Kamis, 17 Agustus 2017

Proyek APBD Miliaran Dibatalkan

PANDEGLANG, (KB).- Memasuki dua tahun anggaran pembangunan, sejumlah proyek yang bersumber dari APBD senilai miliaran rupiah batal dilaksanakan. Proyek tersebut di antaranya pembangunan Masjid Nabawai senilai Rp 1,8 miliar dan proyek rehab rumah dinas Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban senilai Rp 1,3 miliar juga batal dilaksanakan tahun ini. Gagalnya sejumlah kegiatan pembangunan tersebut menuai kritikan dari elemen masyarakat, termasuk pemerhati kebijakan pembangunan. Eman Sayaman menilai, batalnya sejumlah proyek pembangunan pasti berdampak terhadap rendahnya penyerapan anggaran tahun ini.

Menurut informasi, proyek rehab rumah dinas senilai Rp 1,3 miliar itu sudah dilelangkan, bahkan kontrak pekerjaannya sudah diterbitkan. Namun saat proyek itu akan dimulai, ada perubahan perencanaan yang berujung terhadap batalnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Menanggapi batalnya rehab rumah dinas tersebut, Eman Sayaman prihatin dengan proyek yang sudah dilelangkan dan sudah terbit kontraknya, dikabarkan harus dibatalkan. Ini akibat perencanaan pemerintah yang tidak matang sehingga saat akan dilaksanakan, kenapa harus ada perubahan perencanaan.

“Kasihan stakeholder, kasihan pelaksananya. Padahal, pengusaha pasti sanggup mengerjakannya jika proyek itu dilaksanakan sesuai gambar. Saya harap, kerjakan saja proyek rehab kantor dinas wakil bupati sesuai gambar, jangan sampai ada perubahan harus membongkar gedung SDN 3, jelas itu akan merusak dunia pendidikan,” ujarnya. Menurutnya, batalnya pelaksanaan kegiatan pembangunan baik itu rehab rumah dinas, dan pembangunan Masjid Nabawi terjadi akibat buruknya perencanaan. Artinya, kenapa pemerintah memasukkan kegiatan dalam perencanaan jika akhirnya tidak dilaksanakan. “Selain serapan anggaran rendah, terkesan ketidakseriusan pemerintah dalam merealisasikan pembangunan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Anwari Husnira membenarkan bahwa proyek rumah dinas wakil bupati batal dilaksanakan. Menurutnya, ada perubahan perencanaan, termasuk diprediksi waktu pekerjaan pun akan mepet. Karenanya, dari pada tidak tercapai target, proyek itu dibatalkan. “Pertama ada perubahan, dan kedua waktu mepet. Jadi dari pada tidak terkejar target, untuk sementara proyek dibatalkan,” katanya.

Sekretaris Komisi III DPRD Pandeglang, Muhlas Abdul Halim menyayangkan kegiatan rehab rumah dinas wakil bupati, tiba-tiba ada perubahan perencanaan yang berdampak kegiatan itu dibatalkan. Padahal, dari awal Komisi III sempat mengawal usulan rehab rumah dinas tersebut dengan perencanaan awal tidak ada pelebaran dan perluasan hingga harus membongkar gedung SDN 3 Pandeglang. “Jujur saja, kami sempat mengawal usulan itu. Tapi kok bisa seperti ini dari awal hanya rehab saja, namun sekarang harus ada pelebaran dan perluasan hingga membongkar gedung sekolah. Jelas pengusahanya juga pasti tidak akan mau kalau sampai menggusur sarana pendidikan, karena dari gambar yang diterima awalnya tidak pernah ada rencana membongkar gedung sekolah, melainkan hanya rehab saja,” ujar Muhlas.

Menurutnya, pembatalan kegiatan ini akibat perencanaan tidak matang, perencanaan terkesan abal-abal. Buat apa sih harus membongkar gedung SD, kan dari awal hanya untuk rehab rumah dinas dengan harapan agar wakil bupati bisa mengisi rumah dinas secara nyaman dan representatif. “Rehab ini kan untuk memberikan kenyamanan bagi wakil bupati yang sama-sama sebagai pejabat daerah. Tapi kenapa diakhir setelah kontrak muncul ada perubahan perencanaan, perluasan rehab hingga harus membongkar gedung sekolah. Ini jelas mengada-ada,” ucapnya.

Pihaknya juga prihatin dengan batalnya pembangunan Masjid Nabawai, dan penataan pasar. Pihaknya berharap ke depan harus ada kajian matang terhadap perencanaan pembangunan sehingga meminimalisasi terjadinya pembatalan maupun kegagalan pembangunan. Pj Sekda Pandeglang, Ferry Hasanudin mengatakan, untuk rehab rumah dinas wakil bupati memang batal dilaksanakan tahun ini. Sementara untuk pembangunan Masjid Nabawai tahun 2016, terkena rasionalisasi anggaran. (H-20/H-21)***


Sekilas Info

Depresi, Warga Sumur Tewas Gantung Diri ‎

PANDEGLANG, (KB).- Yoyon (20), Warga Kampung Calingcing, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang ditemukan tewas gantung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *