Sabtu, 16 Desember 2017
pilkades serentak pandeglang

Pilkades Rawan Konflik

TANGERANG, (KB).- Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Tangerang, yang akan berlangsung 27 Agutus 2017, dinilai rawan konflik. Pilkades akan dilaksanakan di 16 desa di 13 kecamatan se-Kabupaten Tangerang.

Kapolres Kota Tangerang, AKBP Sabilul Alif memastikan, pihaknya akan meminimalisasi adanya konflik selama pelaksanaan Pilkades serentak yang akan dihelat 20 hari ke depan. “Satu kali kejadian konflik akibat dari masalah sosial, itu berbanding lurus dengan masalah kamtibmas apalagi terhadap konflik- konflik politik, itu paling rawan,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Senin (7/8/2017 ).

Baca: Kembali Maju di Pilkades, Kades Wajib Pegang Rekomendasi Inspektorat

Ia menuturkan, sering kali masyarakat paling bawah atau akar rumput, dengan segala keterbatasan dan pemahaman yang dimilikinya menyelesaikan suatu masalah dengan berselisih, sehingga mengganggu Kamtibmas. Padahal perbedaan pilihan, saat pilkades bisa diantisipasi secara dini. Karena itu, antisipasi, deteksi dini mulai dari sekarang. Mengenal akar rumput sebagai satu bagian dari pondasi kita bersama itu sangat tepat.

Laporkan Ke Polisi

Ia sudah melakukan pemetaan terhadap beberapa wilayah desa yang rawan adanya konflik horizontal selama pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Tangerang. Wilayah yang rawan seperti Kronjo, Mauk, dan beberapa wilayah desa lain. Menurut Sabilul, pemicu konflik pada pelaksanaan Pilkades beragam. Mulai dari tahapan sebelum pencoblosan, saat pencoblosan dan setelahnya.

“Konflik politik sering juga dibawa ke konflik sosial, ini sangat bahaya. Maka saya imbau masyarakat di Kabupaten Tangerang, untuk menahan diri jika menemukan indikasi-indikasi yang tidak benar dalam Pilkades. Laporkan ke petugas polisi dan panitia pemilu. Masyarakat tidak bisa mengambil tindakan sendiri. Saya tidak main-main, jika ada itu (perselisihan) saya akan tindak tegas,” ucap Sabilul. (H-36)***


Sekilas Info

Kepergok Antar PSK ke Hotel, Mantan Satpam Diciduk

TANGERANG, (KB).- Suh (43) tampaknya gelap mata, setelah kehilangan pekerjaan sebagai satpam (sekuriti). Ia menempuh jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *