Rabu, 20 September 2017

Pesona Pulau Merak Kecil

Daerah Merak, Kota Cilegon terkenal dengan pelabuhan penyeberangan ke daerah Bakauheni, Lampung atau ke daerah lainnya di Pulau Sumatera. Selain itu, mendengar kata Merak mungkin akan langsung terpintas di benak kita soal kendaraan-kendaraan besar yang melintas dijalanannya terutama yang menuju dan dari pelabuhan. Bayangan kemacetan tentu mengganggu pikiran kita yang hendak ke Merak.

Namun, dibalik itu semua ternyata Merak memiliki kekayaan yang tak kalah dari destinasi lainnya. Di Merak terdapat pulau-pulau cantik, seperti Pulau Merak Kecil dan Pulau Merak Besar. Kedua pulau tersebut jaraknya tidak terlalu jauh dari daratan, hanya butuh waktu beberapa menit menuju lokasi indah tersebut menggunakan perahu nelayan. Untuk menuju Pulau Merak Kecil hanya butuh sekitar 10 menit perjalanan, bahkan mungkin bisa kurang jika ditempuh dengan kapal cepat. Pulau memang selalu memiliki pesona tersendiri, seperti halnya Pulau Merak Kecil yang pesonanya kini menarik perhatian para pengunjung baik dari warga Merak maupun luar daerah Merak. Pulau tak berpenghuni itu kini banyak dikunjungi wisatawan yang penasaran ingin melihat keindahan pulau kecil tersebut.

Pulau Merak Kecil memang memiliki keindahan luar biasa, pasir putihnya yang bercampur dengan karang-karang kecil menambah cantik pulau tersebut. Selain itu, di satu sudut pulau terdapat hamparan batu membentuk bak anak tangga. Di lokasi itu juga terdapat habitat monyet. Tak jarang monyet-monyet menampakkan diri saat ramai pengunjung. Belum lagi terumbu karang yang cantik dengan ikan-ikan laut yang kaya warna juga menambah daya tarik pulau tersebut.

Kini Pulau Merak Kecil sering dikunjungi wisatawan terutama saat akhir pekan. Pengunjung menyewa perahu nelayan untuk diantarkan ke pulau dan dijemput kembali setelah puas menikmati keindahan pulau. Namun, kondisi tersebut justru mengancam kelestarian Pulau Merak Kecil, karena ada saja pengunjung yang meninggalkan sampahnya sembarangan. Meskipun telah disediakan tempat penampungan sampah di pulau tersebut. Seharusnya pengunjung turut menjaga kelestarian dan keindahan Pulau Merak Kecil dengan tidak meninggalkan sampah dan tidak mengambil apapun kecuali foto.

Untuk tetap menjaga kelestarian Pulau Merak Kecil, Komunitas Krakatau Fin Swiming (KFS) yang beranggotakan sekitar 70 orang dengan yang beragam profesi mulai dari dokter, direktur, TNI, Polri, purnawirawan, pengusaha, mahasiswa, pelajar dan sebagainya mereka berupaya membersihkan pulau dari sampah setiap akhir pekan. Komunitas pecinta pulau dan lautan yang berada di bawah naungan Lanal dan Badan Pembina olah raga KS ini juga tidak datang ke Pulau Merak Kecil dengan perahu atau kendaraan laut lainnya. Melainkan mereka berenang dari daratan sampai ke pulau.

”Setiap akhir pekan kami hampir selalu datang ke Pulau Merak Kecil dengan berenang dari daratan, kemudian kami memungut sampah dan mengumpulkannya. Bahkan sampah juga dibawa ke daratan untuk dibuang pada tempatnya di darata. Hal itu kami lakukan untuk merawat Pulau Merak Kecil agar tetap dapat dinikmati anak cucu kami kelak,” ujar Ketua KFS, Ahdia yang ditemui di Pulau Merak Kecil saat melakukan aktivitas membersihkan sampah beberapa pekan lalu.

Selain itu, KFS juga melakukan tanam pohon di sekitar pulau di antaranya 150 pohon kelapa, pohon nyamplung. ”Ini upaya kami agar Pulau Merak Kecil terhindar dari abrasi,” kata salah satu pendiri KFS Sugeng Rianto. Menurutnya, bagus banyak wisatawan tertarik datang ke Pulau Merak Kecil, apalagi di Merak minim tempat wisata. Namun, yang terpenting kedatangan para wisatawan ke pulau juga harus tetap menjaga kelestarian, keindahan dan kebersihannya dengan tidak membuang sampah sembarangan dan merusak yang ada di pulau, seperti menembang pohon, mengambil terumbu karang dan lainnya.

”Kami juga sudah membuat bak sampah di pulau, kami tiap akhir pekan berenang ke Pulau Merak Kecil. Kami sisir sampah-sampahnya. Kami kumpulkan dan kami buang ke tempatnya. Pemuda dari seberang pulau ingin mengelola pulau untuk menjadi tempat wisata, itu silahkan saja. Kami tidak melarang, cuma jangan sampai merusak, dan harus tetap menjaga kelestariannya. Silakan cari keuntungan dari keindahan pulau ini, tapi jaga juga pulaunya,” tuturnya. Sekretaris KFS, Sindhu Mulyono berharap wisatawan dan warga sekitar yang berjualan di pulau juga turut menjaga pulau. Jika pulau tetap terjaga kelestariannya, keindahannya serta bersih dari sampah, maka akan tetap dikunjungi. ”Hal itu juga akan berpengaruh baik ke perekonomian masyarakat sekitar,” katanya. (Yoyom/”KB”)***


Sekilas Info

Aktivitas Sejarah di Perkebunan Cisalak Baru

Perkebunan Cisalak merupakan perkebunan pemerintah di bawah PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), lokasinya berada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *