan warga jika proses pelebaran bangunan waralaba tersebut akan dihentikan sendiri oleh warga.(Lugay/Job)***


Sekilas Info

Jalan Penghubung Dua Desa di Sobang Longsor

LEBAK, (KB).- Jalan poros desa yang menghubungkan Desa Sukamaju-Desa Sindanglaya, Kecamatan Sobang, Sabtu (14/10) alami …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *