Sabtu, 18 November 2017
Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi dan Sekretaris Daerah, Dede Jaelani, menyampaikan selamat pada sejumlah perangkat desa yang akan mengikuti pelatihan aparatur desa dalam bidang manajemen pemerintahan desa 2017 di Aula Multatuli Pemkab Lebak, Selasa (17/10/2017).*

Prades Harus Jadi Ujung Tombak Pelayanan

LEBAK, (KB).- Wakil Bupati Lebak, Ade Sumardi mengingatkan seluruh perangkat desa (prades) agar bisa menjadikan dirinya sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan bagi masyarakat desa. ”Perangkat desa (Prades) merupakan pihak pendukung dalam pelaksanaan manajemen pemerintahan desa. Sebagai pihak pendukung kinerja kepala desa, maka keberadaannya harus menjadi ujung tombak untuk melayani masyarakat desa,” ujar Wabup Ade Sumardi, dalam acara pembukaan pelatihan aparatur desa dalam bidang manajemen pemerintahan desa 2017 di Aula Multatuli, Selasa (17/10/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ade Sumardi juga mengingatkan agar kinerja prades dengan kepala desa dimasing-masing desa harus berjalan. Serta saling mengisi, sehingga semua program yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat dimasing-masing desa berjalan dengan baik. ”Intinya, prades dan kepala desa sebagai pimpinan tertinggi di desa harus berjalan seirama, sehingga semua pekerjaan maupun program yang dilakukan akan berjalan baik tanpa ada persoalan dikemudian hari,” ucap wabup.

Ditambahkannya, semua tugas positif demi kepentingan masyarakat yang dicetuskan oleh kepala desa, harus mendapatkan dukungan dan respons yang baik dari prades. Prades juga harus berani memberikan masukan atau ide positif, agar program yang dilakukan kepala desa benar-benar mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sekretaris daerah (Sekda) Lebak, Dede Jaelani menambahkan, terkait administrasi maupun manajemen pemerintahan desa wajib dilakukan secara teliti. Begitupula terkait kearsipan, tentu prades harus menyimpannya dengan baik, karena suatu saat arsip di pemerintahan desa dibutuhkan untuk suatu kepentingan di desa. ”Pemerintah desa adalah kepanjangan tangan dari Pemkab, sehingga apa yang dilakukan pemerintahan desa harus tertib seperti apa yang dilakukan Pemkab dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Dede Jaelani.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lebak, Rusito mengatakan, pelatihan aparatur desa dalam bidang manajemen pemerintahan desa yang diikuti 170 prades ini berlangsung selama empat hari, bertempat di Balai Latihan Pertanian dan Perkebunan (BLPP) Cisalak.
”Materi pelatihan berisi tentang pengetahuan manajemen dan beberapa hal tentang fungsi dan tugas pokok prades. Pelatihan ini adalah pelatihan angkatan pertama. Selanjutnya akan ada pelatihan tahap kedua yang akan kami laksanakan dalam waktu dekat,” tutur Rusito. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Polisi Bekuk Dua Pengedar Narkoba

LEBAK, (KB).- Anggota Kepolisian Sat Narkoba Polres Lebak menangkap dua orang tersangka pengedar narkoba golongan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *