Selasa, 12 Desember 2017

Pengembangan Wisata “Bali Baru”, KEK Tanjung Lesung tak Jadi Prioritas

SERANG, (KB).- Pemerintah pusat memutuskan lebih memprioritaskan empat dari 10 destinasi untuk fokus pengembangan destinasi wisata “Bali Baru”. Keempat wisata tersebut yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Dengan demikian, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang tak jadi prioritas pada proyek percontohan (pilot project) pemerintah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Banten Wahidin Halim tak mempersoalkan Tanjung Lesung tak jadi prioritas pemerintah. Hal tersebut karena pengembangan wisata di Tanjung Lesung memang diakuinya berjalan lambat. “Enggak apa-apa, kan kita bisa jual (destinasi) yang lain,” kata Wahidin Halim, belum lama ini.

Menurut mantan Wali Kota Tangerang dua periode ini, progress pengembangan wisata di KEK Tanjung Lesung berjalan sangat lambat. “Ya, lambat. Sampai sekarang pembebasan, penataan lahan dan sebagainya lambat sekali,” ujarnya. Wahidin pun berencana akan melakukan intervensi terhadap penataan destinasi yang dikelola PT Banten West Java (BWJ) anak perusahaan dari PT Jababeka Tbk ini. “Nanti kita akan intervensi ya,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten, Eneng Nurcahyati mengatakan, meski KEK Tanjung Lesung tak jadi prioritas bukan berarti tidak menjadi perhatian pemerintah untuk pengembangannya. Menurutnya, dalam pengembangan 10 destinasi “Bali Baru” tersebut dilakukan secara bertahap. “Hasil rapat terbatas, tetap KEK Tanjung Lesung masuk 10 destinasi pariwisata prioritas. Tapi dari 10 prioritas untuk 2018 yang akan didorong percepatannya 4 destinasi tadi. Jadi KEK Tanjung Lesung tetap jadi perhatian. Tentu ada tahapan pemerintah dalam proses pembangunan 10 destinasi Bali Baru,” tuturnya.

Diketahui, dari 10 destinasi wisata “Bali Baru”, pemerintah memutuskan lebih memprioritaskan 4 destinasi untuk fokus pengembangan saat ini. Keempat destinasi itu adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengemukakan, yang akan difokuskan adalah hal-hal yang terkait dengan masyarakat, seperti homestay. “Jadi akan ada model nanti homestay-nya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan membangun,” kata Arief seusai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Kamis (16/11/2017).

Kedua, Kementerian PUPR yang akan bangun restoran. Yang ketiga, toko cenderamata, Kementerian Perdagangan yang bertanggung jawab. “Tadi poinnya adalah ada modelling, dan akan segera dieksekusi tahun 2018,” ujar Arief. Mengenai 6 destinasi wisata lainnya yang tidak masuk prioritas, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan tetap akan dikerjakan, tetapi tidak ikut dalam pilot project yang terkait pembangunan homestay, restoran, toko cenderamata, dan UKM center. (RI)***


Sekilas Info

Temuan Baru Makam di Selatan Surosowan Banten Lama

Satu temuan baru di lingkungan Banten Lama beberapa waktu lalu diketemukan berkat informasi masyarakat. Lokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *