Minggu , Mei 28 2017 9:46 am
Home / PENDIDIKAN / Rehab SDN Periuk tak Sesuai RAB

Rehab SDN Periuk tak Sesuai RAB

SERANG, (KB).- Proyek rehab Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Periuk di Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang yang dikerjakan pihak kontraktor dinilai masih belum memuaskan. Hal tersebut dikarenakan hasil rehab tersebut masih banyaknya yang proses pengerjaannya tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Kepala SDN Periuk, Achmad Zakaria mengatakan, proses rehab yang bernilai Rp 306 juta yang berasal dari dana insentif daerah (DID) 2015 telah dikerjakan sejak November dan selesai pada Desember tahun lalu.

Dalam proses pengerjaannya juga sampai tiga kali berganti mandor. Namun, hasilnya masih banyak yang tidak memuaskan. “Seperti WC belum selesai, selot jendela belum ada, terus plafonnya juga harusnya dari GRC, tapi ini dari triplek,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di sekolah dalam pertemuan dengan pihak Pattiro Banten, komite, dan wali murid, Rabu (17/5/2017).

Selain itu, dalam RAB juga seharusnya tembok bangunan sekolah yang direhab tersebut dibongkar ulang. Namun, pada kenyataannya hanya ditambal sulam. Pihaknya juga menyesalkan, sebab RAB rehab sekolahnya juga baru didapat setelah pengerjaannya dinilai selesai. Oleh karena itu, ia berharap, pekerjaan tersebut bisa diselesaikan. “Harapannya tolong pekerjaannya yang belum selesai itu diselesaikan,” tuturnya.

Sampai saat ini, pihaknya masih menantikan kelanjutan dari proses rehab tersebut. Sebab, sebelumnya ia sudah sempat mendatangi dinas terkait untuk menyampaikan izin penggunaan sembari menyampaikan hasil pekerjaannya yang sudah selesai dan memberitahukan jika masih ada jenis-jenis pekerjaan yang belum diselesaikan. “Terus katanya (Disdikbud) nanti saya panggil pemborongnya, karena masih ada Rp 17 juta lagi yang belum dicairkan,” ucapnya.

Sementara itu, Divisi Pemberdayaan Masyarakat Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Banten, Subhan mengapresiasi pihak sekolah yang sudah mau melangkahkan kakinya ke Dinas Pendidikan untuk meminta informasi, karena adanya sebagian anggaran rehab yang belum terserap. Menurut dia, sudah seharusnya pihak sekolah terlibat dalam perencanaan, penganggaran, bahkan sampai pelaporan rehab sekolah tersebut. “Menurut saya, ini hal positif yang dilakukan pihak sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan, sebab saat ini masih ada beberapa hasil pekerjaan yang masih belum diselesaikan. Oleh karena itu, pihak sekolah harus mengetahui apakah sebenarnya pembangunan SDN Periuk tersebut telah selesai atau akan dilanjutkan lagi. “Karena, memang seperti teman-teman ketahui bersama, bahwa bangunan ini dalam pengamatan mata belum selesai. Jadi, harus ada pengawasan, sebab kalau masyarakat terlena dengan adanya kucuran anggaran rehab, maka akan seperti ini,” katanya. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Serang, Sarjudin mengatakan, proses rehab SDN Periuk memang belum selesai 100 persen. Masih ada sisa 5 persen lagi yang belum diselesaikan. “Masih 5 persen lagi,” ujarnya. (H-48)***

Sekilas Info

perda ramadhan kabupaten serang

Pelanggar Perda Pekat Terancam Tiga Bulan Penjara

SERANG, (KB).- Pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pencegahan, Penanggulangan, dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *