Selasa, 12 Desember 2017

Pariwisata Harus Ikuti Perkembangan Zaman

Pengembangan pariwisata di Banten harus seiring dengan kemajuan zaman. Oleh karena itu, cara pandang pelaku pariwisata perlu menyesuaikan dengan kebutuhan atau tren generasi kaum milenial.
“Kami cermati, kan sekarang misalnya wisata itu sudah menjadi kebutuhan kaum milenial yang mungkin sebelumnya tidak dibidik. Sebab, selama ini kami membidik kalangan yang lebih mampu.

Faktanya, sekarang kaum milenial dengan backpacker-nya misalnya, yang memenuhi destinasi-destinasi wisata hampir sepanjang tahun. Nah, bagaimana ini melayani mereka, kan tentu caranya berbeda dari sebelumnya,” kata Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy dalam siaran pers seusai menerima audiensi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, di KP3B, Kota Serang, Senin (20/11/2017).

Ia menjelaskan, definisi destinasi pariwisata saat ini juga telah mengalami perubahan. Ia mencontohkan, jika sebelumnya wisatawan datang ke destinasi wisata untuk menikmati keindahan alam dan atraksi kebudayaan saja, kini sebuah lokasi yang hanya bagus untuk tempat berswafoto, justru bisa menyedot wisatawan. “Ini kan kaitannya dengan kreativitas berarti. Jadi, bagi satu daerah yang bahkan tidak punya potensi keindahan alam saja sekarang ini bisa jadi primadona pariwisata,” ujarnya.

Kepada PHRI Banten, dia meminta, agar selalu melibatkan warga sekitar destinasi wisata dalam mengembangkan pariwisata. Keterlibatan warga sekitar, menurut dia, diyakini akan menimbulkan multiplier effect. “Kalau warga diberdayakan dan mereka merasakan manfaat dari keberadaan destinasi wisata tersebut, niscaya iklimnya akan kondusif. Warga sendiri yang akan menjaganya tanpa harus diminta-minta oleh pengusaha pariwisata,” ucapnya.

Sementara, Ketua Harian PHRI Banten, Ashok Kumar menuturkan, pemprov secara konkret mendukung pembenahan dan pengembangan pariwisata. Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan sebagai penunjang utama pembangunan pariwisata.
“Tadi pak wagub (Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy) bilang ke kami, bahwa di dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) yang baru telah ditetapkan kalau pembangunan infrastruktur, adalah prioritas pemprov dalam 3 tahun ke depan,” tuturnya.

Ia mengatakan, ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai merupakan faktor utama dalam menyelenggarakan pelayanan pariwisata. Jalan yang baik dan layak, akan memangkas jarak tempuh dan biaya perjalanan para wisatawan, yang merupakan faktor utama yang dipertimbangakn wisatawan dalam memilih destinasi wisata. “Oleh sebab itu, kami sangat gembira mendengar pemprov yang all out dengan infrastruktur jalan dalam 3 tahun ke depan ini,” katanya.

Kondisi jalan

Menurut dia, salah satu kendala pariwisata di Banten selama ini, adalah terkait ketersediaan jalan yang kurang menunjang. Kondisi jalan yang kurang baik membuat sejumlah lokasi wisata di Banten sering mengalami kemacetan di masa-masa puncak liburan. “Belum lagi, masih banyak destinasi wisata di Banten yang pada akhirnya nyaris tak tersentuh, karena kendala jalan ini,” ujarnya.

Di Banten, ucap dia, pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten/kota dari sektor pariwisata selama hampir 2017 ini mencapai Rp 1 triliun atau meningkat hampir 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut berasal dari sektor pariwisata kuliner yang didominasi wilayah Tangerang.
Ketua Umum PHRI Banten, Ahmad Sari Alam mengatakan, kunjungannya ke kantor wagub juga sekaligus untuk menyampaikan undangan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) PHRI Banten pada Senin (25/12/2017) mendatang di Tangerang.

“Intinya, pak wagub tadi menyambut baik undangan kami dan beliau berpesan, agar memang pariwisata ini sekarang jangan menggunakan hal-hal yang konvensional. Beliau mencontohkan tadi bagaimana misalnya teknologi digital bisa dimaksimalkan, mulai dari promosi hingga kepada pelayanan kepada wisatawan, mulai dari bagaimana wisatawan sampai di destinasi, menginap, menyaksikan atraksi hingga mendapatkan buah tangan yang memang berkesan,” tuturnya. (Rifki Suharyadi)***


Sekilas Info

Temuan Baru Makam di Selatan Surosowan Banten Lama

Satu temuan baru di lingkungan Banten Lama beberapa waktu lalu diketemukan berkat informasi masyarakat. Lokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *