Jumat, 24 November 2017

Saat Atur Lalu Lintas, Anggota Polisi Dikeroyok 14 Pelajar

TANGERANG, (KB).- Anggota polisi yang sedang mengatur lalu lintas di Jalan Raya Puspitek, Kelurahan Setu, Tangerang Selatan menjadi korban pengeroyokan 14 pelajar. Seorang di antara para pelajar tersebut diketahui membawa senjata tajam berupa celurit. “Korban atas nama Ajun Inspektur Satu Sugiri Satuan Sabhara Polsek Cisauk ini sedang mengatur lalu lintas pada Kamis (7/9/2017) lalu,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasar Reskrim) Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Alexander, Selasa (12/9/2017).

Ketika melihat ada truk yang ditumpangi anak-anak sekolah, Sugiri meminta para pelajar untuk turun. Pada saat disuruh turun, ujar dia, salah seorang pelaku tidak terima dan selanjutnya terjadi cekcok mulut dengan korban. Seorang pelajar lainnya, bahkan memukul korban dengan tangan kanan namun ditangkis oleh korban. “Anak-anak sekolah itu disuruh turun dari truk tronton, karena duduk di bumper truk dan bak terbuka, sehingga membahayakan. Saat diberi peringatan korban malah dipukul,” ucapnya.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman pelaku lainnya juga ikut memukuli korban, bahkan ada yang menggunakan sebilah celurit untuk menyiksa korban. Korban sempat lari menghindar, namun dari arah belakang ada yang membacok menggunakan bagian tumpul celurit sebanyak dua kali dan mengenai punggung kiri korban. Saat dikeroyok korban ditolong oleh orang yang ada di lokasi, namun para pelaku kabur. Berkat informasi dari warga setempat, polisi menangkap 14 pelaku. “Ke 14 anak tersebut, yakni RR (17), R (17), WZ (16), DOC (15), DA (17), WA (17), KN (17), MD (17), AM (15), KA (17), DRZ (16), AMB (16), FZ (16), dan FA (16). Semuanya diamankan dari empat sekolah yang berbeda. Tiga sekolah di Kabupaten Tangerang dan satu sekolah di Tangerang Selatan,” tuturnya.

Ia menduga, para pelajar tersebut hendak tawuran, karena beberapa di antara mereka ada yang membawa senjata tajam jenis celurit. “Kemungkinan akan tawuran, lagi pula untuk apa mereka bawa senjata tajam, mereka itu pelajar. Saat ini, kami masih dalami motifnya, anak-anak itu mau ke mana,” katanya. Para pelaku pegeroyokan polisi tersebut, ujar dia, akan dikenai Pasal 170 Ayat 2 KUHP dan atau Pasal 358 Ayat (1) KUHP dan atau UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam. “Diancam dengan hukuman lima tahun penjara,” ucapnya. (H-36)***


Sekilas Info

MTQ XIX Tingkat Kota Tangerang Resmi Dibuka

Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang kembali menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Kali ini, MTQ XIX tingkat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *