Rabu, 20 September 2017
Polisi menangkap seorang petugas satuan pengamanan yang dilaporkan telah mencabuli belasan anak perempuan di Tangerang Selatan (Tangsel).

Satpam Cabuli 13 Bocah Perempuan

TANGERANG, (KB).- Polisi menangkap seorang petugas satuan pengamanan yang dilaporkan telah mencabuli belasan anak perempuan di Tangerang Selatan (Tangsel). Modus yang digunakan adalah mengajak korban menonton film horor. Korban yang ketakutan saat melihat adegan seram biasanya mendekati dan memeluk tersangka. Saat itulah tersangka menggerayangi tubuh korban dan mencabulinya.

Tersangka berinisal (59). Dia dibekuk di kediamannya di Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. “Korbannya adalah anak-anak yang menjadi teman dari cucu tersangka,” kata Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Fadli Widiyanto, Kamis (4/5/2017).

Tersangka M  melakukan perbuatan cabulnya di rumahnya di Jalan Bidar, Keluarahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. “tersangka melampiaskan nafsu bejatnya tersebut sejak Desember 2014,” tuturnya.

Adapun modus yang pelaku lakukan adalah dengan mengajak korban LAK (8) ke rumahnya untuk menonton film-film horror. “Namun film tersebut terdapat gambar-gambar porno. Kemudian korban dipeluk hingga melakukan persetubuhan dengan alasan untuk melindungi,” ujar Fadil.

Ia mengatakan, peristiwa pencabulan terungkap ketika sejumlah ibu-ibu mulai mendapatkan keluhan dari anak-anak mereka soal perlakuan cabul pelaku. Mereka yang tidak terima, kemudian melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

“Jumlah korban ada 13, namun baru 6 korban persetubuhan yang berhasil dimintai keterangan. Pelaku melakukan persetubuhan sebanyak satu kali satu korban,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander menambahkan, pihaknya juga mengambil keterangan dari korban dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), serta psikolog dari UIN Ciputat.

Menurut dia, tersangka dapat dijerat pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI No.35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun  maksimal 15 tahun dan dengan denda paling banyak Rp 5 Miliar. ***


Sekilas Info

Penyebar Konten SARA Ditembak di Ciledug

PIHAK Polsek Ciledug berhasil mengamankan penyebar konten berunsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *