Rabu, 20 September 2017

Rekan Kerja Di-PHK, Ribuan Buruh Mogok Kerja

SERANG, (KB).- Ribuan buruh karyawan PT Pundi Uniwood Industri yang berlokasi di Kawasan Industri Budi Texindo, Desa Kareo, Kecamatan Jawilan menggelar aksi solidaritas mogok kerja pada Selasa (4/7/2017). Aksi tersebut dilakukan setelah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh pimpinan perusahaan PT Donny Putra Jaya dan PT Barja Putra Sejahtera yang dipekerjakan di PT Pundi Uniwood Industri sebanyak 91 orang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kabar Banten, aksi solidaritas tersebut dilakukan sejak pukul 04.00 pagi. Para pekerja yang masuk shift 1 memutuskan untuk mogok kerja dan menggelar aksi secara spontan di depan pintu pabrik yang memproduksi triplek tersebut. Sontak, aksi yang diikuti ribuan karyawan tersebut memenuhi ruas jalan kawasan industri tersebut.

Ketua Persatuan Serikat Pekerja (PSP-SPN) PT Pundi Uniwood Industri, Sugandi, menyodorkan dua tuntutan kepada pihak perusahaan. Pertama, 91 orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja termasuk dirinya agar dipekerjakan kembali.  “Kedua, permintaan pemberian tanda bukti pembayaran gaji (slip gaji), yang selama ini perusahaan belum pernah kasih sama sekali, ini yang lebih ringan apalagi yang lainnya,” ujarnya ditemui di lokasi.

Lima poin

Pada aksi tersebut, perwakilan serikat pekerja sempat melakukan mediasi dengan pihak perusahaan untuk menyampaikan tuntutannya. Namun, hasil dari mediasi tersebut dirasa masih belum memuaskan. Pertemuan bipartit tersebut menghasilkan 5 poin pendapat pihak pimpinan perusahaan. Pertama, dari 91 orang yang diputus kontrak akan dipekerjakan kembali secara selektif prioritas sampai melihat kapasitas produksi berjalan normal dan stabil.  “Mereka beralasan untuk mencari efisiensi kerja,” katanya.

Perusahaan meminta waktu maksimal 2 bulan untuk melakukan seleksi penerimaan kembali. Namun menurutnya hal itu dirasa terlalu lama. “Jika perlu secepatnya. Kata saya ini jangan dijadikan patokan,” tuturnya. Kedua, selama masa 2 bulan PT Donny Putra Jaya dan PT Barja Putra Sejahtera tidak boleh merekrut karyawan baru, cukup karyawan yang sudah terputus kontrak saja. Kecuali pihak PT Pundi sendiri yang mencari tenaga skill dan semacam pengawas.  “Terus pekerja yang di offkan tidak mendapat upah. Sedangkan sesuai peraturan, jika karyawan tersebut di offkan maka proses pembayaran upah harus tetap berjalan. Nah ini menjadi masalah,” ucapnya.

Kesimpulan terakhir, tidak melibatkan pihak ketiga dalam penyelesaian permasalahan selama proses klarifikasi terkait pencatatan PSP-SPN PT Pundi dari Disnaker.  “Maksudnya pihak ketiga itu DPC dan kepolisian. Tapi saya pikir lagi kalau tidak melibatkan pihak ketiga kita melibatkan siapa lagi,” ucapnya.
Gandi menuturkan, untuk terus memperjuangkan nasibnya, pada Kamis (6/7) mendatang, pihaknya akan melakukan audiensi dengan Disnaker Provinsi Banten. “Dan itu melibatkan semua pekerja yang ter PHK termasuk PSP-PSP yang ada di Kabupaten Serang. Kalau tidak ada tindak lanjut lagi, mungkin kita akan mogok kerja selama 7 hari,” katanya.

Janggal

Sementara itu, Laskar Nasional Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Serang, Muhamad Haerul Efendi mengatakan, banyak kejanggalan yang terjadi di perusahaan tersebut seperti outsourching yang belum jelas serta slip gaji yang tidak ada. Oleh karenanya, sebagai bentuk solidaritas, pihaknya meminta agar para pekerja yang di-PHK tersebut bisa dipekerjakan kembali. “Jangan semena-mena, tapi ikuti Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jangan sembarangan mengambil keputusan dan kebijakan tolong di musyawarahkan dengan serikat pekerja yang ada di PT Pundi ini,” ujarnya. (H-48)***


Sekilas Info

Bupati Akui Ada Keterlambatan Penanganan, Rehab SDN Bugel Capai Rp 578 Juta

SERANG,(KB).- Anggaran rehab tiga ruang kelas rusak SD N Bugel, di Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *