Rabu, 20 September 2017

Ratusan Pesilat Raih Rekor MURI

SERANG, (KB).- Ratusan pesilat menampilkan jurus Gerak Kaserangan di tepi Pantai Florida pada ajang Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) 2017, Sabtu (19/8/2017). Penampilan ratusan pesilat yang diikuti Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Plt Sekda Pemkab Serang Agus Erwana, dan Ketua Pendekar Muda Banten Pilar Saga Ichsan, tersebut berhasil meraih Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, berharap pendekar dan persilatan di Banten memperkuat persatuan dan kesatuan para pesilat melalui jurus bersama yang masih berciri khas Banten. Untuk mewujudkan harapan itu, Tatu menggagas jurus Gerak Kaserangan yang diluncurkan pada event Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) 2017, Sabtu (19/8/2017).

Jurus tersebut kemudian dilombakan pada AKCF yang diikuti oleh 40 peguron dari Kabupaten Serang. Bukan hanya itu, ratusan pesilat juga menampilkan jurus Gerak Kaserangan di tepi Pantai Florida yang juga diikuti Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Plt Sekda Pemkab Serang Agus Erwana, dan Ketua Pendekar Muda Banten Pilar Saga Ichsan. Penampilan ratusan pesilat tersebut meraih Rekor MURI dalam ajang AKCF 2017.

Menurut Tatu, dirinya hanya menggagas agar di Kabupaten Serang punya ciri khas jurus silat yang bisa dipelajari oleh para pendekar.”Sementara jurus diciptakan oleh para senior pendekar yang duduk bersama dan terciptalah jurus Gerak Kaserangan. Saya berharap, jurus ini menjadi ciri khas gerak silat di Kabupaten Serang,” ucapnya. Selain itu, jurus itu akan terus dilombakan di berbagai event. Pihaknya juga akan gencar menyosialisasikan gerak silat tersebut dengan menggandeng IPSI. Dari gerakannya, jurus Gerak Kaserangan kental dengan nuansa Kebantenan. Selain penuh kekuatan, para pesilat diwajibkan menampilkan debus di akhir gerakannya.

Gagasan ada debus dalam jurus ini dilontarkan oleh ketua pendekar muda Banten Pilar, Saga Ichsan, yang juga putra Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah.”Silat Serang memang berbeda dari yang lain. Bukan hanya menampilkan gerakan, juga ada debus yang menjadi ciri khas. Ini baru internal terlebih dahulu. Kami butuh proses dan waktu untuk menyosialisasikan di seluruh Banten, mudah-mudahan bisa diterima di kalangan masyarakat,” tuturnya. Selain penampilan pencak silat, AKCF 2017 juga diramaikan dengan Anyer Color Fun Run 8K dari Mercusuar Anyer menuju Pantai Florida. Lomba lari ini diikuti sebanyak 1.500 pelari dari kalangan profesional dan pelajar.

Berdasarkan pantauan, sejak pagi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Pandji Tirtayasa yang sejak awal membuka acara ikut berlari, meski kemudian memilih berjalan kaki karena kecapean. Namun Tatu yang ditemani suaminya John Chaidir dan dua putranya Pilar Saga Ichsan dan Adam Sulaiman Al-Hasani mampu mencapai garis finish dengan rentan waktu lebih dari dua jam. Ketua Panitia Anyer Color Run Fun Deni Sugandi mengatakan, Anyer Color Fun Run pertama kali digelar di Pantai Anyer dengan menempuh jarak sekitar delapan kilometer. “Peserta melebihi target yang semula diharapkan diikuti 1.000 pelari. Sementara peserta mencapai 1.500 pelari,” katanya.

Menurutnya, Anyer Krakatau Culture Festival 2017 cukup baik dilaksanakan karena di dalamnya memuat kegiatan Color Fun Run. Bahkan pelari sudah mulai berkumpul setelah Salat Subuh. “Kegiatan ini telah disosialisasikan oleh sekitar 10 komunitas lari. Track lari juga unik karena melewati pantai berpasir dan jalan raya,” ujarnya. Seperti kegiatan Color Run pada umumnya, setelah semua peserta mencapai garis finish, langsung dihibur oleh Disc jockey (DJ) dan pesta tepung berwarna. Sementara pemenang lari yakni Gunawan asal Banten. Serta ada pula pelari usia 9 tahun, seorang perempuan asal Tangerang yang menjadi juara III kategori perempuan. “Peserta memang mayoritas dari Banten dan ada pula dari luar Banten. Ini sangat luar biasa dan antusiasme masyarakat sekitar juga cukup tinggi,” tuturnya.

Terpisah Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku cukup menikmati Anyer Color Run Fun. “Selain berlari atau berolah raga itu sehat, juga kegiatan ini dalam rangka mempromosikan pariwisata di Anyer. Apalagi setelah finish, peserta bergembira bersama,” kata Tatu. Menurut Tatu, Color Fun Run ini akan menjadi agenda tetap pada Anyer Krakatau Culture Festival yang juga akan dilaksanakan kembali tahun depan. “Tahun ini kita targetkan memang sebanyak-banyaknya wisatawan lokal dan Banten. Tahun depan kita targetkan wisatawan dari Nusantara. Kami optimistis akan banyak yang datang dan menjadi peserta,” ucapnya. (H-45)***


Sekilas Info

Asosiasi Homestay Dukung Visit Banten 2018

SERANG, (KB).- Asosiasi Homestay Banten siap mendorong kegiatan Visit Banten 2018 atau tahun kunjungan wisata di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *