Selasa, 12 Desember 2017

Rencana Pembatasan Mahasiswa PTN, Lulusan SMA Belum Tentu Pilih PTS

SERANG, (KB).- Adanya pembatasan penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) belum tentu akan beralih ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Hal tersebut dikatakan Rektor
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Prof. Sholeh Hidayat, Selasa (5/12/2017). ”Kalau tidak salah presiden mewacanakan pembatasan jumlah mahasiswa PTN agar PTS tidak kekurangan mahasiswa. Lulusan SLTA yang tidak diterima di PTN belum tentu lanjut ke PTS,” ujar Sholeh.

Selain itu, menurutnya pembatasan tersebut dapat menghambat angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi. ”Kalau ada pembatasan berarti upaya APK perguruan tinggi akan terlambat,” tuturnya. Ia mengungkapkan, Untirta sejatinya dari sejak 3 tahun lalu telah membatasi mahasiswa baru.
”Untirta sejak 3 tahun lalu sudah membatasi mahasiswa baru yang masuk hanya 3.600 orang dari 49 ribu peminat. Jumlah tersebut sudah cukup banyak untuk kebutuhan mahasiswa yang ingin menimba ilmunya di kampus kami. Pembatasan tersebut juga untuk meningkatkan kualitas PTN,” ujarnya.

Menurutnya, pembatasan mahasiswa baru pada PTN juga perlu ada penerapan standar rasio jumlah dosen berbanding mahasiswa program studi (prodi). ”Penetapan jumlah mahasiswa baru disesuaikan dengan ketersediaan dosen dan sarana prasarana serta memenuhi rasio dosen dan mahasiswa yang ideal. Itu menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah berencana membatasi jumlah mahasiswa yang masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan tujuan fokus pendidikan. “Saya lebih senang kalau perguruan tinggi itu fokus, tidak semuanya diambil,” ucap Presiden Joko Widodo dalam pidato penutupan Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta, Rabu (29/11).

Menurut Presiden, terdapat beberapa perguruan tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu atau 40 ribu. Ia mengatakan, telah meminta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir untuk membatasi jumlah mahasiswa di PTN. Menristekdikti pun menurutnya menanggapi positif arahan tersebut. “Kita tunggu saja menterinya nanti bergerak kapan,” ujar Presiden.

Menristekdikti Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi swasta (PTS) maupun PTN yang ada di Indonesia untuk selalu melihat peluang dari setiap keterbatasan. ”Sumber daya kita terbatas, tapi harus bisa memanfaatkan peluang,” tutur Nasir. Peluang tersebut, Nasir melanjutkan, juga harus disertai dengan inovasi. Laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin melaju kencang saat ini harus disikapi dengan perubahan sistem dan regulasi yang cepat. (DE)***


Sekilas Info

Unbaja Siap Bersaing di Dunia Usaha

SERANG, (KB).- Peningkatan dan pengembangan kompetensi lulusan menjadi salah satu perhatian Universitas Banten Jaya (Unbaja) dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *