Selasa, 17 Oktober 2017

Pengabdian Relawan Kampung Al Quran di Lebak

GELIAT pembangunan bidang keagamaan di Kabupaten Lebak yang dikenal dengan julukan Daerah Seribu Madrasah kian terasa dari waktu ke waktu. Keragaman agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat Lebak, justru menjadi pendorong utama tumbuh kembang kegiatan keagamaan (Islam) di bumi Multatuli.

Semarak kegiataan keagamaan di Lebak akan semakin bertambah dengan kehadiran 35 mahasiswa pengkaji dan penghafal Alquran yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di antaranya Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), institut Ilmu Alquran (IIQ), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Sekolah Tinggi Agama Islam (STIA) AlHikmah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Arab (LIPIA) terhimpun dalam satu wadah bernama Relawan Kampung Alquran.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengapresiasi para mahasiswa yang berinisiasi melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat berbasis Alquran melalui kampung Alquran sekaligus melepas secara resmi para mujahid Alquran di Aula multatuli sekretariat daerah, akhir pekan lalu.

Direktur Relawan Kampung Alquran Usnan Hasibuan memilih Kabupaten Lebak sebagai ladang amalnya karena di Lebak ada Perbub Magrib Mengaji, Perda Madrasah Diniyah serta banyak program pemerintah yang peduli terhadap perkembangan keagamaan seperti insentif kepada guru mengaji, pimpinan ponpes, bantuan pembangunan ponpes dan lainnya.

“Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Pada kesempatan ini para relawan akan disebar di Desa Girijayabaya dan Desa Mekarwangi, Kecamatan Muncang, serta Desa Sangiangjaya Kecamatan Cimarga,” kata Usnan Hasibuan

Berawal dari niat dengan aksi nyata menjadi manfaat, ujar Usnan, merupakan moto relawan. Kampung Alquran, yang ingin mengamalkan ilmunya kepada masyarakat agar menjadi bekal amal jariyah kami dan selama 2 minggu ke depan kami akan tinggal di beberapa desa untuk mengamalkan ilmu yang kami miliki.

Program Kampung Alquran sangat sejalan dan bersinergi untuk menyukseskan program magrib mengaji yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak melalui cara sederhana yaitu mengajak dan memberikan contoh kepada anak-anak untuk membaca Alquran mulai pukul 18:00 sampai dengan pukul 20:00.

”Dalam menyukseskan program magrib mengaji, Pemerintah Kabupaten Lebak tentunya tidak bisa berjalan dengan sendiri. Kami senantiasa dibantu oleh Forum Komunikasi Gerakan Magrib Mengaji (FK-GMM) yang kepengurusannya melibatkan masyarakat mulai dari tingkat kabupaten sampai desa sehingga kegiatan magrib mengaji bisa terselenggara disetiap kampung,” ujar Bupati Lebak.

Bupati Iti Octavia Jayabaya menambahkan, selain FK-GMM, magrib mengaji juga terus disyiarkan oleh beberapa entitas lain yang bergiat dalam kegiatan studi baca Alquran seperti one Day One Juz (ODOJ), Forum Komunikasi Remaja Masjid Lebak (FKRML), baik kegiatan Alquran Al Ustaz (Kalkulus) yang dipusatkan di Masjid Agung Al A’raf maupun kegiatan Lebak Mengaji On Air (LMOA) yang disiarkan langsung dari Radio Multatuli FM.

“Walaupun penuh keterbatasan dalam ketersediaan anggaran pada APBD Lebak, namun kami terus berusaha untuk menumbuhkan semangat mengaji Alquran kepada masyarakat terutama kepada anak-anak,” ucapnya.

Bupati Lebak mengatakan, suksesnya gerakan magrib mengaji sesungguhnya tidak bisa berpijak dari pendekatan struktural saja seperti regulasi dan insentif, namun yang menjadi penting adalah bagaimana magrib mengaji ini dapat menjadi gerakan kultural yang membumi tengah-tengah masyarakat. (Galuh Malpiana/KB)***


Sekilas Info

Jalan Penghubung Dua Desa di Sobang Longsor

LEBAK, (KB).- Jalan poros desa yang menghubungkan Desa Sukamaju-Desa Sindanglaya, Kecamatan Sobang, Sabtu (14/10) alami …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *