Senin, 11 Desember 2017
pilkades serentak pandeglang

Pilkades Serentak 13 Desa Rawan Konflik

PANDEGLANG, (KB).- Kepolisian resort (Polres) Pandeglang menyebutkan, dari 108 desa yang akan menggelar Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 5 November mendatang, 13 desa dikategorikan rawan konflik.  Polres akan memfokuskan pengawasan dan pengamanan ekstra di 13 desa tersebut, karena memiliki bakal calon kadesnya lebih dari lima. Sementara jika merujuk berdasarkan ketentuan tahapan Pilkades, untuk calon kadesnya maksimal 5 orang.

Hal itu dikatakan Wakapolres Pandeglang, Kompol Nur Rahman saat memimpin apel siaga kesiapan menghadapi Pilkades serentak di Alun-alun Pandeglang, Rabu (11/10/2017). Dalam apel tersebut, Wakapolres menyempatkan waktu untuk memeriksa kendaraan operasional di masing-masing Polsek. Pemeriksaan kendaraan dinas itu untuk memastikan layak digunakan pada saat pengamanan Pilkades nanti.

Menurut Wakapolres Pandeglang, Kompol Nur Rahman, dari 13 desa yang rawan konflik itu, seperti Desa Cigondang di Kecamatan Labuan, Desa Menes Kecamatan Menes, Desa Sampangbitung dan Desa Salapraya di Kecamatan Jiput. “Sebanyak 13 desa itu memiliki lebih dari 5 balon kepala desa. Kerawanan akan muncul saat tahapan seleksi terakhir, karena di antara mereka harus ada yang gugur untuk menjadi 5 calon. Kita akan awasi dan amankan ketat, meski desa-desa yang lainnya juga tetap menjadi fokus pemantauan,” katanya.

Menurutnya, tahapan yang menjadi perhatian kerawanan terdapat saat pengumuman calon pada 19 Oktober mendatang. Karena saat pengumuman itu, desa memiliki lebih dari 5 balon kades, harus ada yang gugur hingga mengerucut 5 calon kades. “Pada tahapan penyeleksian perlu pengamanan ekstra adalah di tahapan rawan, yakni tanggal tanggal 17, 18, dan 19 Oktober yang merupakan tahap pengumuman administrasi maupun pengumuman hasil tes. Setelah itu masuk tahap kampanye pada tanggal 30 Oktober sampai 1 November oleh masing-masing calon Kades,” tuturnya.

Dia mengatakan, proses pemilihan pilkades serentak tahun ini tidak bisa dihindari dari potensi kerusuhan. Oleh karenanya, saat masa tenang nanti, Polres akan menggagas deklarasi damai semua calon untuk saling berkomitmen menciptakan Pilkades yang kondusif.  “Di tahap ini kami upayakan deklarasi damai, jadi nantinya Polres akan mengumpulkan seluruh calon kades untuk diberikan pencerahan agar menghasilkan kesepakatan bersama. Sehingga, pelaksanaan Pilkades aman dari kekacauan atau keributan antar calon,” tuturnya.

Wakapolres mengatakan, saat hari pemungutan suara di 108 desa yang menggelar Pilkades di 32 kecamatan, akan dipantau oleh 430 personel dari Polres Pandeglang, dan dibantu 300 anggota lain berasal dari Brimob dan Sabhara Polda Banten.  “Untuk memastikan Pilkades yang kondusif, kami akan menyiapkan beberapa jenis alat pengamanan seperti senjata pengurai masa dan AWC (Armored Water Canon),” ucapnya.

Sementara itu , Komandan Kodim (Dandim) 0601 Pandeglang letkol Inf . Fitriana Nur Heru Wibawa mengatakan, dalam pengamanan Pilkades 5 November 2017 mendatang, pihaknya siap membantu pengamanan, dengan mengerahkan Koramil di tingkat kecamatan untuk ikut pengamanan Pilkades.
“Koramil, hampir semua kita kerahkan untuk membantu tugas kepolisian. Kita siap untuk mem-back -up keamanan,” kata Dandim.

Namun, Dandim tidak menjelaskan jumlah anggota yang ditugaskan untuk melakukan pengamanan Pilkades.  “Dalam pengamanan, anggota melakukan pemantauan dari jauh, yang penting Pilkades tersebut berjalan dengan baik,” ucapnya. Menurutnya, dalam pengamanan Pilkades nanti, pihaknya menjamin anggotanya bersikap netral, agar Pilkades berjalan lancar dan aman. “Kita tidak akan memihak salah satu calon, agar Pilkades berjalan kondusif, dan aman. Sehingga terpilih calon kades yang baik, amanah untuk warga,” tuturnya. Saat ini, pihaknya sudah melakukan pemetaan daerah yang rawan konflik. Meski begitu, ia enggan membeberkan wilayah-wilayah yang rawan konflik. (IF)***


Sekilas Info

Kantongi 271 Girik, Warga Patok Lahan KEK

PANDEGLANG, (KB).- Kasus dugaan sengketa lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung seluas 462 hektare antara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *