Selasa, 12 Desember 2017
Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Banten melihat genset milik RSUD Banten saat melakukan penggeledahan di RSUD Banten, Rabu (6/12/2017).*

Penyidikan Kasus Genset Rp 2,2 Miliar, Kejati Geledah Ruang Direksi RSU Banten

SERANG, (KB).- Tim penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menggeledah kantor direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Banten, Rabu (6/12/2017). Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti terkait kasus pengadaan genset RSU Banten tahun 2015 senilai Rp 2,2 miliar.

Pantauan Kabar Banten, empat penyidik yang dipimpin Kepala Seksi Penyidikan Kejati Banten, Wahyudi Eko tiba di RSU Banten sekitar pukul 10.20. Mereka kemudian menuju lantai tiga RSUD Banten, tempat ruang para direksi. Sekitar pukul 12.00, penyidik sempat menghentikan sementara penggeledahan untuk Salat Zuhur di Masjid RSUD Banten.

Seusai salat, penyidik sempat memeriksa genset yang berada di sisi kiri gedung rumah sakit tersebut. Saat proses pemeriksaan, tim penyidik didampingi pihak RSUD Banten. Sekitar 10 menit kemudian, penyidik kembali ke lantai tiga untuk melanjutkan penggeledahan. Sekitar pukul 14.15 penggeledahan rampung. Ada beberapa berkas yang disita penyidik terkait lelang pengadaan genset.

“Yang disita dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengadaan genset tahun 2015. Mengenai detail barang bukti tidak bisa saya sebutkan karena ini masih proses penyidikan awal dan bersifat umum,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Banten Holil Hadi didampingi Kasi Penyidikan Kejati Banten Wahyudi Eko.

Selain menggeledah kantor RSU Banten, penyidik juga melakukan penggeledahan kantor penyedia jasa CV Megah Teknik di Jalan Palima, Sindangsari, Pabuaran, Kabupaten Serang. Dari penggeledahan yang berlangsung empat jam itu, penyidik menyita beberapa dokumen. “Sama (yang disita) dokumen terkait pengadaan,” kata Holil.

Penyitaan barang bukti tersebut, tutur dia, dalam rangka melengkapi barang bukti penyidikan. Jika terdapat barang bukti lain yang diperlukan maka penyidik akan melakukan penggeledahan kembali. “Bergantung, kalau ada yang belum diamankan tentu akan dilakukan kembali (penggeledahan),” tutur Holil.

Selama proses penyidikan, kata dia, penyidik telah memeriksa sekitar 15 orang saksi yang berasal dari pihak penyedia jasa dan pihak RSU Banten. Pada Selasa (21/11/2017) lalu penyidik telah memeriksa Direktur RSU Banten Dwi Hesti Hendarti di Kejati Banten. “Ada beberapa saksi yang belum kita periksa. Semua akan kita panggil kalau itu demi kebutuhan penyidikan,” ujarnya.

Terkait kerugian negara, Holil tidak menampik terdapat temuan yang mencapai Rp 500 juta. Temuan tersebut berdasarkan dari hasil audit Inspektorat Provinsi Banten. Kerugian negara tersebut diduga disebabkan oleh mark up atau kemahalan harga yang diluar standar. Karena itu, temuan tersebut akan terus didalami. (FI)***


Sekilas Info

honorer kelurahan

Aktivis Nilai Perlindungan HAM Belum Ditegakkan

SERANG, (KB).- Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional diwarnai aksi unjuk rasa aktivis mahasiwa yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *